Senin, 02 November 2026-1D-Matematika

Minggu, 01 November 2026

   


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Matematika

3. Hari/Tanggal     : Senin, 02 November 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Soal cerita

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami makna pengurangan sebagai proses mengambil atau mengurangi sebagian dari sejumlah benda. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan melalui soal cerita sederhana, menggunakan benda konkret, gambar, dan kalimat matematika dengan bilangan sampai 20.

 C.TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

 

Memahami pengurangan melalui cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menentukan jumlah benda mula-mula dalam sebuah cerita.

 

Menentukan jumlah benda yang diambil, diberikan, atau berkurang.

 

Menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol pengurangan (−).

 

Menyelesaikan soal cerita pengurangan dengan tepat.

 

Belajar bersyukur dan membiasakan diri berbagi dengan sesama.

 

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.

 

Hari ini kita akan belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan.

 

Saat mendengarkan cerita, kita perlu memperhatikan beberapa hal.

 

✏️ Siapa yang ada dalam cerita?

 

✏️ Berapa jumlah benda mula-mula?

 

✏️ Berapa benda yang diambil atau diberikan?

 

✏️ Apakah jumlah benda bertambah atau berkurang?

 

✏️ Berapa jumlah benda yang masih tersisa?

 

Ayo, simak cerita berikut!

 

Cerita 1: Apel Rani 🍎

 

Rani memiliki 5 buah apel.

 

Ibu mengambil 2 apel untuk adik.

 

Berapa apel Rani yang masih tersisa?

 

Ayo, kita pahami ceritanya!

 

Siapa yang memiliki apel? Rani.

 

Berapa apel Rani semula? 5 apel.

 

Berapa apel yang diambil ibu? 2 apel.

 

Apakah jumlah apel bertambah atau berkurang? Berkurang.

 

Berapa apel yang tersisa? 3 apel.

 

Mari kita hitung!

 

5 − 2 = 3

 

Jadi, apel Rani yang tersisa ada 3 buah.

 

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar memahami informasi dalam cerita, menentukan jumlah benda yang berkurang, dan menghitung jumlah benda yang tersisa.

 

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Sholeh dan sholehah, soal cerita pengurangan dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Misalnya, ketika memberikan makanan kepada teman, berbagi mainan dengan adik, menggunakan alat tulis, atau memakan buah.

 

Dengan belajar soal cerita, kita dapat memahami bahwa pengurangan adalah kegiatan mengurangi sebagian dari jumlah benda yang kita miliki.

 

Cerita 2: Kue Beni 🍪

 

Beni memiliki 7 kue.

 

Ia memberikan 3 kue kepada adiknya.

 

Berapa kue yang masih dimiliki Beni?

 

Mari kita hitung!

 

7 − 3 = 4

 

Jadi, Beni masih memiliki 4 kue.

 

Cerita 3: Pensil Siti ✏️

 

Siti memiliki 8 pensil.

 

Ia memberikan 2 pensil kepada temannya.

 

Berapa pensil yang masih dimiliki Siti?

 

Mari kita hitung!

 

8 − 2 = 6

 

Jadi, Siti masih memiliki 6 pensil.

 

Dari cerita tersebut, kita belajar bahwa pengurangan dapat terjadi ketika sebagian benda diberikan kepada orang lain. Kita juga belajar membiasakan diri berbagi dan menyayangi sesama.

D.PENJELASAN SINGKAT

1.Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT

Sholeh dan sholehah, Allah SWT menciptakan berbagai macam tumbuhan, hewan, buah-buahan, dan seluruh alam semesta untuk memberikan manfaat bagi kehidupan kita.

 

Kita dapat belajar matematika melalui benda-benda ciptaan Allah SWT, seperti buah apel, jeruk, bunga, dan hewan.

 

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

 

🌷 Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

 

🌷 Menggunakan akal untuk belajar dan berhitung.

 

🌷 Berbagi makanan kepada teman dan keluarga.

 

🌷 Menyayangi tumbuhan dan hewan ciptaan Allah.

 

🌷 Tidak boros dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan.

Mari kita selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT.

Alhamdulillah. 🤲💗

2.MATERI AJAR

Mengenal Soal Cerita Pengurangan

Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita tentang jumlah benda yang berkurang karena diambil, diberikan, dimakan, digunakan, atau terbang.

 

Dalam soal cerita pengurangan, kita mencari tahu berapa jumlah benda yang masih tersisa.

 

Kata-Kata yang Menunjukkan Pengurangan

Kata       Makna

Diambil Sebagian benda diambil

Diberikan            Benda diberikan kepada orang lain

Dimakan              Sebagian makanan dimakan

Terbang                Sebagian benda atau hewan pergi

Hilang   Jumlah benda menjadi berkurang

Tersisa  Jumlah benda yang masih ada

Cara Menyelesaikan Soal Cerita Pengurangan

Agar mudah menyelesaikan soal cerita, ikuti langkah-langkah berikut.

 

Langkah 1: Membaca cerita

 

Bacalah atau dengarkan cerita dengan teliti.

 

Langkah 2: Menentukan jumlah awal

 

Cari tahu berapa jumlah benda yang dimiliki mula-mula.

 

Langkah 3: Menentukan jumlah yang berkurang

 

Cari tahu berapa benda yang diambil, diberikan, atau digunakan.

 

Langkah 4: Menuliskan kalimat matematika

 

Gunakan simbol pengurangan (−).

 

Langkah 5: Menghitung hasilnya

 

Hitung berapa jumlah benda yang masih tersisa.

 

Contoh:

Dina memiliki 9 permen. Ia memberikan 4 permen kepada temannya.

 

Berapa permen Dina yang tersisa?

 

Diketahui:

 

Permen mula-mula = 9.

 

Permen yang diberikan = 4.

 

Kalimat matematika:

 

9 − 4 = 5

 

Jadi, permen Dina yang tersisa ada 5 buah.

 

💗 4. Ayo Belajar Menghitung!

Perhatikan contoh soal berikut!

 

Contoh 1

Ada 10 burung di atas pohon. Sebanyak 3 burung terbang.

 

Berapa burung yang masih ada di pohon?

 

10 − 3 = 7

 

Jadi, burung yang masih ada di pohon berjumlah 7 ekor.

 

Contoh 2

Ibu memiliki 12 buah jeruk. Sebanyak 5 jeruk diberikan kepada tetangga.

 

Berapa jeruk yang masih dimiliki ibu?

 

12 − 5 = 7

 

Jadi, jeruk ibu yang tersisa ada 7 buah.

 

Contoh 3

Di taman terdapat 15 bunga. Sebanyak 4 bunga dipetik.

 

Berapa bunga yang masih ada di taman?

 

15 − 4 = 11

Jadi, bunga yang masih ada di taman berjumlah 11 bunga.

3. Yuk simak video pembelajaran berikut:

 


4.Post Test

 

 






Senin, 02 November 2026-1D-B.Indonesia

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : B.Indonesia

3. Hari/Tanggal     : Senin, 02 November 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Mengenal Percakapan Tentang Kesehatan

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan sederhana tentang kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan, menanggapi perkataan orang lain, serta menyampaikan pendapat dan keadaan diri menggunakan kalimat sederhana yang jelas dan santun.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat:

  1. Mengenal percakapan sederhana tentang kesehatan.
  2. Menyimak pembicaraan dengan baik.
  3. Menjawab pertanyaan sesuai isi pembicaraan.
  4. Menanggapi perkataan orang lain dengan tepat.
  5. Menggunakan kata-kata yang santun ketika berbicara.
  6. Mempraktikkan percakapan sederhana tentang kesehatan.
  7. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, kesehatan sangat penting bagi tubuh kita. Kita harus menjaga kebersihan, makan makanan bergizi, berolahraga, dan beristirahat dengan cukup.

Ketika berbicara tentang kesehatan, kita perlu mendengarkan dengan baik, menjawab dengan jujur, dan menanggapi perkataan orang lain dengan santun.

Sebelum belajar, mari jawab pertanyaan berikut!

✏️ Apa yang kamu lakukan agar tubuh tetap sehat?

✏️ Apa yang kamu katakan ketika merasa kurang sehat?

✏️ Apa yang kamu lakukan ketika temanmu berkata bahwa ia sedang sakit?

✏️ Bagaimana cara menjawab pertanyaan guru dengan sopan?

Cute little girl wash his hands in the sink with soap

GIZI SEIMBANG DAN SNACK SEHAT | LINE WEBTOON

student boy and girl Comforting sadly Friend

Ketika teman berkata, “Aku sedang kurang sehat,” kita tidak boleh menertawakannya. Kita dapat menjawab:

  • “Semoga kamu segera sehat, ya.”
  • “Apakah kamu ingin meminta bantuan Bu Guru?”
  • “Ayo, kita beri tahu Bu Guru.”

Melalui kegiatan ini, kita belajar peduli kepada orang lain dan menggunakan kata-kata yang baik.

 2. Meaningful (Bermakna)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berbicara tentang kesehatan dengan orang tua, guru, dokter, dan teman.

Kita dapat bertanya, menjawab, dan menanggapi pembicaraan tentang kesehatan.

 Percakapan 1: Sarapan Sehat

อาหารกับสมองลูก : ปั้นสมองให้เปล่งประกายด้วยอาหารทุกมื้อ - Pantip


Ibu: “Aisyah, apakah kamu sudah sarapan?”

Aisyah: “Sudah, Bu. Saya makan nasi dan telur.”

Ibu: “Bagus. Jangan lupa makan buah juga, ya.”

Aisyah: “Baik, Bu. Terima kasih sudah mengingatkan.”

Ayo, pahami percakapannya!

  • Siapa yang berbicara? Ibu dan Aisyah.
  • Apa yang ditanyakan ibu? Apakah Aisyah sudah sarapan.
  • Bagaimana jawaban Aisyah? Ia sudah sarapan dengan nasi dan telur.
  • Bagaimana tanggapan Aisyah terhadap nasihat ibu? Aisyah menjawab dengan sopan dan berterima kasih.

 Percakapan 2: Teman Merasa Kurang Sehat

Teacher Comforting Her Crying student

Rani: “Siti, mengapa kamu terlihat kurang bersemangat?”

Siti: “Aku merasa kurang sehat, Rani.”

Rani: “Oh, begitu. Sebaiknya kamu memberi tahu Bu Guru, ya.”

Siti: “Baik, Rani. Terima kasih atas perhatianmu.”

Ayo, pahami percakapannya!

  • Siapa yang merasa kurang sehat? Siti.
  • Apa tanggapan Rani? Rani menyarankan Siti memberi tahu Bu Guru.
  • Bagaimana sikap Rani? Peduli dan sopan.
  • Apa jawaban Siti? Siti berterima kasih kepada Rani.

Kesimpulan: Ketika berbicara tentang kesehatan, kita harus mendengarkan, menjawab sesuai pertanyaan, dan memberikan tanggapan yang baik.

E. PENJELASAN SINGKAT

1.  Keterkaitan dengan Kebesaran Allah Swt.

Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan berbagai bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Kita dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, dan melakukan banyak kegiatan.

Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang perlu kita syukuri. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan memperhatikan kesehatan.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar untuk:

  • 🌷 Bersyukur atas nikmat kesehatan.
  • 🌷 Menjaga kebersihan tubuh.
  • 🌷 Menyampaikan keadaan tubuh dengan jujur.
  • 🌷 Mendengarkan nasihat yang baik.
  • 🌷 Menolong teman yang membutuhkan bantuan.
  • 🌷 Berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan teman.

Mari gunakan kemampuan berbicara untuk menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas nikmat kesehatan. 🤲💗

2. MATERI AJAR

Mengenal Pengertian Menjawab dan Menanggapi Pembicaraan

Menjawab pembicaraan adalah memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau perkataan orang lain.

Menanggapi pembicaraan adalah memberikan tanggapan terhadap perkataan orang lain, misalnya menyetujui, memberikan saran sederhana, menunjukkan kepedulian, atau mengucapkan terima kasih.

Perhatikan contoh berikut!

Cause and Effect: If This Happens, Then What?

Contoh menjawab

Ibu: “Apakah kamu sudah mencuci tangan?”

Ani: “Sudah, Bu.”

Ani menjawab pertanyaan ibu.

Kid drinking water Vectors - Download Free High-Quality Vectors | Magnific (formerly Freepik)

Contoh menanggapi

Budi: “Kita harus minum air putih yang cukup.”

Dika: “Betul, Budi. Air putih baik untuk tubuh.”

Dika memberikan tanggapan yang sesuai.

Ingat, ya, sholeh dan sholehah!

  • Menjawab berarti memberikan jawaban.
  • Menanggapi berarti memberikan tanggapan.
  • Jawaban dan tanggapan harus sesuai dengan pembicaraan.
  • Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.

 Mengenal Kalimat untuk Menjawab dan Menanggapi

Ketika berbicara tentang kesehatan, kita dapat menggunakan beberapa kalimat berikut.

Keadaan

Contoh kalimat santun

Menjawab pertanyaan

“Sudah, Bu.”

Menyampaikan keadaan tubuh

“Saya merasa kurang sehat.”

Menyetujui nasihat

“Baik, Bu. Saya akan melakukannya.”

Memberikan saran

“Sebaiknya kamu beristirahat.”

Menunjukkan kepedulian

“Semoga kamu segera sehat.”

Mengucapkan terima kasih

“Terima kasih sudah membantu saya.”

🌷 Contoh percakapan

Guru: “Apa yang harus kita lakukan sebelum makan?”

Faris: “Kita harus mencuci tangan, Bu Guru.”

Guru: “Bagus sekali! Jangan lupa menggunakan sabun.”

Faris: “Baik, Bu Guru. Saya akan mencuci tangan dengan sabun.”

Ayo, perhatikan!

  • Faris menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
  • Faris menanggapi nasihat guru dengan sopan.
  • Faris menggunakan kata-kata yang baik.

 Cara Menjawab dan Menanggapi dengan Santun

Gambar Kartun Siswa Sedang Belajar Di Kelas - 52+ Koleksi Gambar


Agar dapat menjawab dan menanggapi pembicaraan dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Dengarkan dengan baik.

Perhatikan perkataan orang yang sedang berbicara.

Langkah 2: Pahami maksud pembicaraan.

Cari tahu apa yang ditanyakan atau disampaikan.

Langkah 3: Jawab sesuai pertanyaan.

Berikan jawaban yang benar dan jujur.

Langkah 4: Berikan tanggapan yang baik.

Kita dapat menyetujui, memberikan saran sederhana, atau menunjukkan kepedulian.

Langkah 5: Gunakan bahasa yang santun.

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak kasar.

 Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Ibu: “Mengapa kamu belum berangkat sekolah?”

Dina: “Saya belum enak badan, Bu.”

Ibu: “Kalau begitu, mari kita periksa keadaanmu dan meminta bantuan jika diperlukan.”

Dina: “Baik, Bu. Terima kasih.”

Dina menjawab dengan jujur dan menanggapi perkataan ibu dengan sopan.

 Berbicara dengan Santun tentang Kesehatan

Sholeh dan sholehah, kita harus menjaga perasaan orang lain ketika berbicara. Jangan mengejek teman yang sedang sakit atau merasa kurang sehat.

Il ruolo dell’insegnante di sostegno -

🌷 Meminta bantuan

“Bu Guru, bolehkah saya meminta bantuan?”

Gunakan kalimat yang sopan ketika membutuhkan pertolongan.

Teaching Kids to Recognize Body Signals of Emotions — Fuzzigram

🌷 Menyampaikan keadaan tubuh

“Bu, badan saya terasa kurang sehat.”

Sampaikan keadaan tubuh dengan jujur kepada orang tua atau guru.

Communication, Empathy, and Listening in K-12 Education - Education Briefs | Think Academy US

🌷 Menunjukkan kepedulian

“Apakah kamu membutuhkan bantuan?”

Tanyakan dengan lembut ketika teman membutuhkan pertolongan.

Ingat, ya!

  • Dengarkan orang lain sampai selesai berbicara.
  • Jangan memotong pembicaraan.
  • Jangan mengejek teman.
  • Jawablah pertanyaan dengan jujur.
  • Gunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih sesuai keadaan.
  • Mintalah bantuan orang tua atau guru ketika merasa tidak sehat.


3. Simak video berikut untuk menjawab latihan soal di bawah!


4. Alat peraga :

Video pembelajaran, televisi, buku cetak, papan tulis.

5. Post Test

Setelah menyimak video di atas, jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Apa judul video yang kamu simak?

  2. Siapa tokoh yang ada dalam video tersebut?

  3. Siapa yang tidak suka makan sayur?

  4. Mengapa kita perlu makan sayur?

  5. Bagaimana cara tokoh dalam video agar suka makan sayur?







 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS