Selasa, 03 November 2026-1D-SR

Senin, 02 November 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

3. Hari/Tanggal     : Selasa, 03 November 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Mengenal Bentuk, Garis, dan Warna pada Lingkungan Sekitar

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲



B. CAPAIAN PEMBELAJARAN


Peserta didik mampu mengamati bentuk, garis, dan warna pada benda di lingkungan sekitar serta menggunakannya untuk membuat karya seni rupa sederhana.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Meaningful Learning

Peserta didik mengenal bentuk, garis, dan warna melalui benda-benda yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


2. Mindful Learning

Peserta didik mengamati dan membedakan bentuk, garis, serta warna dengan teliti.


3. Joyful Learning

Peserta didik membuat gambar sederhana menggunakan berbagai bentuk, garis, dan warna dengan gembira.


D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Mengenal berbagai bentuk pada benda di sekitar.

2. Mengenal macam-macam garis.

3. Mengenal berbagai warna.

4. Menggabungkan bentuk, garis, dan warna menjadi gambar sederhana.

5. Menghargai karya sendiri dan karya teman.


E. APERSEPSI


Anak-anak shalih dan shalihah, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian! Ada buku, meja, jam dinding, bunga, dan matahari. Apakah semua benda tersebut memiliki bentuk dan warna yang sama?


1. Bentuk apa yang kalian lihat pada jam dinding?

2. Apa warna daun dan bunga?

3. Apakah kalian pernah menggambar rumah menggunakan bentuk segitiga dan persegi?


Yuk, kita belajar mengenal bentuk, garis, dan warna!


F. PENJELASAN SINGKAT


1. Integrasi Keislaman


Allah SWT menciptakan alam semesta dengan berbagai bentuk dan warna yang indah. Ada matahari yang bersinar, daun yang hijau, bunga yang berwarna-warni, dan langit yang luas.


Kita dapat mengenal keindahan ciptaan Allah SWT melalui kegiatan menggambar. Sebagai anak shalih dan shalihah, kita hendaknya bersyukur atas keindahan yang telah Allah SWT berikan serta menjaga lingkungan di sekitar kita.



Garis zig-zag adalah garis yang berbelok-belok dan membentuk sudut secara berulang.


[GAMBAR ANIMASI: Garis zig-zag seperti bentuk petir.]


d. Garis Bergelombang


Garis bergelombang adalah garis yang naik dan turun seperti gelombang air.


[GAMBAR ANIMASI: Gelombang air berwarna biru dan garis bergelombang.]

C. Mengenal Warna


Warna membuat gambar terlihat lebih indah dan menarik.


a. Warna Merah


Contohnya adalah warna bunga mawar merah dan buah stroberi.


[GAMBAR ANIMASI: Bunga mawar merah dan buah stroberi.]


b. Warna Kuning


Contohnya adalah warna matahari dan buah pisang matang.


[GAMBAR ANIMASI: Matahari tersenyum dan pisang berwarna kuning.]


c. Warna Biru


Contohnya adalah warna langit cerah dan air laut.


[GAMBAR ANIMASI: Langit biru dengan awan putih dan laut biru.]


d. Warna Hijau


Contohnya adalah warna daun dan rumput.


[GAMBAR ANIMASI: Pohon rindang, daun hijau, dan rumput.]


e. Warna Lainnya


Selain merah, kuning, biru, dan hijau, terdapat warna lain seperti jingga, ungu, cokelat, putih, dan hitam.


[GAMBAR ANIMASI: Kumpulan krayon dengan beragam warna.]


D. Menggabungkan Bentuk, Garis, dan Warna


Kita dapat menggabungkan bentuk, garis, dan warna untuk membuat gambar yang indah.


Contohnya, gambar rumah dapat dibuat menggunakan:

- Segitiga untuk atap.

- Persegi atau persegi panjang untuk badan rumah.

- Persegi panjang untuk pintu.

- Persegi untuk jendela.

- Garis lurus untuk dinding dan bagian rumah lainnya.

- Warna merah untuk atap, kuning untuk dinding, dan biru untuk jendela.


[GAMBAR ANIMASI: Rumah sederhana berwarna cerah dengan atap segitiga merah, dinding kuning, pintu biru, jendela, pohon hijau, bunga, dan matahari.]


Dengan menggabungkan berbagai bentuk, garis, dan warna, kita dapat membuat gambar rumah, pohon, bunga, pemandangan, dan gambar lainnya sesuai imajinasi kita.

4. VIDEO PEMBELAJARAN


Peserta didik menyimak video animasi tentang bentuk, garis, dan warna. Setelah menonton, peserta didik menyebutkan contoh bentuk, garis, dan warna yang mereka lihat.


5. ALAT PERAGA


1. Gambar animasi bentuk, garis, dan warna.

2. Benda-benda di dalam kelas.

3. Kertas gambar.

4. Pensil dan penghapus.

5. Krayon atau pensil warna.


6. POSTTEST


Jawablah pertanyaan berikut!


1. Apa bentuk jam dinding yang bulat?

2. Berapa jumlah sisi pada bentuk segitiga?

3. Apa nama garis yang berbelok-belok?

4. Sebutkan dua benda yang berwarna hijau!

5. Bentuk apa saja yang dapat digunakan untuk menggambar rumah?


KESIMPULAN


Bentuk, garis, dan warna dapat kita temukan pada berbagai benda di sekitar kita. Kita dapat menggunakannya untuk membuat gambar yang indah dan menarik. Keindahan alam merupakan salah satu bentuk kebesaran Allah SWT yang harus kita syukuri.


REFLEKSI


1. Apakah peserta didik dapat mengenali bentuk, garis, dan warna?

2. Apakah peserta didik dapat menyebutkan contoh benda sesuai bentuk dan warnanya?

3. Apakah peserta didik dapat membuat gambar sederhana menggunakan bentuk, garis, dan warna?


CAPAIAN PEMBELAJARAN:

....................................................................


TINDAK LANJUT:

....................................................................


PESERTA DIDIK TUNTAS:

....................................................................


PESERTA DIDIK TIDAK TUNTAS:

....................................................................


PESERTA DIDIK HADIR:

....................................................................


PESERTA DIDIK TIDAK HADIR:

......................................................


Selasa, 03 November 2026-1D-MTK

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Matematika

3. Hari/Tanggal     : Selasa, 03 November 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Peserta didik mampu memahami dan menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat memahami soal cerita pengurangan sederhana, menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, menyelesaikan soal menggunakan benda konkret atau gambar, serta menuliskan kalimat matematika dan hasil pengurangan dengan tepat melalui kegiatan mengamati gambar, bermain kartu soal, dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik, seperti menghitung sisa telur, buah, pensil, mainan, dan benda lainnya setelah beberapa benda diambil atau digunakan.

Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak memahami isi soal cerita dengan cermat, mengenali jumlah benda mula-mula, mengetahui jumlah benda yang diambil, dan menentukan jumlah benda yang tersisa.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan Kartu Soal Cerita dan praktik pengurangan menggunakan benda konkret, seperti telur mainan, gambar buah, atau pensil.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Peserta didik mengenal soal cerita pengurangan sederhana.

  2. Peserta didik mengidentifikasi jumlah benda mula-mula dalam soal cerita.

  3. Peserta didik menentukan jumlah benda yang diambil atau berkurang.

  4. Peserta didik menyelesaikan soal cerita menggunakan benda konkret atau gambar.

  5. Peserta didik menuliskan kalimat matematika pengurangan dengan tepat.

  6. Peserta didik menyelesaikan soal cerita pengurangan sederhana sampai 20 dalam kehidupan sehari-hari.

E. APERSEPSI

Guru mengulas pembelajaran sebelumnya tentang konsep pengurangan, kemudian menghubungkannya dengan soal cerita pengurangan sederhana.

Guru menunjukkan gambar atau benda konkret, seperti 5 buah apel. Guru mengambil 2 buah apel dan meminta peserta didik menghitung jumlah apel yang tersisa.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Jika kamu memiliki 5 pensil dan memberikan 2 pensil kepada teman, berapa pensil yang tersisa?

  • Apa yang terjadi ketika beberapa benda diambil?

  • Bagaimana cara mengetahui jumlah benda yang tersisa?

  • Simbol apa yang digunakan untuk pengurangan?

  • Pernahkah kamu melakukan pengurangan saat bermain atau membantu orang tua?

F. PENJELASAN SINGKAT

1. Allah Maha Pencipta dan Mengajarkan Kita untuk Bersyukur

Allah Swt. menciptakan berbagai benda dan buah-buahan yang dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan menggunakan benda-benda tersebut dengan baik.

Melalui kegiatan berhitung, kita belajar menjadi anak yang teliti, jujur, dan bertanggung jawab. Kita juga belajar berbagi dengan teman serta menghargai nikmat Allah Swt.

2. PENJABARAN MATERI

Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda dari jumlah semula sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit.

Simbol pengurangan adalah tanda minus (−).

Contoh:

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎

Ada 5 buah apel. Sebanyak 2 buah apel diambil.

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎

Apel yang tersisa ada 3 buah.

Kalimat matematika:

5 − 2 = 3

Jadi, 5 dikurangi 2 sama dengan 3.

Apa Itu Soal Cerita Pengurangan?

Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita tentang suatu kejadian yang melibatkan pengurangan jumlah benda.

Cara Menyelesaikan Soal Cerita Pengurangan

  1. Membaca soal cerita dengan cermat.

  2. Menentukan jumlah benda mula-mula.

  3. Menentukan jumlah benda yang diambil atau berkurang.

  4. Menuliskan kalimat matematika pengurangan.

  5. Menghitung hasil pengurangan.

  6. Menuliskan jawaban sesuai dengan pertanyaan.

Contoh Soal Cerita 1: Buah Apel

Ibu memiliki 8 buah apel. Sebanyak 3 buah apel dimakan keluarga. Berapa buah apel yang tersisa?

Diketahui:

  • Apel mula-mula ada 8 buah.

  • Apel yang dimakan ada 3 buah.

Kalimat matematika:

8 − 3 = 5

Jawaban: Apel yang tersisa ada 5 buah.

Contoh Soal Cerita 2: Pensil

Rani memiliki 10 pensil. Sebanyak 4 pensil diberikan kepada adiknya. Berapa pensil Rani sekarang?

Kalimat matematika:

10 − 4 = 6

Jawaban: Pensil Rani sekarang ada 6 buah.

Contoh Soal Cerita 3: Telur

Ayah memiliki 12 butir telur. Sebanyak 5 butir telur digunakan untuk memasak. Berapa butir telur yang tersisa?

Kalimat matematika:

12 − 5 = 7

Jawaban: Telur yang tersisa ada 7 butir.

Contoh Soal Cerita 4: Mainan

Budi memiliki 15 mobil-mobilan. Sebanyak 6 mobil-mobilan disimpan di dalam kotak. Berapa mobil-mobilan yang masih berada di luar kotak?

Kalimat matematika:

15 − 6 = 9

Jawaban: Mobil-mobilan yang masih berada di luar kotak ada 9 buah.

Kata-Kata yang Menunjukkan Pengurangan

  • Diambil.

  • Diberikan.

  • Dimakan.

  • Digunakan.

  • Hilang.

  • Tersisa.

  • Berkurang.

Manfaat Belajar Soal Cerita Pengurangan

  • Membantu menyelesaikan masalah sehari-hari.

  • Melatih ketelitian dalam berhitung.

  • Membantu memahami penggunaan pengurangan.

  • Melatih kemampuan berpikir logis.

  • Membiasakan peserta didik menyelesaikan masalah secara bertahap.

. VIDEO PEMBELAJARAN

Guru menampilkan video animasi pendek tentang soal cerita pengurangan sederhana sampai 20.

Video dapat menampilkan cerita tentang buah-buahan, hewan, mainan, atau benda sehari-hari yang jumlahnya berkurang.

Peserta didik menyimak cerita, menghitung jumlah benda yang tersisa, dan menyebutkan kalimat matematika yang sesuai.

5. ALAT PERAGA

  • Kartu soal cerita pengurangan.

  • Benda konkret, seperti telur mainan, pensil, dan buah buatan.

  • Wadah telur dari kardus.

  • Gambar benda untuk berhitung.

  • LKPD soal cerita pengurangan.

  • Papan tulis dan alat tulis.

6. POSTTEST

A. Selesaikan soal cerita berikut!

  1. Siti memiliki 7 buah jeruk. Sebanyak 3 buah jeruk dimakan. Berapa buah jeruk yang tersisa?

    Kalimat matematika: ....................................

    Jawaban: ....................................

  2. Budi memiliki 9 pensil. Sebanyak 4 pensil diberikan kepada temannya. Berapa pensil Budi yang tersisa?

    Kalimat matematika: ....................................

    Jawaban: ....................................

  3. Ibu membeli 12 butir telur. Sebanyak 5 butir telur digunakan untuk memasak. Berapa butir telur yang tersisa?

    Kalimat matematika: ....................................

    Jawaban: ....................................

  4. Ada 15 balon. Sebanyak 6 balon pecah. Berapa balon yang masih utuh?

    Kalimat matematika: ....................................

    Jawaban: ....................................

  5. Rina memiliki 18 permen. Ia memberikan 8 permen kepada adiknya. Berapa permen Rina yang tersisa?

    Kalimat matematika: ....................................

    Jawaban: ....................................

Kunci Jawaban:

  1. 7 − 3 = 4. Jeruk yang tersisa ada 4 buah.

  2. 9 − 4 = 5. Pensil yang tersisa ada 5 buah.

  3. 12 − 5 = 7. Telur yang tersisa ada 7 butir.

  4. 15 − 6 = 9. Balon yang masih utuh ada 9 buah.

  5. 18 − 8 = 10. Permen yang tersisa ada 10 buah.

Kesimpulan:

Soal cerita pengurangan sederhana adalah soal matematika berbentuk cerita yang melibatkan jumlah benda yang berkurang. Untuk menyelesaikannya, kita harus membaca cerita dengan cermat, menentukan jumlah benda mula-mula, mengetahui jumlah benda yang diambil, kemudian menghitung sisanya menggunakan operasi pengurangan. Pengurangan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung sisa buah, pensil, telur, dan mainan.

Refleksi:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini?

  • Apa yang dimaksud dengan pengurangan?

  • Bagaimana cara menyelesaikan soal cerita pengurangan?

  • Benda apa saja yang dapat digunakan untuk belajar pengurangan?

  • Bagaimana perasaanmu ketika berhasil menyelesaikan soal cerita?

Capaian Pembelajaran: ....................................

Tindak Lanjut: ....................................

Peserta Didik Tuntas: ....................................

Peserta Didik Tidak Tuntas: ....................................

Peserta Didik Hadir: ....................................

Peserta Didik Tidak Hadir: ..............


Selasa, 03 November 2026-1D-BI

   


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : B.Indonesia

3. Hari/Tanggal     : Selasa, 03 November 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Mengenal Percakapan Tentang Kesehatan

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami percakapan sederhana tentang kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan, menanggapi perkataan orang lain, serta menyampaikan pendapat dan keadaan diri menggunakan kalimat sederhana yang jelas dan santun.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat:

  1. Mengenal percakapan sederhana tentang kesehatan.
  2. Menyimak pembicaraan dengan baik.
  3. Menjawab pertanyaan sesuai isi pembicaraan.
  4. Menanggapi perkataan orang lain dengan tepat.
  5. Menggunakan kata-kata yang santun ketika berbicara.
  6. Mempraktikkan percakapan sederhana tentang kesehatan.
  7. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, kesehatan sangat penting bagi tubuh kita. Kita harus menjaga kebersihan, makan makanan bergizi, berolahraga, dan beristirahat dengan cukup.

Ketika berbicara tentang kesehatan, kita perlu mendengarkan dengan baik, menjawab dengan jujur, dan menanggapi perkataan orang lain dengan santun.

Sebelum belajar, mari jawab pertanyaan berikut!

✏️ Apa yang kamu lakukan agar tubuh tetap sehat?

✏️ Apa yang kamu katakan ketika merasa kurang sehat?

✏️ Apa yang kamu lakukan ketika temanmu berkata bahwa ia sedang sakit?

✏️ Bagaimana cara menjawab pertanyaan guru dengan sopan?

Cute little girl wash his hands in the sink with soap

GIZI SEIMBANG DAN SNACK SEHAT | LINE WEBTOON

student boy and girl Comforting sadly Friend

Ketika teman berkata, “Aku sedang kurang sehat,” kita tidak boleh menertawakannya. Kita dapat menjawab:

  • “Semoga kamu segera sehat, ya.”
  • “Apakah kamu ingin meminta bantuan Bu Guru?”
  • “Ayo, kita beri tahu Bu Guru.”

Melalui kegiatan ini, kita belajar peduli kepada orang lain dan menggunakan kata-kata yang baik.

 2. Meaningful (Bermakna)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berbicara tentang kesehatan dengan orang tua, guru, dokter, dan teman.

Kita dapat bertanya, menjawab, dan menanggapi pembicaraan tentang kesehatan.

 Percakapan 1: Sarapan Sehat

อาหารกับสมองลูก : ปั้นสมองให้เปล่งประกายด้วยอาหารทุกมื้อ - Pantip


Ibu: “Aisyah, apakah kamu sudah sarapan?”

Aisyah: “Sudah, Bu. Saya makan nasi dan telur.”

Ibu: “Bagus. Jangan lupa makan buah juga, ya.”

Aisyah: “Baik, Bu. Terima kasih sudah mengingatkan.”

Ayo, pahami percakapannya!

  • Siapa yang berbicara? Ibu dan Aisyah.
  • Apa yang ditanyakan ibu? Apakah Aisyah sudah sarapan.
  • Bagaimana jawaban Aisyah? Ia sudah sarapan dengan nasi dan telur.
  • Bagaimana tanggapan Aisyah terhadap nasihat ibu? Aisyah menjawab dengan sopan dan berterima kasih.

 Percakapan 2: Teman Merasa Kurang Sehat

Teacher Comforting Her Crying student

Rani: “Siti, mengapa kamu terlihat kurang bersemangat?”

Siti: “Aku merasa kurang sehat, Rani.”

Rani: “Oh, begitu. Sebaiknya kamu memberi tahu Bu Guru, ya.”

Siti: “Baik, Rani. Terima kasih atas perhatianmu.”

Ayo, pahami percakapannya!

  • Siapa yang merasa kurang sehat? Siti.
  • Apa tanggapan Rani? Rani menyarankan Siti memberi tahu Bu Guru.
  • Bagaimana sikap Rani? Peduli dan sopan.
  • Apa jawaban Siti? Siti berterima kasih kepada Rani.

Kesimpulan: Ketika berbicara tentang kesehatan, kita harus mendengarkan, menjawab sesuai pertanyaan, dan memberikan tanggapan yang baik.

E. PENJELASAN SINGKAT

1.  Keterkaitan dengan Kebesaran Allah Swt.

Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan berbagai bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Kita dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, dan melakukan banyak kegiatan.

Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang perlu kita syukuri. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan memperhatikan kesehatan.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar untuk:

  • 🌷 Bersyukur atas nikmat kesehatan.
  • 🌷 Menjaga kebersihan tubuh.
  • 🌷 Menyampaikan keadaan tubuh dengan jujur.
  • 🌷 Mendengarkan nasihat yang baik.
  • 🌷 Menolong teman yang membutuhkan bantuan.
  • 🌷 Berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan teman.

Mari gunakan kemampuan berbicara untuk menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas nikmat kesehatan. 🤲💗

2. MATERI AJAR

Mengenal Pengertian Menjawab dan Menanggapi Pembicaraan

Menjawab pembicaraan adalah memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau perkataan orang lain.

Menanggapi pembicaraan adalah memberikan tanggapan terhadap perkataan orang lain, misalnya menyetujui, memberikan saran sederhana, menunjukkan kepedulian, atau mengucapkan terima kasih.

Perhatikan contoh berikut!

Cause and Effect: If This Happens, Then What?

Contoh menjawab

Ibu: “Apakah kamu sudah mencuci tangan?”

Ani: “Sudah, Bu.”

Ani menjawab pertanyaan ibu.

Kid drinking water Vectors - Download Free High-Quality Vectors | Magnific (formerly Freepik)

Contoh menanggapi

Budi: “Kita harus minum air putih yang cukup.”

Dika: “Betul, Budi. Air putih baik untuk tubuh.”

Dika memberikan tanggapan yang sesuai.

Ingat, ya, sholeh dan sholehah!

  • Menjawab berarti memberikan jawaban.
  • Menanggapi berarti memberikan tanggapan.
  • Jawaban dan tanggapan harus sesuai dengan pembicaraan.
  • Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.

 Mengenal Kalimat untuk Menjawab dan Menanggapi

Ketika berbicara tentang kesehatan, kita dapat menggunakan beberapa kalimat berikut.

Keadaan

Contoh kalimat santun

Menjawab pertanyaan

“Sudah, Bu.”

Menyampaikan keadaan tubuh

“Saya merasa kurang sehat.”

Menyetujui nasihat

“Baik, Bu. Saya akan melakukannya.”

Memberikan saran

“Sebaiknya kamu beristirahat.”

Menunjukkan kepedulian

“Semoga kamu segera sehat.”

Mengucapkan terima kasih

“Terima kasih sudah membantu saya.”

🌷 Contoh percakapan

Guru: “Apa yang harus kita lakukan sebelum makan?”

Faris: “Kita harus mencuci tangan, Bu Guru.”

Guru: “Bagus sekali! Jangan lupa menggunakan sabun.”

Faris: “Baik, Bu Guru. Saya akan mencuci tangan dengan sabun.”

Ayo, perhatikan!

  • Faris menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
  • Faris menanggapi nasihat guru dengan sopan.
  • Faris menggunakan kata-kata yang baik.

 Cara Menjawab dan Menanggapi dengan Santun

Gambar Kartun Siswa Sedang Belajar Di Kelas - 52+ Koleksi Gambar


Agar dapat menjawab dan menanggapi pembicaraan dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Dengarkan dengan baik.

Perhatikan perkataan orang yang sedang berbicara.

Langkah 2: Pahami maksud pembicaraan.

Cari tahu apa yang ditanyakan atau disampaikan.

Langkah 3: Jawab sesuai pertanyaan.

Berikan jawaban yang benar dan jujur.

Langkah 4: Berikan tanggapan yang baik.

Kita dapat menyetujui, memberikan saran sederhana, atau menunjukkan kepedulian.

Langkah 5: Gunakan bahasa yang santun.

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak kasar.

 Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Ibu: “Mengapa kamu belum berangkat sekolah?”

Dina: “Saya belum enak badan, Bu.”

Ibu: “Kalau begitu, mari kita periksa keadaanmu dan meminta bantuan jika diperlukan.”

Dina: “Baik, Bu. Terima kasih.”

Dina menjawab dengan jujur dan menanggapi perkataan ibu dengan sopan.

 Berbicara dengan Santun tentang Kesehatan

Sholeh dan sholehah, kita harus menjaga perasaan orang lain ketika berbicara. Jangan mengejek teman yang sedang sakit atau merasa kurang sehat.

Il ruolo dell’insegnante di sostegno -

🌷 Meminta bantuan

“Bu Guru, bolehkah saya meminta bantuan?”

Gunakan kalimat yang sopan ketika membutuhkan pertolongan.

Teaching Kids to Recognize Body Signals of Emotions — Fuzzigram

🌷 Menyampaikan keadaan tubuh

“Bu, badan saya terasa kurang sehat.”

Sampaikan keadaan tubuh dengan jujur kepada orang tua atau guru.

Communication, Empathy, and Listening in K-12 Education - Education Briefs | Think Academy US

🌷 Menunjukkan kepedulian

“Apakah kamu membutuhkan bantuan?”

Tanyakan dengan lembut ketika teman membutuhkan pertolongan.

Ingat, ya!

  • Dengarkan orang lain sampai selesai berbicara.
  • Jangan memotong pembicaraan.
  • Jangan mengejek teman.
  • Jawablah pertanyaan dengan jujur.
  • Gunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih sesuai keadaan.
  • Mintalah bantuan orang tua atau guru ketika merasa tidak sehat.


3. Simak video berikut untuk menjawab latihan soal di bawah!


4. Alat peraga :

Video pembelajaran, televisi, buku cetak, papan tulis.

5. Post Test

Setelah menyimak video di atas, jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Apa judul video yang kamu simak?

  2. Siapa tokoh yang ada dalam video tersebut?

  3. Siapa yang tidak suka makan sayur?

  4. Mengapa kita perlu makan sayur?

  5. Bagaimana cara tokoh dalam video agar suka makan sayur?




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS