Jumat, 23 Oktober 2026-1D-Adab

Kamis, 22 Oktober 2026

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Adab

3. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Sikap Disiplin

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai kegiatan, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan adab berbagi dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi makanan, alat tulis, dan mainan dengan ikhlas, sopan, serta tidak mengharapkan imbalan.


Peserta didik menunjukkan sikap peduli, ikhlas, murah hati, sabar, dan saling menyayangi saat berbagi dengan teman.


💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:


Menjelaskan arti berbagi dengan teman.


Menyebutkan contoh sikap berbagi dalam kehidupan sehari-hari.


Membedakan perilaku mau berbagi dan tidak mau berbagi.


Menunjukkan sikap peduli dan ikhlas saat berbagi.


Mempraktikkan cara berbagi dengan sopan.


Membiasakan diri berbagi dan menyayangi teman.


🌷 MINDFUL (BERKESADARAN)

Peserta didik diajak menyadari bahwa berbagi merupakan perbuatan baik yang dapat membuat diri sendiri dan orang lain merasa senang.


Peserta didik memperhatikan:


Mau berbagi dengan teman.


Berbagi dengan ikhlas.


Tidak pelit kepada teman.


Tidak memaksa teman untuk berbagi.


Mengucapkan terima kasih saat menerima pemberian.


Tidak mengejek teman yang belum bisa berbagi.


Berbagi dengan penuh kasih sayang.


Kalimat penguatan:


" Aku senang berbagi. Aku ikhlas berbagi dan menyayangi teman."


🌷 MEANINGFUL (BERMAKNA)

Berbagi dengan teman merupakan salah satu perbuatan baik yang dapat dilakukan setiap hari.


Contoh dalam kehidupan sehari-hari:


Berbagi bekal makanan dengan teman.


Meminjamkan pensil kepada teman.


Berbagi mainan saat bermain.


Memberikan bantuan kepada teman yang membutuhkan.


Berbagi buku saat belajar bersama.


Memberikan sebagian makanan kepada teman dengan ikhlas.


Peserta didik memahami bahwa berbagi dapat membuat teman merasa senang, mempererat persahabatan, dan menumbuhkan rasa saling menyayangi.


🌷 JOYFUL (MENYENANGKAN)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan:


🎲 "Mau Berbagi atau Tidak?"


Peserta didik mengamati gambar dan menentukan perilaku yang menunjukkan sikap mau berbagi.


🎭 "Ayo Bermain Peran!"


Peserta didik mempraktikkan cara meminjamkan alat tulis dan berbagi mainan dengan teman.


🤝 "Berbagi Itu Indah"


Peserta didik menyebutkan kebaikan yang dapat dilakukan dengan berbagi.


🎁 "Ayo Berbagi!"


Peserta didik belajar berbagi benda secara bergantian dan ikhlas.

D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Peserta didik mengenal arti berbagi dengan teman.


Peserta didik mengenal manfaat berbagi.


Peserta didik mengenal contoh sikap berbagi dalam kehidupan sehari-hari.


Peserta didik mengenal adab berbagi dengan teman.


Peserta didik mengenal sikap ikhlas saat berbagi.


Peserta didik mengenal sikap peduli terhadap teman.

APERSEPSI

Guru menunjukkan gambar dua anak yang sedang berbagi makanan.


Guru bertanya:


"Anak-anak, apakah kalian pernah berbagi makanan dengan teman?"


"Bagaimana perasaanmu ketika teman mau berbagi?"


"Apa yang kamu lakukan jika teman tidak membawa pensil?"


"Apakah berbagi harus mengharapkan hadiah?"


Guru kemudian berkata:


"Anak-anak, berbagi adalah perbuatan baik. Kita harus mau berbagi dengan teman secara ikhlas, sopan, dan tidak mengharapkan imbalan."


