- Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
- Media ajar : Video pembelajaran, LKPD
- Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan.
- Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
- Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
- Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
- Murid dapat mengenal konsep “bagian dari keseluruhan” menggunakan benda konkret.
- Murid dapat membagi satu benda menjadi 2 bagian sama besar dan mengenal konsep ½ (setengah).
- Murid dapat membagi satu benda menjadi 4 bagian sama besar dan mengenal konsep ¼ (seperempat).
- Murid dapat mengarsir gambar pecahan.
- Murid dapat menentukan pembilang dan penyebut.
- Murid 1. Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
- Murid dapat mengidentifikasi maksud, tujuan, atau pesan dari tuturan yang didengar.
- Murid dapat menyampaikan kembali isi percakapan atau cerita pendek yang didengar dengan kata-kata sendiri.
- Murid dapat membedakan perasaan atau sikap tokoh dalam cerita yang didengarkan.
- Orang: ibu, ayah, guru, teman
- Hewan: kucing, ayam, ikan
- Benda: buku, pensil, tas
- Tempat: sekolah, rumah, taman
- Ani membaca buku.
- Kucing itu tidur di kursi.
- Ayah pergi ke kantor.
- besar
- kecil
- rajin
- cantik
- bersih
- pintar
- Tas Rani sangat besar.
- Kelas kami bersih.
- Budi anak yang rajin.
- Buku tebal
- Rumah besar
- Anak pintar
- Bunga indah
- Ibu membeli apel merah.
- Kami bermain di taman luas.
- Adik memiliki boneka lucu.
- Kata benda adalah nama orang, hewan, benda, atau tempat.
- Kata sifat adalah kata yang menjelaskan keadaan atau sifat kata benda.
- Kata sifat membantu kita memberi penjelasan yang lebih jelas tentang kata benda.
- Belum dipotong
- Belum dibagi
- Masih lengkap
- Angka atas → menunjukkan jumlah bagian yang diambil
- Angka bawah → menunjukkan jumlah bagian keseluruhan
- Kue dipotong menjadi 2 bagian
- Roti dibagi dua
- Semangka dibelah dua
- Kue dibagi menjadi 3 potong
- Jeruk dibagi untuk 3 anak
- Pizza dipotong 4 bagian
- Cokelat dibagi menjadi 4 potong
Hari/tanggal : Kamis, 22-01-2026
Kelas : 2 C
Semangat pagi sholih sholiha bu guru kelas 2C. bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan semangat ya😊
Sebelum belajar, mari kita menyimak tausiyah, melaksanakan sholat dhuha & muraja'ah.
Metode dan Media ajar
Capaian Pembelajaran (CP):
📌 Tujuan Pembelajaran (TP)
📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Kata Benda dan Kata Sifat
🌼 A. Kata Benda
Kata benda adalah kata yang digunakan untuk menyebut nama orang, hewan, benda, atau tempat.
✨ Contoh Kata Benda:
📝 Contoh Kalimat:
🌼 B. Kata Sifat
Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan keadaan atau sifat kata benda.
✨ Contoh Kata Sifat:
📝 Contoh Kalimat:
🌼 C. Hubungan Kata Benda dan Kata Sifat
Kata sifat biasanya digunakan untuk menerangkan kata benda.
Kata Benda dan Kata Sifat
🌼 A. Kata Benda
Kata benda adalah kata yang digunakan untuk menyebut nama orang, hewan, benda, atau tempat.
✨ Contoh Kata Benda:
📝 Contoh Kalimat:
🌼 B. Kata Sifat
Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan keadaan atau sifat kata benda.
✨ Contoh Kata Sifat:
📝 Contoh Kalimat:
🌼 C. Hubungan Kata Benda dan Kata Sifat
Kata sifat biasanya digunakan untuk menerangkan kata benda.
📝 Contoh:
🌼 D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
📌 Kesimpulan
📝 Contoh:
🌼 D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
📌 Kesimpulan
📌 Materi Matematika:
Pecahan adalah bilangan yang menyatakan sebagian dari satu benda utuh.
Suatu benda disebut utuh jika:
Jika benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar, maka setiap bagian tersebut disebut pecahan.
Bagian-bagian Pecahan
Pecahan terdiri dari:
👉 Contoh :
¼ dibaca seperempat
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar
(Penjelasan disampaikan secara lisan dan sederhana tanpa istilah “pembilang–penyebut”)
Jenis Pecahan Sederhana
1. Pecahan Setengah (½)
Artinya: satu bagian dari dua bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
Pecahan Sepertiga (⅓)
Artinya: satu bagian dari tiga bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
Pecahan Seperempat (¼)
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Cerita 1
Ibu memotong sebuah kue menjadi 2 bagian sama besar.
Ani memakan 1 bagian.
👉 Bagian kue yang dimakan Ani adalah ½ (setengah).
Contoh Cerita 2
Sebuah pizza dibagi menjadi 4 bagian sama besar.
Budi memakan 1 bagian.
👉 Bagian pizza yang dimakan Budi adalah ¼ (seperempat).
Contoh Cerita 3
Sebuah semangka dibagi menjadi 3 bagian sama besar.
Kakak mengambil 1 bagian.
👉 Bagian semangka yang diambil kakak adalah ⅓ (sepertiga).
Refleksi :
Berdasarkan pembelajaran hari ini diketahui bahwa seluruh peserta didik telah mengetahui cara penyelesaian soal cerita terkait pecahan, namun untuk kata sifat, kata benda beberapa peserta didik.masih kesulitan sehingga akan kembali dijelaskan pasa pertemuan berikutnya.
Dokumentasi :





Tidak ada komentar:
Posting Komentar