Senin, 21 September 2026-1D-B.Indonesia

Minggu, 20 September 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : B.Indonesia

3. Hari/Tanggal     : Senin, 21 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Menyalin kata-kata sederhana yang berkaitan dengan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌷💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲


B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, membaca, dan menulis kata-kata sederhana yang berkaitan dengan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menyalin kata sederhana dengan memperhatikan bentuk huruf, arah penulisan, ukuran huruf, posisi tulisan, dan kerapian.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menyalin kata-kata sederhana yang berkaitan dengan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dengan tepat dan rapi.


🌷 Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik secara sadar belajar memperhatikan setiap huruf pada kata yang akan dibaca dan disalin. Peserta didik menulis dengan perlahan, mengikuti arah penulisan yang benar, serta memperhatikan bentuk dan kerapian tulisan.

🌷 Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan kata yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, seperti aku, ibu, ayah, rumah, buku, dan kelas.

Peserta didik memahami bahwa kata-kata tersebut digunakan untuk menyebutkan orang, benda, dan tempat yang ada di sekitar mereka.

🌷 Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti tebak gambar, membaca bersama, mencocokkan kata dengan gambar, bermain kartu kata, dan menyalin kata sederhana.


D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal kata-kata sederhana.

  2. Membaca kata sederhana.

  3. Mengenal kata yang berkaitan dengan diri sendiri.

  4. Mengenal kata yang berkaitan dengan keluarga.

  5. Mengenal kata yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.

  6. Menghubungkan kata dengan gambar yang sesuai.

  7. Mengenal suku kata sederhana.

  8. Menyalin kata sederhana dengan benar.

  9. Menyalin kata dengan rapi.

  10. Membaca kembali kata yang telah disalin.

E. APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 1D! 💗

Hari ini kita akan belajar menyalin kata-kata sederhana yang berkaitan dengan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Anak-anak, coba perhatikan diri kalian. 👀

Kita memiliki:

👀 mata
👃 hidung
tangan
🦶 kaki

Sekarang coba perhatikan keluarga di rumah.

Ada:

👨 ayah
👩 ibu
👧 kakak
👦 adik

Di sekitar kita juga ada:

🏠 rumah
🏫 sekolah
📖 buku
🪑 meja

Kata-kata tersebut dapat kita baca dan kita tulis.

Contohnya:

a-ku → aku

i-bu → ibu

a-yah → ayah

ru-mah → rumah

Hari ini kita akan belajar membaca dan menyalin kata-kata tersebut dengan rapi. ✏️💗


F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT

Allah Swt. memberikan kita banyak nikmat.

Allah memberikan kita mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, tangan untuk menulis, dan akal untuk belajar.

Dengan nikmat tersebut, kita dapat belajar membaca dan menulis.

Allah Swt. juga menciptakan keluarga dan lingkungan di sekitar kita.

Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah, rajin belajar, menyayangi keluarga, dan menjaga lingkungan.

2. PENJABARAN MATERI 

💗 1. Mengenal Kata Sederhana

Kata adalah gabungan beberapa huruf yang memiliki makna.

Contohnya:

aku

ibu

ayah

rumah

buku

meja

Kata-kata tersebut sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.


💗 2. Kata yang Berkaitan dengan Diri Sendiri

Perhatikan kata berikut!

aku

nama

mata

tangan

kaki

baju

Ayo kita baca bersama!

a-ku

na-ma

ma-ta

ta-ngan

ka-ki

ba-ju

Contoh:

aku → aku

nama → nama

mata → mata

 3. Kata yang Berkaitan dengan Keluarga

Keluarga adalah orang-orang yang menyayangi kita.

Contohnya:

ayah

ibu

kakak

adik

nenek

kakek

Ayo kita baca!

a-yah

i-bu

ka-kak

a-dik

ne-nek

ka-kek

Contoh:

ayah → ayah

ibu → ibu

kakak → kakak


💗 4. Kata yang Berkaitan dengan Lingkungan Sekitar

Di sekitar kita terdapat banyak benda dan tempat.

Contohnya:

rumah

kelas

sekolah

buku

meja

kursi

taman

pohon

Ayo kita baca!

ru-mah

ke-las

se-ko-lah

bu-ku

me-ja

kur-si

ta-man

po-hon

Contoh:

rumah → rumah

kelas → kelas

buku → buku


💗 5. Membaca Kata Berdasarkan Gambar

Perhatikan gambar dan bacalah katanya!

👩 ibu

👨 ayah

🏠 rumah

📖 buku

🌳 pohon

Contoh:

Gambar ibu → ibu

Gambar rumah → rumah

Gambar buku → buku

💗 6. Mengenal Suku Kata

Beberapa kata dapat dibagi menjadi beberapa suku kata.

Contohnya:

ibu → i-bu

ayah → a-yah

rumah → ru-mah

buku → bu-ku

taman → ta-man

Mari kita baca perlahan.

i – bu

a – yah

ru – mah

bu – ku

ta – man


💗 7. Menyalin Kata Sederhana

Setelah membaca kata, sekarang kita belajar menyalinnya.

Saat menyalin, perhatikan:

✏️ bentuk huruf
✏️ arah penulisan
✏️ ukuran huruf
✏️ kerapian tulisan

Jangan terburu-buru.

Tulislah dengan perlahan dan teliti.

Contoh:

aku → aku

ibu → ibu

ayah → ayah

rumah → rumah

buku → buku


💗 8. Langkah-Langkah Menyalin Kata

1. Lihat 👀

Perhatikan kata yang akan disalin.

ibu

2. Baca 📖

Bacalah kata tersebut.

i-bu

3. Tulis ✏️

Tulislah kembali kata tersebut.

ibu

4. Periksa 👀

Lihat kembali tulisanmu.

Apakah hurufnya sudah lengkap?

Apakah tulisannya sudah rapi?


🌷 9. Permainan Tebak Kata

Guru menunjukkan gambar.

Peserta didik menyebutkan kata yang sesuai.

Contoh:

Guru menunjukkan gambar buku.

Peserta didik menjawab:

“Buku.”

Guru menunjukkan gambar ibu.

Peserta didik menjawab:

“Ibu.”

Guru menunjukkan gambar rumah.

Peserta didik menjawab:

“Rumah.”

Setelah itu, peserta didik menyalin kata tersebut di buku tulis.

3. VIDEO PEMBELAJARAN

Mari kita simak video pembelajaran berikut!


 4. Media :

Buku cetak, televisi, laptop, video pembelajaran, gambar.

5.POST TEST/TUGAS : 

✏️ A. Hubungkan gambar dengan kata yang sesuai!

👩 → ibu

🏠 → rumah

📖 → buku

👨 → ayah


✏️ B. Bacalah kata berikut!

  1. aku

  2. ibu

  3. ayah

  4. buku

  5. rumah


✏️ C. Salinlah kata berikut!

  1. aku → __________

  2. ibu → __________

  3. ayah → __________

  4. buku → __________

  5. rumah → __________


✏️ D. Lengkapilah kata berikut!

  1. i__u

  2. a__ah

  3. bu__u

  4. ru__ah

G. KESIMPULAN & REFLEKSI

Kesimpulan

Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa kata sederhana dapat dibaca dan disalin dengan memperhatikan huruf dan kerapian tulisan.

Refleksi

Guru bertanya kepada peserta didik:

💭 Kata apa yang sudah kamu bisa baca?

💭 Kata apa yang sudah kamu bisa tulis?

💭 Apakah kamu sudah menulis dengan rapi?

💭 Bagaimana perasaanmu setelah belajar hari ini?


CAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Jumlah peserta didik tuntas : ........ peserta didik

Jumlah peserta didik belum tuntas : ........ peserta didik

Tindak Lanjut



Senin, 21 September 2026-1D-Matematika

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Matematika

3. Hari/Tanggal     : Senin, 21 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

6. Pertemuan ke     : 3

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲


B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik secara sadar belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 20 dengan memperhatikan jumlah benda, menghitung dengan teliti, serta memahami bahwa satu bilangan dapat dibentuk atau diuraikan menjadi beberapa pasangan bilangan.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menghubungkan konsep menyusun dan mengurai bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengelompokkan mainan, membagi benda menjadi dua kelompok, atau menggabungkan dua kelompok benda.

Peserta didik memahami bahwa bilangan yang berbeda dapat digabungkan untuk membentuk jumlah yang sama.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar komposisi dan dekomposisi bilangan melalui kegiatan bermain “Tebak Pasangan Bilangan”, menggunakan benda konkret, bekerja bersama teman, dan mencari berbagai pasangan bilangan sampai 20.


D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal bilangan cacah sampai 20.

Menghitung jumlah benda sampai 20.

Mengenal konsep komposisi bilangan.

Menyusun dua kelompok benda menjadi satu jumlah bilangan.

Mengenal konsep dekomposisi bilangan.

Mengurai satu kelompok benda menjadi dua kelompok.

Menemukan berbagai pasangan bilangan yang membentuk satu bilangan sampai 20.

Menuliskan pasangan bilangan dalam bentuk sederhana.

Menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.


E. APERSEPSI

Anak-anak, coba perhatikan sedotan yang Ibu bawa. 🌷

Ibu memiliki 10 sedotan.

Jika sedotan ini dibagi menjadi dua kelompok, kira-kira bisa menjadi berapa dan berapa?

Misalnya:

5 + 5 = 10

Apakah hanya 5 dan 5 yang dapat membentuk 10?

Bagaimana jika:

6 + 4 = 10

atau

7 + 3 = 10?

Ternyata satu bilangan dapat dibentuk dari berbagai pasangan bilangan.

Hari ini kita akan belajar tentang:

Komposisi dan Dekomposisi Bilangan sampai 20


F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT

Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan teratur.

Seperti bilangan yang dapat disusun dan diurai menjadi beberapa bagian, Allah SWT juga mengajarkan kita untuk saling melengkapi dan bekerja sama dalam kebaikan.

Allah SWT berfirman:

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”

(QS. Al-Ma'idah: 2)

Dengan belajar bersama, kita dapat saling membantu dan menemukan cara yang berbeda untuk menyelesaikan suatu masalah. 🌷


2. PENJABARAN MATERI

💗 1. Komposisi Bilangan

Komposisi bilangan adalah menyusun atau menggabungkan beberapa bilangan menjadi satu bilangan.

Contoh:

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 5

Jadi:

3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

4 + 6 = 10

7 + 3 = 10

8 + 2 = 10

Bilangan yang berbeda dapat membentuk jumlah yang sama.


💗 2. Dekomposisi Bilangan

Dekomposisi bilangan adalah mengurai satu bilangan menjadi beberapa bagian.

Contoh:

10 → 5 + 5

10 → 6 + 4

10 → 7 + 3

Jadi, bilangan 10 dapat diurai dengan berbagai cara.


💗 3. Mencari Pasangan Bilangan

Setiap bilangan dapat memiliki beberapa pasangan.

Contoh bilangan 8:

1 + 7 = 8

2 + 6 = 8

3 + 5 = 8

4 + 4 = 8

Semua pasangan tersebut menghasilkan jumlah 8.


💗 4. Komposisi dan Dekomposisi dengan Benda Konkret

Peserta didik dapat menggunakan benda di sekitar, seperti:

🔵 balok hitung
🔵 sedotan
🔵 kancing
🔵 stik es krim

Contoh:

Ada 12 balok.

Balok dibagi menjadi:

7 balok + 5 balok

Maka:

7 + 5 = 12

Jika 12 balok diurai menjadi dua kelompok, dapat juga menjadi:

6 + 6 = 12

atau

8 + 4 = 12


3. Pertanyaan Penalaran Kritis

💭 Apakah bilangan 10 hanya bisa dibuat dari 5 dan 5?

💭 Bisakah bilangan 10 dibuat dari 7 dan bilangan lainnya?

💭 Berapa banyak pasangan bilangan yang dapat membentuk 10?


4. GAMES: “TEBAK PASANGAN BILANGAN” 🎮

Guru menyebutkan satu bilangan target.

Contoh:

8

Peserta didik mencari dua bilangan yang jika digabungkan menjadi 8.

Contoh:

4 + 4 = 8

5 + 3 = 8

6 + 2 = 8

Peserta didik dapat menjawab secara bergantian dan mencoba menemukan pasangan lainnya.

5. VIDEO PEMBELAJARAN



6. POST TEST / TUGAS




7. KESIMPULAN & REFLEKSI

1. Kesimpulan

Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa:

🌷 Komposisi adalah menyusun atau menggabungkan bilangan.

🌷 Dekomposisi adalah mengurai bilangan menjadi beberapa bagian.

🌷 Satu bilangan dapat memiliki beberapa pasangan bilangan.

🌷 Bilangan yang berbeda dapat menghasilkan jumlah yang sama.

Contoh:

10 = 5 + 5

10 = 6 + 4

10 = 7 + 3


2. Refleksi

Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dengan pertanyaan:

💭 Apakah kamu sudah dapat menyusun bilangan sampai 20?

💭 Apakah kamu sudah dapat mengurai bilangan sampai 20?

💭 Pasangan bilangan mana yang paling mudah kamu temukan?

💭 Bagaimana perasaanmu saat menemukan banyak pasangan bilangan?


3. CAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Jumlah peserta didik tuntas : ........ peserta didik

Jumlah peserta didik belum tuntas : ........ peserta didik

Tindak Lanjut


Jumat, 18 September 2026-1D-Adab

Kamis, 17 September 2026

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Adab

3. Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Berbicara sopan kepada teman

6. Pertemuan Ke : 1

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, memahami, meniru, dan membiasakan adab berbicara yang sopan kepada teman dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menggunakan kata-kata yang baik, berbicara dengan lembut, mendengarkan ketika teman berbicara, serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan teman.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat memahami pentingnya berbicara sopan kepada teman serta mampu menunjukkan perilaku berbicara dengan kata-kata yang baik, suara yang lembut, tidak mengejek, tidak membentak, dan menghargai teman dalam kehidupan sehari-hari.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat menyadari bahwa perkataan yang diucapkan dapat membuat teman senang atau sedih. Peserta didik mampu memperhatikan cara berbicara, memilih kata yang baik, dan berbicara dengan suara yang lembut kepada teman.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menghubungkan pembelajaran berbicara sopan dengan kehidupan sehari-hari, seperti ketika mengajak teman bermain, meminta bantuan, meminjam barang, bertanya, dan menyampaikan pendapat.

Peserta didik memahami bahwa berbicara dengan sopan dapat membuat pertemanan menjadi rukun, nyaman, dan saling menghargai.

 Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat belajar berbicara sopan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain peran, menirukan percakapan sederhana, memilih kata yang baik, tebak perilaku sopan dan tidak sopan, serta bermain bersama teman.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal pengertian sederhana tentang berbicara sopan.

Mengetahui pentingnya berbicara sopan kepada teman.

Mengenal contoh kata-kata yang sopan.

Mengenal cara berbicara dengan suara yang lembut.

Membedakan perkataan sopan dan tidak sopan.

Menunjukkan sikap mendengarkan ketika teman berbicara.

Membiasakan mengucapkan tolong ketika meminta bantuan.

Membiasakan mengucapkan terima kasih ketika menerima bantuan.

Membiasakan mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan.

Menghindari mengejek, membentak, dan berkata kasar kepada teman.

Mempraktikkan percakapan sederhana dengan bahasa yang sopan.

Membiasakan berbicara sopan kepada teman dalam kehidupan sehari-hari.

E.APERSEPSI

Anak-anak, siapa yang senang bermain bersama teman? 🙋‍♀️🙋‍♂️

Saat bermain bersama teman, kita tentu sering berbicara dan bercakap-cakap.

Coba perhatikan dua contoh berikut.

👧: “Tolong ambilkan pensilku, ya.”

👦: “Iya, tentu.”

Menurut kalian, apakah perkataan tersebut baik?

Sekarang perhatikan:

👧: “Ambilkan pensilku! Cepat!”

Apakah cara berbicara tersebut sudah sopan?

Nah, anak-anak, ternyata cara kita berbicara sangat penting.

Kita harus berbicara dengan kata-kata yang baik, suara yang lembut, tidak membentak, tidak mengejek, dan tidak berkata kasar.

Hari ini kita akan belajar tentang:

Adab terhadap teman

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA


Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan, seperti bentuk tubuh, suara, dan sifat.

Allah juga menciptakan kita agar dapat saling mengenal, berteman, dan saling menyayangi.

Oleh karena itu, kita harus menjaga perasaan teman dengan berbicara menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.

2. PENJABARAN MATERI
1. Pengertian Berbicara Sopan

Berbicara sopan adalah berbicara menggunakan kata-kata yang baik dan suara yang lembut serta menghargai orang yang diajak berbicara.

Contohnya:

🌷 “Tolong pinjamkan pensilmu.”

🌷 “Terima kasih sudah membantuku.”

🌷 “Maaf, aku tidak sengaja.”

🌷 “Bolehkah aku ikut bermain?”

💗 2. Menggunakan Kata-Kata yang Baik

Saat berbicara kepada teman, gunakan kata-kata yang baik.

Beberapa kata sopan yang dapat digunakan:

💗 Tolong

💗 Terima kasih

💗 Maaf

💗 Permisi

💗 Bolehkah?

Contoh:

“Tolong ambilkan bukuku.”

“Terima kasih sudah membantuku.”

“Maaf, aku tidak sengaja.”

“Permisi, boleh aku lewat?”

💗 3. Berbicara dengan Suara yang Lembut

Saat berbicara kepada teman, gunakan suara yang lembut dan tidak berteriak.

❌ “KAMU, SINI!”

✅ “Tolong ke sini, ya.”

❌ “ITU PUNYAKU!”

✅ “Itu punyaku. Boleh aku mengambilnya?”

Berbicara dengan lembut membuat teman merasa nyaman dan dihargai.

💗 4. Tidak Mengejek Teman

Kita tidak boleh mengejek nama, bentuk tubuh, pakaian, kemampuan, atau kekurangan teman.

❌ “Kamu jelek!”

❌ “Kamu bodoh!”

Lebih baik berkata:

✅ “Ayo kita belajar bersama.”



✅ “Tidak apa-apa, kita coba lagi.”

Kata-kata yang baik dapat membuat teman senang dan percaya diri.

💗 5. Mendengarkan Saat Teman Berbicara

Berbicara sopan bukan hanya menggunakan kata-kata yang baik.

Kita juga harus mendengarkan teman ketika berbicara.

Caranya:

👂 Dengarkan teman.

👀 Lihat teman yang sedang berbicara.

🤫 Jangan memotong pembicaraan.

💗 Tunggu sampai teman selesai berbicara.

💗 6. Contoh Percakapan Sopan

🌷 Meminta bantuan

👧: “Tolong bantu aku membawa buku ini.”

👦: “Baik, aku bantu.”

👧: “Terima kasih.”

🌷 Meminjam barang

👦: “Bolehkah aku meminjam pensilmu?”

👧: “Boleh.”

👦: “Terima kasih.”

🌷 Meminjam barang

👦: “Bolehkah aku meminjam pensilmu?”

👧: “Boleh.”

👦: “Terima kasih.”

🌷 Ketika melakukan kesalahan

👧: “Maaf, aku tidak sengaja menyenggolmu.”

👦: “Tidak apa-apa.”

🌷 Anak yang baik berbicara dengan sopan kepada teman.


3. Video Pembelajaran:

4. Post Test/Tugas
Yuk Berlatih!


5. Kesimpulan & Refleksi :

1Kesimpulan :


2. Refleksi :

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

Jumlah peserta didik tuntas : ........ peserta didik

Jumlah peserta didik belum tuntas : ........ peserta didik

Tindak Lanjut








Jumat, 18 September 2026-1D-PAK

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : PAK

3. Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Sikap Mandiri

6. Pertemuan Ke 1

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan memahami sikap mandiri sebagai nilai penting dalam Pendidikan Anti Korupsi. Peserta didik mampu menunjukkan contoh sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

Menjelaskan arti jujur dengan bahasa sederhana.

Menyebutkan contoh sikap jujur.

Menjelaskan arti mandiri dengan bahasa sederhana.

Menyebutkan contoh sikap mandiri.

Membiasakan diri bersikap jujur dan mandiri.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa berkata benar dan berusaha melakukan kegiatan sendiri merupakan kebiasaan yang baik. Peserta didik belajar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan sikap jujur dan mandiri dengan kegiatan sehari-hari, seperti berkata benar, mengakui kesalahan, menyiapkan perlengkapan sekolah, merapikan barang, dan mengerjakan tugas sendiri.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti melihat gambar, mendengarkan cerita, bermain peran, dan memilih perilaku yang termasuk jujur dan mandiri.

D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal arti sikap jujur.

Mengenal contoh sikap jujur di rumah dan sekolah.

Mengenal arti sikap mandiri.

Mengenal contoh sikap mandiri di rumah dan sekolah.

Membedakan perilaku jujur dan tidak jujur.

Membedakan perilaku mandiri dan tidak mandiri.

Membiasakan diri menjadi anak yang jujur dan mandiri

E.Apersepsi

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

2. PENJABARAN MATERI

Mandiri

Mandiri adalah berusaha melakukan sesuatu sendiri sesuai kemampuan kita.

Anak yang mandiri mau mencoba dan tidak selalu meminta bantuan orang lain.

Contoh sikap mandiri:

✅ Memakai sepatu sendiri.

✅ Memakai dan merapikan pakaian sendiri.

✅ Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.

✅ Merapikan mainan sendiri.

✅ Makan sendiri dengan tertib.

✅ Mengerjakan tugas sendiri.

✅ Menyimpan barang pada tempatnya.


🌷 Contoh:

👦 Budi selesai belajar. Ia memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas sendiri.

Budi menunjukkan sikap mandiri.

🌟 Ingat!

Anak mandiri mau mencoba dan berusaha sendiri.

Kita harus belajar mandiri karena:

🌷 Kita menjadi lebih percaya diri.

🌷 Kita belajar bertanggung jawab.

🌷 Kita tidak selalu bergantung kepada orang lain.

🌷 Kita dapat menyelesaikan tugas sendiri.

🌷 Orang tua dan guru merasa bangga.

Mandiri di Rumah

Contoh sikap baik di rumah:

🏠 Merapikan tempat tidur sendiri.

🏠 Merapikan mainan sendiri.

🏠 Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.

🏠 Makan dan minum dengan tertib.

🏠 Mencoba menyelesaikan tugas sendiri.

🌷 Contoh:

👧 Lani selesai bermain. Ia merapikan mainannya sendiri tanpa menunggu Ibu menyuruhnya.

Lani menunjukkan sikap mandiri.

Contoh sikap baik di sekolah:

🏫 Mengerjakan tugas sendiri.

🏫 Menyiapkan alat tulis sendiri.

🏫 Merapikan meja setelah belajar.

🏫 Menyimpan buku pada tempatnya.

Perilaku yang Tidak Mandiri

Perilaku yang sebaiknya tidak kita biasakan:

❌ Selalu meminta orang lain mengerjakan tugas kita.

❌ Tidak mau mencoba sendiri.

❌ Selalu meminta bantuan untuk hal yang bisa dilakukan sendiri.

❌ Tidak mau merapikan barang sendiri.

❌ Mudah menyerah sebelum mencoba.

INGAT!

MANDIRI itu Mau mencoba dan melakukan sesuatu sendiri.

3. Video Pembelajaran:


4. Post Test/Tugas


5.Kesimpulan & Refleksi :



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS