1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
2. Mata Pelajaran : B.Indonesia
3. Hari/Tanggal : Senin, 02 November 2026
4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I
5. Materi : Mengenal Percakapan Tentang Kesehatan
6. Pertemuan ke :
Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D!
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.
Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan
sederhana tentang kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat
menjawab pertanyaan, menanggapi perkataan orang lain, serta menyampaikan
pendapat dan keadaan diri menggunakan kalimat sederhana yang jelas dan santun.
C.TUJUAN PEMBELAJARAN
(TP)
Peserta didik dapat:
Mengenal
percakapan sederhana tentang kesehatan.
Menyimak
pembicaraan dengan baik.
Menjawab
pertanyaan sesuai isi pembicaraan.
Menanggapi
perkataan orang lain dengan tepat.
Menggunakan
kata-kata yang santun ketika berbicara.
Mempraktikkan
percakapan sederhana tentang kesehatan.
Membiasakan
perilaku hidup bersih dan sehat.
1. Mindful
(Berkesadaran)
Sholeh dan sholehah, kesehatan sangat penting bagi tubuh
kita. Kita harus menjaga kebersihan, makan makanan bergizi, berolahraga, dan
beristirahat dengan cukup.
Ketika berbicara tentang kesehatan, kita perlu mendengarkan
dengan baik, menjawab dengan jujur, dan menanggapi perkataan orang lain dengan
santun.
Sebelum belajar, mari jawab pertanyaan berikut!
✏️ Apa yang kamu lakukan agar
tubuh tetap sehat?
✏️ Apa yang kamu katakan ketika
merasa kurang sehat?
✏️ Apa yang kamu lakukan ketika
temanmu berkata bahwa ia sedang sakit?
✏️ Bagaimana cara menjawab
pertanyaan guru dengan sopan?
Ketika teman berkata, “Aku sedang kurang sehat,” kita tidak
boleh menertawakannya. Kita dapat menjawab:
“Semoga
kamu segera sehat, ya.”
“Apakah
kamu ingin meminta bantuan Bu Guru?”
“Ayo,
kita beri tahu Bu Guru.”
Melalui kegiatan ini, kita belajar peduli kepada orang lain
dan menggunakan kata-kata yang baik.
2. Meaningful
(Bermakna)
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berbicara tentang
kesehatan dengan orang tua, guru, dokter, dan teman.
Kita dapat bertanya, menjawab, dan menanggapi pembicaraan
tentang kesehatan.
Percakapan 1: Sarapan
Sehat
Ibu: “Aisyah, apakah kamu sudah sarapan?”
Aisyah: “Sudah, Bu. Saya makan nasi dan telur.”
Ibu: “Bagus. Jangan lupa makan buah juga, ya.”
Aisyah: “Baik, Bu. Terima kasih sudah mengingatkan.”
Ayo, pahami percakapannya!
Siapa
yang berbicara? Ibu dan Aisyah.
Apa
yang ditanyakan ibu? Apakah Aisyah sudah sarapan.
Bagaimana
jawaban Aisyah? Ia sudah sarapan dengan nasi dan telur.
Bagaimana
tanggapan Aisyah terhadap nasihat ibu? Aisyah menjawab dengan sopan dan
berterima kasih.
Percakapan 2: Teman
Merasa Kurang Sehat
Rani: “Siti, mengapa kamu terlihat kurang bersemangat?”
Siti: “Aku merasa kurang sehat, Rani.”
Rani: “Oh, begitu. Sebaiknya kamu memberi tahu Bu Guru, ya.”
Siti: “Baik, Rani. Terima kasih atas perhatianmu.”
Ayo, pahami percakapannya!
Siapa
yang merasa kurang sehat? Siti.
Apa
tanggapan Rani? Rani menyarankan Siti memberi tahu Bu Guru.
Bagaimana
sikap Rani? Peduli dan sopan.
Apa
jawaban Siti? Siti berterima kasih kepada Rani.
Kesimpulan: Ketika berbicara tentang kesehatan, kita harus
mendengarkan, menjawab sesuai pertanyaan, dan memberikan tanggapan yang baik.
E. PENJELASAN SINGKAT
1. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah Swt.
Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan berbagai bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Kita dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, dan melakukan banyak kegiatan.
Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang perlu kita syukuri. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan memperhatikan kesehatan.
Melalui pembelajaran ini, kita belajar untuk:
🌷 Bersyukur atas nikmat kesehatan.
🌷 Menjaga kebersihan tubuh.
🌷 Menyampaikan keadaan tubuh dengan jujur.
🌷 Mendengarkan nasihat yang baik.
🌷 Menolong teman yang membutuhkan bantuan.
🌷 Berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan teman.
Mari gunakan kemampuan berbicara untuk menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas nikmat kesehatan. 🤲💗
2. MATERI AJAR
Mengenal Pengertian
Menjawab dan Menanggapi Pembicaraan
Menjawab pembicaraan adalah memberikan jawaban terhadap
pertanyaan atau perkataan orang lain.
Menanggapi pembicaraan adalah memberikan tanggapan terhadap
perkataan orang lain, misalnya menyetujui, memberikan saran sederhana,
menunjukkan kepedulian, atau mengucapkan terima kasih.
Perhatikan contoh berikut!
Contoh menjawab
Ibu: “Apakah kamu sudah mencuci tangan?”
Ani: “Sudah, Bu.”
Ani menjawab pertanyaan ibu.
Contoh menanggapi
Budi: “Kita harus minum air putih yang cukup.”
Dika: “Betul, Budi. Air putih baik untuk tubuh.”
Dika memberikan tanggapan yang sesuai.
Ingat, ya, sholeh dan sholehah!
Menjawab
berarti memberikan jawaban.
Menanggapi
berarti memberikan tanggapan.
Jawaban
dan tanggapan harus sesuai dengan pembicaraan.
Gunakan
bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Mengenal Kalimat
untuk Menjawab dan Menanggapi
Ketika berbicara tentang kesehatan, kita dapat menggunakan
beberapa kalimat berikut.
Keadaan
Contoh kalimat santun
Menjawab pertanyaan
“Sudah, Bu.”
Menyampaikan keadaan tubuh
“Saya merasa kurang sehat.”
Menyetujui nasihat
“Baik, Bu. Saya akan melakukannya.”
Memberikan saran
“Sebaiknya kamu beristirahat.”
Menunjukkan kepedulian
“Semoga kamu segera sehat.”
Mengucapkan terima kasih
“Terima kasih sudah membantu saya.”
🌷 Contoh percakapan
Guru: “Apa yang harus kita lakukan sebelum makan?”
Faris: “Kita harus mencuci tangan, Bu Guru.”
Guru: “Bagus sekali! Jangan lupa menggunakan sabun.”
Faris: “Baik, Bu Guru. Saya akan mencuci tangan dengan
sabun.”
Ayo, perhatikan!
Faris
menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
Faris
menanggapi nasihat guru dengan sopan.
Faris
menggunakan kata-kata yang baik.
Cara Menjawab dan
Menanggapi dengan Santun
Agar dapat menjawab dan menanggapi pembicaraan dengan baik,
lakukan langkah-langkah berikut.
Langkah 1: Dengarkan dengan baik.
Perhatikan perkataan orang yang sedang berbicara.
Langkah 2: Pahami maksud pembicaraan.
Cari tahu apa yang ditanyakan atau disampaikan.
Langkah 3: Jawab sesuai pertanyaan.
Berikan jawaban yang benar dan jujur.
Langkah 4: Berikan tanggapan yang baik.
Kita dapat menyetujui, memberikan saran sederhana, atau
menunjukkan kepedulian.
Langkah 5: Gunakan bahasa yang santun.
Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak kasar.
Contoh dalam kehidupan
sehari-hari
Ibu: “Mengapa kamu belum berangkat sekolah?”
Dina: “Saya belum enak badan, Bu.”
Ibu: “Kalau begitu, mari kita periksa keadaanmu dan meminta
bantuan jika diperlukan.”
Dina: “Baik, Bu. Terima kasih.”
Dina menjawab dengan jujur dan menanggapi perkataan ibu
dengan sopan.
Berbicara dengan
Santun tentang Kesehatan
Sholeh dan sholehah, kita harus menjaga perasaan orang lain
ketika berbicara. Jangan mengejek teman yang sedang sakit atau merasa kurang
sehat.
🌷 Meminta bantuan
“Bu Guru, bolehkah saya meminta bantuan?”
Gunakan kalimat yang sopan ketika membutuhkan pertolongan.
🌷 Menyampaikan keadaan
tubuh
“Bu, badan saya terasa kurang sehat.”
Sampaikan keadaan tubuh dengan jujur kepada orang tua atau
guru.
🌷 Menunjukkan kepedulian
“Apakah kamu membutuhkan bantuan?”
Tanyakan dengan lembut ketika teman membutuhkan pertolongan.
Ingat, ya!
Dengarkan
orang lain sampai selesai berbicara.
Jangan
memotong pembicaraan.
Jangan
mengejek teman.
Jawablah
pertanyaan dengan jujur.
Gunakan
kata tolong, maaf, dan terima kasih sesuai keadaan.
Mintalah
bantuan orang tua atau guru ketika merasa tidak sehat.
3. Simak video berikut untuk menjawab latihan soal di bawah!
4. Alat peraga :
Video pembelajaran, televisi, buku cetak, papan tulis.
5. Post Test
Setelah menyimak video di atas, jawablah pertanyaan berikut ini!