Guru mengajak peserta didik mengucapkan:


💗 Aku Senang Berbagi! 💗

Aku berbagi dengan ikhlas dan menyayangi teman.

F.PENJELASAN SINGKAT

 1.KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT

Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat baik kepada sesama.


Berbagi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan berbagi, kita dapat membantu dan membahagiakan orang lain.

2.MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa arti berbagi dengan teman?

Berbagi dengan teman adalah memberikan atau meminjamkan sesuatu kepada teman dengan ikhlas dan senang hati.

Berbagi merupakan perbuatan baik yang membuat teman merasa senang.

2. Contoh sikap berbagi

Contoh perbuatan baik yang dapat dilakukan:

Berbagi makanan dengan teman.

Berbagi alat tulis

Meminjamkan pensil kepada teman yang membutuhkan.

Berbagi mainan

Bermain bersama dan menggunakan mainan secara bergantian.

Berbagi bantuan

Membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.

Berbagi makanan dengan teman.

3. Adab berbagi dengan teman

Saat berbagi dengan teman, kita harus:


✅ Berbagi dengan ikhlas.


✅ Berbagi dengan sopan.


✅ Tidak mengharapkan imbalan.


✅ Tidak menyombongkan diri.


✅ Tidak membeda-bedakan teman.


✅ Mengucapkan terima kasih saat menerima pemberian.


✅ Menjaga barang yang dipinjam.


4. Contoh perilaku tidak baik saat berbagi

❌ Tidak mau berbagi ketika mampu dan ada kesempatan.


❌ Mengejek teman yang membutuhkan bantuan.


❌ Memaksa teman memberikan barangnya.


❌ Meminta imbalan setiap kali berbagi.


❌ Merebut barang milik teman.


❌ Menyombongkan diri karena sudah berbagi.


5. Manfaat berbagi dengan teman

Berbagi memiliki banyak manfaat, antara lain:


💗 Membuat teman merasa senang.


💗 Menumbuhkan rasa peduli.


💗 Mempererat persahabatan.


💗 Membiasakan sikap ikhlas.


💗 Membuat kita saling menyayangi.


💗 Mendapat pahala dari Allah SWT jika dilakukan dengan ikhlas.


  • .

Jumat, 23 Oktober 2026-1D-PAK

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : PAK

3. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Sikap Disiplin

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai kegiatan, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal perilaku disiplin sebagai salah satu nilai dalam pendidikan antikorupsi serta mampu menunjukkan kebiasaan menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti disiplin dengan bahasa sederhana.

  2. Menyebutkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  3. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.

  4. Menjelaskan manfaat membiasakan perilaku disiplin.

  5. Mempraktikkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar menyadari pentingnya mematuhi aturan, menghargai waktu, dan melaksanakan tugas dengan tertib.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan perilaku disiplin dengan kebiasaan sehari-hari, seperti datang ke sekolah tepat waktu, mengantre, mengerjakan tugas, dan merapikan barang setelah digunakan.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui cerita sederhana, tanya jawab, mengamati contoh perilaku, permainan memilih tindakan yang benar, dan bermain peran.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian perilaku disiplin.

  2. Mengidentifikasi contoh perilaku disiplin dan tidak disiplin.

  3. Menjelaskan manfaat menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Membiasakan perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

E.APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kebiasaan yang dilakukan sebelum berangkat ke sekolah.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang bangun pagi hari ini?

  2. Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu?

  3. Apa yang kalian lakukan setelah selesai bermain?

  4. Mengapa kita harus menaati aturan di sekolah?

Guru kemudian menyampaikan cerita singkat berikut.

Cerita: Rani Anak yang Disiplin

Setiap pagi, Rani bangun tepat waktu. Ia mandi, memakai seragam, sarapan, dan bersiap pergi ke sekolah. Rani berangkat tepat waktu agar tidak terlambat mengikuti pelajaran.

Di sekolah, Rani mendengarkan guru, mengerjakan tugas, mengantre dengan tertib, dan merapikan alat tulis setelah digunakan.

Rani senang membiasakan perilaku disiplin karena ia ingin menjadi anak yang bertanggung jawab.

Pertanyaan setelah mendengarkan cerita:

  • Apakah Rani datang ke sekolah tepat waktu?

  • Apa yang dilakukan Rani setelah menggunakan alat tulis?

  • Menurut kalian, apakah Rani termasuk anak yang disiplin?

Melalui cerita tersebut, peserta didik diajak menemukan arti disiplin dan contoh penerapannya.


F. PENJELASAN SINGKAT

1. INTEGRASI NILAI KEISLAMAN

Disiplin sebagai Kebiasaan Baik

Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajarkan untuk melakukan hal-hal baik, menaati aturan yang benar, menepati waktu, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.

Kebiasaan disiplin dapat kita tunjukkan melalui tindakan sederhana, seperti melaksanakan ibadah tepat waktu, belajar dengan tertib, menjaga kebersihan, dan menghargai waktu orang lain.

📖 QS. Al-'Asr: 1–3

Surah Al-'Asr mengingatkan kita tentang pentingnya waktu dan melakukan amal saleh.

Kita dapat belajar untuk menggunakan waktu dengan baik, tidak menunda-nunda tugas, dan membiasakan diri melakukan perbuatan yang bermanfaat.

Pesan untuk anak-anak:

Yuk, gunakan waktu dengan baik, patuhi aturan yang benar, dan lakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. 🌷


2.MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Anak yang disiplin berusaha menjalankan kewajibannya dengan baik dan tidak sengaja melanggar aturan.

Contohnya, datang ke sekolah tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, mengerjakan tugas, dan mengantre ketika membeli makanan.

Disiplin harus dibiasakan setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah.

2. Contoh Perilaku Disiplin di Rumah

Anak-anak dapat menunjukkan perilaku disiplin di rumah dengan cara:

  • Bangun pagi tepat waktu.

  • Merapikan tempat tidur.

  • Mandi dan memakai pakaian dengan rapi.

  • Belajar sesuai jadwal.

  • Merapikan mainan setelah bermain.

  • Menyimpan barang pada tempatnya.

  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.

Dengan membiasakan perilaku tersebut, kita belajar menjadi anak yang tertib dan bertanggung jawab.

3. Contoh Perilaku Disiplin di Sekolah

Di sekolah, perilaku disiplin dapat dilakukan dengan cara:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.

  • Memakai seragam sesuai aturan.

  • Berdoa sebelum belajar.

  • Mendengarkan guru ketika menjelaskan.

  • Mengangkat tangan sebelum berbicara.

  • Mengantre dengan tertib.

  • Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Menjaga alat belajar.

  • Mengembalikan barang yang telah digunakan ke tempatnya.

Anak yang disiplin membantu menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, dan menyenangkan.

4. Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perhatikan perbedaan perilaku berikut!

Perilaku Disiplin ✅Perilaku Tidak Disiplin ❌
Datang ke sekolah tepat waktu.Sengaja datang terlambat tanpa alasan yang tepat.
Mengantre dengan tertib.Menyerobot antrean.
Mengerjakan tugas sesuai waktu yang ditentukan.Sengaja mengabaikan tugas.
Mendengarkan guru ketika menjelaskan.Mengganggu teman yang sedang belajar.
Merapikan mainan setelah bermain.Membiarkan mainan berserakan.
Mematuhi aturan kelas.Sengaja melanggar aturan kelas.

Ingat, anak-anak! Disiplin bukan berarti kita tidak pernah melakukan kesalahan. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, memperbaikinya, dan berusaha tidak mengulanginya.

5. Apa Manfaat Berperilaku Disiplin?

Berperilaku disiplin memiliki banyak manfaat, antara lain:

🌟 Kegiatan menjadi tertib. Semua orang dapat menjalankan kegiatan dengan baik.

⏰ Waktu digunakan dengan baik. Kita dapat menyelesaikan kegiatan sesuai jadwal.

📚 Belajar menjadi nyaman. Kelas yang tertib membantu kita berkonsentrasi.

🤝 Orang lain merasa dihargai. Kita belajar mengantre, mengikuti aturan, dan tidak mengganggu teman.

💗 Menjadi anak yang bertanggung jawab. Kita terbiasa menyelesaikan tugas dan menjaga barang yang digunakan.

6. Apa Hubungan Disiplin dengan Pendidikan Antikorupsi?

Pendidikan antikorupsi mengajarkan kita membiasakan nilai-nilai baik sejak kecil. Salah satunya adalah disiplin.

Sikap disiplin membantu kita menaati aturan, menghargai waktu, dan menjalankan kewajiban dengan bertanggung jawab.

Contohnya, ketika diberi tugas oleh guru, kita mengerjakannya dengan jujur dan sesuai waktu yang ditentukan. Ketika mengantre, kita menunggu giliran dan tidak mengambil hak orang lain.

Kebiasaan sederhana tersebut membantu kita tumbuh menjadi pribadi yang tertib, jujur, dan bertanggung jawab.

3. VIDEO PEMBELAJARAN

Yuk, simak video pembelajaran tentang percakapan sederhana berikut!


Setelah menonton video, perhatikan siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan bagaimana mereka saling memberikan tanggapan.


KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 — Ayo Pilih Perilaku yang Benar!

Guru membacakan beberapa situasi. Peserta didik menyebutkan apakah tindakan tersebut termasuk disiplin atau tidak disiplin.

  1. Dita datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Beni mengembalikan pensil ke tempatnya setelah digunakan.

  3. Riko menyerobot antrean teman.

  4. Siti mengerjakan tugas sesuai petunjuk guru.

  5. Dani membiarkan sampah berserakan di kelas.

Peserta didik memberikan alasan sederhana atas pilihan mereka.


YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, bacalah pertanyaan berikut dengan teliti. Jawablah menggunakan kalimat sederhana.

1. Apa yang dimaksud dengan disiplin?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

2. Sebutkan satu contoh perilaku disiplin di rumah!

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

3. Sebutkan satu contoh perilaku disiplin di sekolah!

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

4. Apa yang harus kita lakukan setelah selesai bermain?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

5. Mengapa kita harus menaati aturan?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................


REFLEKSI PEMBELAJARAN

Mari kita ingat kembali pelajaran hari ini.

Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut.

  1. Apa yang kalian pelajari hari ini?

  2. Apakah kalian sudah datang ke sekolah tepat waktu?

  3. Apakah kalian sudah merapikan barang setelah digunakan?

  4. Kebiasaan disiplin apa yang akan kalian lakukan mulai hari ini?

Peserta didik diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman dan kebiasaan baik yang ingin mereka tingkatkan.


🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Kesimpulan Materi:


Refleksi Pembelajaran Murid:


Tindak Lanjut Guru:


Kamis, 22 Oktober 2026-1D-P.Pancasila

Rabu, 21 Oktober 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : P.Pancasila

3. Hari/Tanggal     : Kamis, 22 Oktober 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Mengenal Aturan di Sekolah

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan sederhana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman mematuhi aturan serta membiasakan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan, santun, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengenal contoh aturan di sekolah, membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan, serta menceritakan pengalaman mematuhi aturan di sekolah melalui kegiatan mengamati gambar, bermain games, dan berbagi cerita sederhana.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik, seperti datang tepat waktu, berbaris sebelum masuk kelas, mendengarkan guru, menjaga kebersihan, dan menyayangi teman.

Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak memahami alasan dan manfaat menaati aturan agar kegiatan belajar menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui tepuk aturan, permainan Lampu Aturan, dan Misi Detektif Aturan Sekolah.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Peserta didik mengenal pengertian aturan di sekolah.

  2. Peserta didik menyebutkan contoh aturan di sekolah.

  3. Peserta didik membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan.

  4. Peserta didik menjelaskan manfaat mematuhi aturan.

  5. Peserta didik menceritakan pengalaman mematuhi aturan di sekolah secara sederhana.

E. APERSEPSI

Guru mengulas pembelajaran sebelumnya tentang aturan di rumah, kemudian menghubungkannya dengan aturan di sekolah.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kamu lakukan sebelum masuk kelas?

  • Bagaimana sikapmu saat guru menjelaskan?

  • Bolehkah kita membuang sampah sembarangan di kelas?

  • Apa yang terjadi jika semua anak tidak menaati aturan?

F. PENJELASAN SINGKAT

1. Allah Menyukai Kebaikan

Allah Swt. menyukai kebaikan. Anak Muslim hendaknya membiasakan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, menjaga kebersihan, dan menghormati guru serta teman.

Dengan mematuhi aturan sekolah, kita belajar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

2. PENJABARAN MATERI

Apa Itu Aturan di Sekolah?

Aturan di sekolah adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kegiatan belajar berjalan tertib, aman, dan nyaman.

Contoh Aturan di Sekolah

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Berbaris dengan tertib sebelum masuk kelas.

  3. Berdoa sebelum belajar.

  4. Memakai seragam sesuai ketentuan sekolah.

  5. Mendengarkan guru saat menjelaskan.

  6. Mengangkat tangan sebelum berbicara.

  7. Meminta izin jika ingin keluar kelas.

  8. Membuang sampah pada tempatnya.

  9. Merapikan alat belajar setelah digunakan.

  10. Berbicara sopan dan tidak mengganggu teman.

Perilaku yang Sesuai dan Tidak Sesuai dengan Aturan

Sesuai aturanTidak sesuai aturan
Datang tepat waktuDatang terlambat tanpa alasan
Mendengarkan guruBerbicara sendiri saat guru menjelaskan
Membuang sampah di tempat sampahMembuang sampah sembarangan
Mengangkat tangan sebelum berbicaraBerteriak saat teman berbicara
Membantu temanMengejek teman
Meminta izin sebelum keluar kelasKeluar kelas tanpa izin

Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

  • Belajar menjadi tertib.

  • Kelas menjadi bersih dan nyaman.

  • Kita belajar disiplin dan bertanggung jawab.

  • Guru dan teman merasa aman dan senang.

  • Kita belajar menghormati orang lain.


4. VIDEO PEMBELAJARAN


5. ALAT PERAGA

  • Gambar perilaku anak di sekolah.

  • Kartu situasi aturan sekolah.

  • Video animasi pembelajaran.

  • Papan tulis dan alat tulis.

6. POSTTEST

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Saat guru menjelaskan, kita harus ....

  2. Sampah harus dibuang di ....

  3. Sebelum keluar kelas, kita harus meminta ....

  4. Jika bertemu guru, kita sebaiknya bersikap ....

  5. Mematuhi aturan membuat kegiatan belajar menjadi ....


Kesimpulan:

Refleksi:

Capaian Pembelajaran: ....................................

Tindak Lanjut: ....................................

Peserta Didik Tuntas: ....................................

Peserta Didik Tidak Tuntas: ....................................

Peserta Didik Hadir: ....................................

Peserta Didik Tidak Hadir: .....



Rabu, 21 Oktober 2026-1D-Seni Rupa

Selasa, 20 Oktober 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

3. Hari/Tanggal     : Rabu, 21 Oktober 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati dan mengenali objek di lingkungan sekitar berdasarkan bentuk, warna, ukuran, dan ciri-cirinya sebagai inspirasi dalam berkarya seni rupa.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menyebutkan berbagai objek di lingkungan sekitar.

  2. Mengenali bentuk, warna, ukuran, dan ciri-ciri objek.

  3. Memilih objek yang disukai sebagai inspirasi menggambar.

  4. Menceritakan hasil pengamatan dengan bahasa sederhana.


🌷 Mindful (Berkesadaran)

Anak-anak mengamati objek di sekitar dengan teliti, seperti bentuk bunga, warna daun, dan ukuran pohon.

🌷 Meaningful (Bermakna)

Anak-anak mengenali objek yang sering dijumpai di rumah dan sekolah sebagai inspirasi membuat karya seni.

🌷 Joyful (Menyenangkan)

Anak-anak bermain tebak objek dan menggambar objek favorit.

D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian objek di lingkungan sekitar.

  2. Mengamati berbagai objek yang ada di rumah dan sekolah.

  3. Menyebutkan nama objek yang ditemukan.

  4. Mengenali bentuk objek yang diamati.

  5. Mengidentifikasi warna objek.

  6. Membandingkan ukuran objek, seperti besar dan kecil.

  7. Menyebutkan ciri-ciri objek yang menarik.

  8. Mengelompokkan objek berdasarkan persamaan bentuk atau warna.

  9. Menentukan objek yang paling menarik bagi diri sendiri.

  10. Menceritakan hasil pengamatan terhadap objek dengan bahasa sederhana.

  11. Menjelaskan alasan menyukai suatu objek.

  12. Menggunakan objek di lingkungan sekitar sebagai inspirasi dalam berkarya seni rupa.

E. 📌 E. APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 1D! 💗

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum belajar, mari berdoa agar Allah Swt. memberikan ilmu yang bermanfaat.

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian!

🌷 Apa warna tas kalian?

🌷 Benda apa yang berbentuk bulat?

🌷 Siapa yang pernah melihat bunga di taman?

Ternyata, banyak objek menarik di sekitar kita. Hari ini kita akan belajar mengenali bentuk, warna, ukuran, dan ciri-ciri objek yang dapat menjadi inspirasi untuk menggambar


F.PENJELASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Allah Swt. menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan warna yang indah. Ada bunga, pohon, kupu-kupu, dan buah-buahan yang dapat kita amati.

Kita dapat menjadikan ciptaan Allah sebagai inspirasi dalam berkarya seni rupa. Mari bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah dan menjaga lingkungan dengan baik. 🤲

2.MATERI PEMBELAJARAN

💗 1. Mengenal Objek di Lingkungan Sekitar

Objek adalah benda atau sesuatu yang dapat kita amati.

Objek dapat ditemukan di rumah, sekolah, taman, dan lingkungan sekitar.

Contoh objek di lingkungan sekitar:

🌷 Alam: bunga, pohon, daun, batu, dan awan.

🌷 Hewan: kucing, kupu-kupu, burung, dan ikan.

🌷 Buah-buahan: apel, pisang, jeruk, dan semangka.

🌷 Benda sehari-hari: tas, buku, pensil, botol minum, dan mainan.

Berbagai objek tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membuat gambar atau karya seni rupa.


💗 2. Mengenal Bentuk Objek

Setiap objek memiliki bentuk yang dapat kita amati.

Beberapa bentuk sederhana yang sering ditemukan adalah:

Bentuk bulat

Contoh: bola, jeruk, dan jam dinding berbentuk lingkaran.

Bentuk persegi

Contoh: beberapa ubin lantai dan kertas berbentuk persegi.

Bentuk persegi panjang

Contoh: buku tulis, pintu, dan papan tulis.

Bentuk lonjong

Contoh: beberapa jenis daun dan telur.

Bentuk tidak beraturan

Contoh: batu alam dan awan.

Bentuk objek tidak selalu sama. Kita dapat mengamati persamaan dan perbedaannya.


💗 3. Mengenal Warna Objek

Objek di sekitar memiliki warna yang beragam.

Contohnya:

  • Daun umumnya berwarna hijau.

  • Langit cerah dapat terlihat biru.

  • Pisang matang umumnya berwarna kuning.

  • Jeruk matang dapat berwarna oranye.

  • Bunga dapat berwarna merah, kuning, putih, atau merah muda.

Warna membantu kita mengenali objek dan membuat gambar terlihat lebih menarik.

Peserta didik dapat menyebutkan warna objek yang diamati serta memilih warna yang sesuai ketika menggambar.


💗 4. Mengenal Ukuran Objek

Objek juga memiliki ukuran yang berbeda.

Ada objek yang besar, kecil, panjang, atau pendek.

Contoh:

  • Pohon biasanya lebih besar daripada bunga.

  • Gajah lebih besar daripada kucing.

  • Pensil dapat lebih panjang daripada penghapus.

  • Daun pada satu tanaman dapat memiliki ukuran yang berbeda.

Ketika mengamati objek, kita dapat membandingkan ukurannya dengan objek lain.

 5. Mengenal Ciri-Ciri Objek yang Menarik

Objek dapat terlihat menarik karena memiliki bentuk, warna, ukuran, atau pola tertentu.

Contoh 1: Kupu-kupu

  • Mengenal Objek di Lingkungan Sekitar

    Objek adalah sesuatu yang dapat kita amati.

    Contohnya:

    • Alam: bunga, pohon, dan daun.

    • Hewan: kucing, burung, dan kupu-kupu.

    • Buah: apel, pisang, dan jeruk.

    • Benda: tas, buku, pensil, dan mainan.

    2. Mengenal Bentuk Objek

    Setiap objek memiliki bentuk yang berbeda.

    • Bulat: bola dan jeruk.

    • Persegi: ubin berbentuk persegi.

    • Persegi panjang: buku dan pintu.

    • Lonjong: beberapa jenis daun dan telur.

    3. Mengenal Warna Objek

    Objek di sekitar memiliki warna yang beragam.

    • Daun umumnya berwarna hijau.

    • Pisang matang umumnya berwarna kuning.

    • Langit cerah dapat terlihat biru.

    • Bunga dapat berwarna merah, kuning, putih, atau merah muda.

    4. Mengenal Ukuran Objek

    Objek memiliki ukuran yang berbeda, seperti besar, kecil, panjang, dan pendek.

    Contoh:

    • Pohon biasanya lebih besar daripada bunga.

    • Pensil dapat lebih panjang daripada penghapus.

    5. Mengenal Ciri-Ciri Objek

    Objek memiliki ciri-ciri yang dapat kita amati.

    Contoh:

    • Bunga: memiliki kelopak, tangkai, dan daun.

    • Kupu-kupu: memiliki sayap dengan warna dan pola yang beragam.

    • Pohon: memiliki batang, cabang, dan daun.

    6. Objek sebagai Inspirasi Berkarya Seni Rupa

    Objek yang kita amati dapat menjadi ide untuk membuat gambar.

    Langkah sederhana:

    1. Pilih objek yang disukai.

    2. Amati bentuk dan warnanya.

    3. Gambarlah objek tersebut.

    4. Warnai sesuai pengamatan dan kreativitas.

    Ingat! Setiap anak boleh memilih objek yang berbeda sesuai kesukaannya. 🎨

3. VIDEO Pembelajaran

4. ALAT PERAGA

  • Gambar bunga, pohon, hewan, dan buah.

  • Gambar lingkungan rumah dan sekolah.

  • Benda nyata yang aman untuk diamati.

  • Objek di halaman sekolah.

  • LKPD.

5. POST TEST

Ayo Menggambar! 🎨

Pilih satu objek favorit, seperti bunga, rumah, pohon, atau hewan kesukaan.

Gambarlah objek tersebut, warnai dengan menarik, lalu ceritakan hasil gambarmu kepada guru dan teman-teman.

G. KESIMPULAN & REFLEKSI




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS