1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
2. Mata Pelajaran : Adab
3. Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026
4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I
5. Materi :Berbicara sopan kepada teman
6. Pertemuan Ke : 1
Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.
Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲
B.CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal, memahami, meniru, dan membiasakan adab berbicara yang sopan kepada teman dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menggunakan kata-kata yang baik, berbicara dengan lembut, mendengarkan ketika teman berbicara, serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan teman.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat memahami pentingnya berbicara sopan kepada teman serta mampu menunjukkan perilaku berbicara dengan kata-kata yang baik, suara yang lembut, tidak mengejek, tidak membentak, dan menghargai teman dalam kehidupan sehari-hari.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyadari bahwa perkataan yang diucapkan dapat membuat teman senang atau sedih. Peserta didik mampu memperhatikan cara berbicara, memilih kata yang baik, dan berbicara dengan suara yang lembut kepada teman.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat menghubungkan pembelajaran berbicara sopan dengan kehidupan sehari-hari, seperti ketika mengajak teman bermain, meminta bantuan, meminjam barang, bertanya, dan menyampaikan pendapat.
Peserta didik memahami bahwa berbicara dengan sopan dapat membuat pertemanan menjadi rukun, nyaman, dan saling menghargai.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat belajar berbicara sopan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain peran, menirukan percakapan sederhana, memilih kata yang baik, tebak perilaku sopan dan tidak sopan, serta bermain bersama teman.
D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal pengertian sederhana tentang berbicara sopan.
Mengetahui pentingnya berbicara sopan kepada teman.
Mengenal contoh kata-kata yang sopan.
Mengenal cara berbicara dengan suara yang lembut.
Membedakan perkataan sopan dan tidak sopan.
Menunjukkan sikap mendengarkan ketika teman berbicara.
Membiasakan mengucapkan tolong ketika meminta bantuan.
Membiasakan mengucapkan terima kasih ketika menerima bantuan.
Membiasakan mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan.
Menghindari mengejek, membentak, dan berkata kasar kepada teman.
Mempraktikkan percakapan sederhana dengan bahasa yang sopan.
Membiasakan berbicara sopan kepada teman dalam kehidupan sehari-hari.
E.APERSEPSI
Anak-anak, siapa yang senang bermain bersama teman? 🙋♀️🙋♂️
Saat bermain bersama teman, kita tentu sering berbicara dan bercakap-cakap.
Coba perhatikan dua contoh berikut.
👧: “Tolong ambilkan pensilku, ya.”
👦: “Iya, tentu.”
Menurut kalian, apakah perkataan tersebut baik?
Sekarang perhatikan:
👧: “Ambilkan pensilku! Cepat!”
Apakah cara berbicara tersebut sudah sopan?
Nah, anak-anak, ternyata cara kita berbicara sangat penting.
Kita harus berbicara dengan kata-kata yang baik, suara yang lembut, tidak membentak, tidak mengejek, dan tidak berkata kasar.
Hari ini kita akan belajar tentang:
Adab terhadap teman
F. PEMBAHASAN SINGKAT
1. KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA
Al-Khaliq (Maha Pencipta)
Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan, seperti bentuk tubuh, suara, dan sifat.
Allah juga menciptakan kita agar dapat saling mengenal, berteman, dan saling menyayangi.
Oleh karena itu, kita harus menjaga perasaan teman dengan berbicara menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.
2. PENJABARAN MATERI
1. Pengertian Berbicara Sopan
Berbicara sopan adalah berbicara menggunakan kata-kata yang baik dan suara yang lembut serta menghargai orang yang diajak berbicara.
Contohnya:
🌷 “Tolong pinjamkan pensilmu.”
🌷 “Terima kasih sudah membantuku.”
🌷 “Maaf, aku tidak sengaja.”
🌷 “Bolehkah aku ikut bermain?”
💗 2. Menggunakan Kata-Kata yang Baik
Saat berbicara kepada teman, gunakan kata-kata yang baik.
Beberapa kata sopan yang dapat digunakan:
💗 Tolong
💗 Terima kasih
💗 Maaf
💗 Permisi
💗 Bolehkah?
Contoh:
“Tolong ambilkan bukuku.”
“Terima kasih sudah membantuku.”
“Maaf, aku tidak sengaja.”
“Permisi, boleh aku lewat?”
💗 3. Berbicara dengan Suara yang Lembut
Saat berbicara kepada teman, gunakan suara yang lembut dan tidak berteriak.
❌ “KAMU, SINI!”
✅ “Tolong ke sini, ya.”
❌ “ITU PUNYAKU!”
✅ “Itu punyaku. Boleh aku mengambilnya?”
Berbicara dengan lembut membuat teman merasa nyaman dan dihargai.
💗 4. Tidak Mengejek Teman
Kita tidak boleh mengejek nama, bentuk tubuh, pakaian, kemampuan, atau kekurangan teman.
❌ “Kamu jelek!”
❌ “Kamu bodoh!”
Lebih baik berkata:
✅ “Ayo kita belajar bersama.”
✅ “Tidak apa-apa, kita coba lagi.”
Kata-kata yang baik dapat membuat teman senang dan percaya diri.
💗 5. Mendengarkan Saat Teman Berbicara
Berbicara sopan bukan hanya menggunakan kata-kata yang baik.
Kita juga harus mendengarkan teman ketika berbicara.
Caranya:
👂 Dengarkan teman.
👀 Lihat teman yang sedang berbicara.
🤫 Jangan memotong pembicaraan.
💗 Tunggu sampai teman selesai berbicara.
💗 6. Contoh Percakapan Sopan
🌷 Meminta bantuan
👧: “Tolong bantu aku membawa buku ini.”
👦: “Baik, aku bantu.”
👧: “Terima kasih.”
🌷 Meminjam barang
👦: “Bolehkah aku meminjam pensilmu?”
👧: “Boleh.”
👦: “Terima kasih.”
🌷 Meminjam barang
👦: “Bolehkah aku meminjam pensilmu?”
👧: “Boleh.”
👦: “Terima kasih.”
🌷 Ketika melakukan kesalahan
👧: “Maaf, aku tidak sengaja menyenggolmu.”
👦: “Tidak apa-apa.”
🌷 Anak yang baik berbicara dengan sopan kepada teman.
3. Video Pembelajaran:
4. Post Test/Tugas
Yuk Berlatih!
5. Kesimpulan & Refleksi :
1. Kesimpulan :
2. Refleksi :
3. Capaian Tujuan Pembelajaran
Jumlah peserta didik tuntas : ........ peserta didik
Jumlah peserta didik belum tuntas : ........ peserta didik
1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
2. Mata Pelajaran : PAK
3. Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026
4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I
5. Materi : Sikap Mandiri
6. Pertemuan Ke 1
Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.
Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲
B.CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal dan memahami sikap mandiri sebagai nilai penting dalam Pendidikan Anti Korupsi. Peserta didik mampu menunjukkan contoh sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.
C.TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat:
Menjelaskan arti jujur dengan bahasa sederhana.
Menyebutkan contoh sikap jujur.
Menjelaskan arti mandiri dengan bahasa sederhana.
Menyebutkan contoh sikap mandiri.
Membiasakan diri bersikap jujur dan mandiri.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik menyadari bahwa berkata benar dan berusaha melakukan kegiatan sendiri merupakan kebiasaan yang baik. Peserta didik belajar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan sikap jujur dan mandiri dengan kegiatan sehari-hari, seperti berkata benar, mengakui kesalahan, menyiapkan perlengkapan sekolah, merapikan barang, dan mengerjakan tugas sendiri.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti melihat gambar, mendengarkan cerita, bermain peran, dan memilih perilaku yang termasuk jujur dan mandiri.
D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal arti sikap jujur.
Mengenal contoh sikap jujur di rumah dan sekolah.
Mengenal arti sikap mandiri.
Mengenal contoh sikap mandiri di rumah dan sekolah.
Membedakan perilaku jujur dan tidak jujur.
Membedakan perilaku mandiri dan tidak mandiri.
Membiasakan diri menjadi anak yang jujur dan mandiri
E.Apersepsi
F. PEMBAHASAN SINGKAT
1. KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA
2. PENJABARAN MATERI
Mandiri
Mandiri adalah berusaha melakukan sesuatu sendiri sesuai kemampuan kita.
Anak yang mandiri mau mencoba dan tidak selalu meminta bantuan orang lain.
Contoh sikap mandiri:
✅ Memakai sepatu sendiri.
✅ Memakai dan merapikan pakaian sendiri.
✅ Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.
✅ Merapikan mainan sendiri.
✅ Makan sendiri dengan tertib.
✅ Mengerjakan tugas sendiri.
✅ Menyimpan barang pada tempatnya.
🌷 Contoh:
👦 Budi selesai belajar. Ia memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas sendiri.
Budi menunjukkan sikap mandiri.
🌟 Ingat!
Anak mandiri mau mencoba dan berusaha sendiri.
Kita harus belajar mandiri karena:
🌷 Kita menjadi lebih percaya diri.
🌷 Kita belajar bertanggung jawab.
🌷 Kita tidak selalu bergantung kepada orang lain.
🌷 Kita dapat menyelesaikan tugas sendiri.
🌷 Orang tua dan guru merasa bangga.
Mandiri di Rumah
Contoh sikap baik di rumah:
🏠 Merapikan tempat tidur sendiri.
🏠 Merapikan mainan sendiri.
🏠 Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
🏠 Makan dan minum dengan tertib.
🏠 Mencoba menyelesaikan tugas sendiri.
🌷 Contoh:
👧 Lani selesai bermain. Ia merapikan mainannya sendiri tanpa menunggu Ibu menyuruhnya.
Lani menunjukkan sikap mandiri.
Contoh sikap baik di sekolah:
🏫 Mengerjakan tugas sendiri.
🏫 Menyiapkan alat tulis sendiri.
🏫 Merapikan meja setelah belajar.
🏫 Menyimpan buku pada tempatnya.
Perilaku yang Tidak Mandiri
Perilaku yang sebaiknya tidak kita biasakan:
❌ Selalu meminta orang lain mengerjakan tugas kita.
❌ Tidak mau mencoba sendiri.
❌ Selalu meminta bantuan untuk hal yang bisa dilakukan sendiri.
❌ Tidak mau merapikan barang sendiri.
❌ Mudah menyerah sebelum mencoba.
INGAT!
MANDIRI itu Mau mencoba dan melakukan sesuatu sendiri.
1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
2. Mata Pelajaran : P.Pancasila
3. Hari/Tanggal : Kamis, 17 September 2026
4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I
5. Materi :Mengenal Pengertian Aturan di Rumah
6. Pertemuan Ke 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tabik pun anak-anak hebat kelas 1D.
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.
Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲
B. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga serta menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mampu mengenali kegiatan yang sesuai dengan aturan di rumah dan membiasakan diri bersikap tertib serta bertanggung jawab sebagai anggota keluarga.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Menyebutkan contoh aturan yang ada di rumah.
Mengenali kegiatan yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan di rumah.
Menceritakan salah satu aturan yang biasa dilakukan di rumah.
Menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam mematuhi aturan keluarga.
Mindful
Peserta didik mampu memusatkan perhatian dan mengamati berbagai kegiatan di rumah untuk mengenali aturan yang berlaku dalam keluarga.
Meaningful
Peserta didik mampu menghubungkan pengertian aturan dengan kegiatan yang dilakukan setiap hari di rumah, seperti merapikan tempat tidur, membantu orang tua, membuang sampah pada tempatnya, dan mengikuti aturan keluarga.
Joyful
Peserta didik belajar mengenal aturan melalui kegiatan bernyanyi lagu “Bangun Tidur”, mengamati gambar, bermain “Pilih yang Mematuhi Aturan”, menonton video, berdiskusi, dan menceritakan aturan yang biasa dilakukan di rumah dengan menyenangkan.
D. Alur Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Peserta didik mampu mengenali berbagai aturan yang ada di rumah.
Peserta didik mampu menentukan kegiatan yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan di rumah.
Peserta didik mampu menceritakan salah satu aturan yang biasa dilakukan di rumah.
Peserta didik mampu membiasakan diri mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.
E. Apersepsi
Anak-anak, sebelum belajar hari ini kita akan bernyanyi bersama.
🎵 “Bangun Tidur” 🎵
Bangun tidur kuterus mandi Tidak lupa menggosok gigi Habis mandi kutolong ibu Membersihkan tempat tidurku
Setelah bernyanyi, guru bertanya:
“Siapa yang merapikan tempat tidur setiap pagi?”
“Siapa yang membantu orang tua di rumah?”
Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memiliki aturan di rumah.
🌟 Kebesaran Allah SWT
Guru menyampaikan bahwa Allah SWT memiliki nama Al-Hakim.
Al-Hakim artinya Allah Maha Bijaksana.
Allah menetapkan segala sesuatu dengan penuh kebijaksanaan.
Begitu juga aturan di rumah dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, dan nyaman.
Tujuan Pembelajaran — Mindful Learning / Berkesadaran ini kita belajar:
mengenal aturan di lingkungan keluarga;
mengenal pengertian aturan di rumah;
menyebutkan contoh aturan keluarga;
mengenali kegiatan yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan.
F. PEMBAHASAN SINGKAT
1. KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA
🌷 Al-Hakim — Allah Maha Bijaksana
Allah SWT adalah Al-Hakim, artinya Allah Maha Bijaksana.
Allah SWT menetapkan segala sesuatu dengan penuh kebijaksanaan.
Dalam kehidupan keluarga, aturan juga dibuat dengan tujuan agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.
Oleh karena itu, kita perlu belajar mengenal dan mematuhi aturan yang ada di rumah.
2. PENJABARAN MATERI
🌟 A. Apa Itu Aturan?
Anak-anak, tahukah kalian apa itu aturan?
Aturan adalah ketentuan yang harus kita patuhi.
Setiap keluarga memiliki aturan di rumah.
Aturan membantu anggota keluarga melakukan kegiatan dengan tertib.
Contohnya:
🛏️ Merapikan tempat tidur setelah bangun.
🗑️ Membuang sampah pada tempatnya.
🤲 Membantu orang tua.
🧸 Merapikan mainan setelah bermain.
🌙 Mengikuti waktu tidur yang telah ditentukan.
🌟 B. Contoh Aturan di Rumah
Perhatikan contoh berikut!
🛏️ 1. Merapikan Tempat Tidur
Setelah bangun tidur, kita merapikan tempat tidur.
👉 Kita belajar mematuhi aturan dan menjaga kerapian.
🗑️ 2. Membuang Sampah pada Tempatnya
Sampah harus dibuang pada tempatnya.
👉 Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan.
🤲 3. Membantu Orang Tua
Kita membantu orang tua sesuai kemampuan.
👉 Contohnya membantu merapikan barang atau membersihkan rumah.
🧸 4. Merapikan Mainan
Setelah selesai bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.
👉 Rumah menjadi lebih rapi dan kita belajar bertanggung jawab.
🌙 5. Mengikuti Waktu Istirahat
Kita mengikuti waktu tidur yang telah ditentukan keluarga.
👉 Kita belajar mematuhi aturan di rumah.
🌟 C. Mana yang Mematuhi Aturan?
Perhatikan kegiatan berikut!
Jadi, kita harus membiasakan diri melakukan kegiatan yang sesuai dengan aturan di rumah.
🗣️ D. Ayo Mengamati!
Peserta didik mengamati gambar aktivitas keluarga.
Guru memberikan pertanyaan:
“Apa yang dilakukan anak pada gambar?”
“Apakah kegiatan tersebut merupakan aturan di rumah?”
Peserta didik menyampaikan hasil pengamatannya.
Guru memberikan petunjuk dan membimbing peserta didik dalam memahami informasi.
🎥 E. Ayo Menonton Video!
Sekarang mari kita simak video pembelajaran tentang aturan-aturan yang ada di rumah.
3. Video Pembelajaran:
Setelah menonton video, guru bertanya:
“Aturan apa yang kalian lihat dalam video?”
“Apakah ada aturan yang kalian lakukan di rumah?”
Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami.
🤝 F. Ayo Berdiskusi!
Sekarang kita berdiskusi bersama teman.
Peserta didik berdiskusi tentang:
“Apa saja aturan yang ada di rumah?”
Contohnya:
🛏️ Merapikan tempat tidur.
🗑️ Membuang sampah pada tempatnya.
🤲 Membantu orang tua.
🧸 Merapikan mainan.
🌙 Tidur sesuai waktu.
Setiap keluarga memiliki aturan.
Aturan adalah ketentuan yang harus kita patuhi.
Aturan dibuat untuk kebaikan bersama.
Aturan membantu kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, dan nyaman.
Contoh aturan di rumah adalah merapikan tempat tidur, membuang sampah pada tempatnya, membantu orang tua, dan merapikan mainan.
Anak yang mematuhi aturan merupakan anak yang disiplin dan bertanggung jawab.
Al-Hakim artinya Allah Maha Bijaksana.
🌟 Mari menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab dengan mematuhi aturan di rumah.
🎤 G. Ayo Ceritakan!
Sekarang saatnya kalian bercerita.
Ceritakan salah satu aturan yang biasa kalian lakukan di rumah.
Contoh:
“Di rumah saya, saya harus merapikan tempat tidur setelah bangun.”
atau
“Di rumah saya, saya harus merapikan mainan setelah bermain.”
Peserta didik diberikan kesempatan untuk bercerita di depan teman-temannya.
Guru memberikan penguatan dan apresiasi. 👏🌟
🎮 H. Games “Pilih yang Mematuhi Aturan!”
Sekarang waktunya bermain! 🎉
Guru menunjukkan gambar atau menyebutkan kegiatan.
Peserta didik memberikan respons:
👍 Mematuhi aturan
👎 Tidak mematuhi aturan
Contoh:
“Merapikan tempat tidur setelah bangun.”
👉 👍
“Membuang sampah sembarangan.”
👉 👎
“Membantu ibu.”
👉 👍
“Bermain sampai larut malam.”
👉 👎
Melalui permainan ini, peserta didik belajar mengenali kegiatan yang sesuai dengan aturan di rumah dengan cara yang menyenangkan.
🧰 3. Media Pembelajaran
Gambar aktivitas keluarga
Kartu gambar
Video pembelajaran
Laptop
Televisi
Papan tulis
Spidol
LKPD
✏️ 4. Post Test/Tugas
5. Kesimpulan & Refleksi
Kesimpulan : Aturan adalah ketentuan yang harus kita patuhi.
Refleksi :
Berdasarkan pembelajaran hari ini diketahui bahwa sebagian besar peserta didik telah mengetahui pengertian aturan dan contoh aturan di rumah. Namun beberapa peserta didik masih kesulitan dalam memahami pengertian aturan.
3. Capaian Tujuan Pembelajaran
Jumlah peserta didik tuntas : 27 peserta didik
Jumlah peserta didik belum tuntas : 3 peserta didik
Tindak Lanjut :
Pada pertemuan berikutnya materi ini akan kembali dijelaskan disertai contoh lainnya.
1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
2. Mata Pelajaran : P.Pancasila
3. Hari/Tanggal : Rabu, 16 September 2026
4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I
5. Materi : Nilai-nilai Pancasila
Tabik pun anak-anak hebat kelas 1D.
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.
Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲
B. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
Peserta didik mampu menunjukkan sikap bekerja sama, saling menolong, hidup rukun, dan menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
Menentukan sikap yang tepat dalam berbagai situasi di lingkungan keluarga.
Bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan tugas.
Menyelesaikan masalah sederhana dengan sikap yang baik.
Membiasakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Mindful
Peserta didik mampu memusatkan perhatian dan mengamati berbagai situasi di lingkungan keluarga dengan teliti untuk menentukan sikap yang tepat.
Meaningful
Peserta didik mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah, seperti membantu ibu, menolong adik, bekerja sama, berbagi, dan bermusyawarah.
Joyful
Peserta didik mampu belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan memilih sikap yang tepat, berdiskusi dengan teman, dan bermain “Roda Sikap Baik” dengan menyenangkan dan percaya diri.
Tabik pun anak-anak hebat kelas 1D.
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.
Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲
B. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
Peserta didik mampu menunjukkan sikap bekerja sama, saling menolong, hidup rukun, dan menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
Menentukan sikap yang tepat dalam berbagai situasi di lingkungan keluarga.
Bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan tugas.
Menyelesaikan masalah sederhana dengan sikap yang baik.
Membiasakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Mindful
Peserta didik mampu memusatkan perhatian dan mengamati berbagai situasi di lingkungan keluarga dengan teliti untuk menentukan sikap yang tepat.
Meaningful
Peserta didik mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah, seperti membantu ibu, menolong adik, bekerja sama, berbagi, dan bermusyawarah.
Joyful
Peserta didik mampu belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan memilih sikap yang tepat, berdiskusi dengan teman, dan bermain “Roda Sikap Baik” dengan menyenangkan dan percaya diri.
D. Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenali berbagai sikap dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
Peserta didik mampu menentukan sikap yang tepat dalam berbagai situasi.
Peserta didik mampu menghubungkan sikap dengan nilai-nilai Pancasila.
Peserta didik mampu bekerja sama dan berdiskusi dengan teman.
Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di keluarga.
E. Apersepsi
Pada pembelajaran sebelumnya, kita telah belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran dengan materi yang tidak kalah menarik, yaitu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
Guru menunjukkan Kotak Kebaikan yang berisi kartu-kartu perilaku baik.
Guru meminta beberapa peserta didik mengambil satu kartu.
Contoh kartu:
🛍️ Membantu ibu membawa belanjaan
🤲 Menolong adik
🧹 Membersihkan rumah bersama
🧸 Berbagi mainan
Guru bertanya:
“Anak-anak, pernahkah kalian melakukan kegiatan seperti pada kartu?”
“Bagaimana perasaan kalian setelah melakukannya?”
Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran sebelumnya.
Motivasi
Guru mengajak peserta didik bermain “Pilih Sikap yang Tepat”.
Guru membacakan suatu situasi.
Peserta didik memilih kartu:
🟢 Sikap Baik
🔴 Sikap Kurang Baik
Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik.
Tujuan Pembelajaran (Mindful Learning / Berkesadaran)
Hari ini kita belajar:
menentukan sikap yang tepat;
bekerja sama dengan teman;
menyelesaikan masalah sederhana;
membiasakan nilai-nilai Pancasila di rumah.
F. Pembahasan Singkat
1. Ayat Al-Qur'an
QS. Al-Ma'idah Ayat 2
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma'idah: 2)
Anak-anak, Allah SWT mengajarkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan.
Di rumah, kita dapat menerapkannya dengan membantu orang tua, menolong saudara, bekerja sama membersihkan rumah, dan melakukan kebaikan bersama.
2. Penjabaran Materi
Materi
🌟 A. Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah
Anak-anak...
Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kegiatan sehari-hari di rumah.
Kita dapat menunjukkan sikap baik kepada ayah, ibu, kakak, adik, dan anggota keluarga lainnya.
Contohnya:
🤲 Menolong anggota keluarga
🧹 Bekerja sama membersihkan rumah
🧸 Berbagi dengan saudara
💬 Bermusyawarah saat menentukan sesuatu
❤️ Hidup rukun dengan keluarga
🌟 B. Ayo Menentukan Sikap yang Tepat
Perhatikan situasi berikut!
🛍️ 1. Ibu Membawa Belanjaan
Ibu sedang membawa banyak belanjaan.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
👉 Membantu ibu.
Sikap ini menunjukkan kepedulian kepada anggota keluarga.
😢 2. Adik Menangis
Adik menangis karena mainannya rusak.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
👉 Menolong dan menghibur adik.
Sikap ini menunjukkan kepedulian dan kemanusiaan.
🧹 3. Ayah Membersihkan Halaman
Ayah sedang membersihkan halaman.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
👉 Ikut membantu dan bergotong royong.
Sikap ini menunjukkan kerja sama.
🧸 4. Kakak dan Adik Berebut Mainan
Kakak dan adik berebut mainan.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
👉 Bermusyawarah dan berbagi.
Sikap ini menunjukkan hidup rukun dan menghargai pendapat.
📖 C. Ayo Menghubungkan dengan Nilai Pancasila
Perhatikan contoh berikut!
Situasi
Sikap yang Tepat
Nilai Pancasila
Ibu membawa belanja
Membantu ibu
Sila ke-5
Adik menangis
Menolong adik
Sila ke-2
Ayah membersihkan halaman
Ikut bergotong royong
Sila ke-5
Berebut mainan
Bermusyawarah dan berbagi
Sila ke-3 dan ke-4
Nilai Pancasila dapat kita terapkan melalui tindakan sederhana setiap hari.
🗣️ D. Ayo Berpikir dan Berdiskusi
Sekarang kita belajar bersama teman.
Tahap 1 — Think (Berpikir)
Guru menunjukkan beberapa gambar.
🖼️ Gambar 1: Ibu sedang membawa belanjaan.
🖼️ Gambar 2: Adik menangis karena mainannya rusak.
🖼️ Gambar 3: Ayah mengajak membersihkan halaman.
🖼️ Gambar 4: Kakak dan adik berebut mainan.
Peserta didik mengamati gambar secara mandiri.
Guru bertanya:
“Apa yang terjadi pada gambar?”
“Apa yang sebaiknya dilakukan?”
Peserta didik berpikir sendiri selama beberapa menit.
Tahap 2 — Pair (Berpasangan)
Peserta didik berdiskusi dengan teman sebangku.
Peserta didik menentukan sikap yang tepat dan nilai Pancasila dari setiap situasi.
Guru membimbing pasangan yang mengalami kesulitan.
Tahap 3 — Share (Berbagi)
Setiap pasangan menyampaikan hasil diskusinya.
Guru memberikan kesempatan kepada pasangan lain untuk memberikan tanggapan.
Guru menguatkan jawaban yang benar.
🎡 E. Permainan “Roda Sikap Baik”
Sekarang waktunya bermain!
Guru menyiapkan roda putar yang berisi berbagai situasi dalam kehidupan keluarga.
Kelompok memutar roda.
Kelompok mendiskusikan sikap yang tepat.
Kelompok mempresentasikan hasilnya.
Guru memberikan penghargaan berupa tepuk semangat. 👏👏👏
3. Video Pembelajaran
4. Media Pembelajaran
Papan tulis
Spidol
Video pembelajaran
Laptop
5. Post Test/Tugas
🌟 B. Pilih Sikap yang Tepat!
1. Ibu membawa banyak belanjaan.
Saya sebaiknya:
☐ Membantu ibu
☐ Membiarkan ibu sendiri
2. Adik sedang menangis.
Saya sebaiknya:
☐ Menolong adik
☐ Membiarkan adik
3. Ayah membersihkan halaman.
Saya sebaiknya:
☐ Ikut membantu
☐ Bermain sendiri
4. Kakak dan adik berebut mainan.
Sebaiknya:
☐ Berbagi dan bermusyawarah
☐ Terus berebut
🌟 C. Pasangkan!
Pasangkan situasi dengan sikap yang tepat.
Ibu membawa belanjaan → Membantu ibu
Adik menangis → Menolong adik
Ayah membersihkan halaman → Ikut bergotong royong
Berebut mainan → Berbagi dan bermusyawarah
🌟 D. Ayo Menggambar!
Gambarlah satu kegiatan yang menunjukkan pengamalan Pancasila di rumah!