Senin, 31 Agustus 2026-1D-Matematika

Minggu, 30 Agustus 2026

  

A. IDENTITAS

1. Nama Guru: Winda Galuh Asmara, S.Pd. & Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran: Matematika

3. Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

4. Fase/Kelas: Fase A / Kelas I

5. Materi: Membandingkan Bilangan (Lebih Besar, Lebih Kecil, dan Sama Dengan)


B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengenal, membaca, dan membandingkan bilangan cacah serta menggunakan pemahaman tentang jumlah untuk menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. TP Umum

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu membandingkan dua kelompok benda berdasarkan jumlahnya dengan menggunakan istilah lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak secara tepat.

2. TP 

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

Ma (Meaningful/Bermakna):

  • Menghubungkan kegiatan membandingkan jumlah benda dengan kehidupan sehari-hari.

Mi (Mindful/Berkesadaran):

  • Menghitung jumlah benda dengan teliti dan menyampaikan hasil perbandingan dengan percaya diri.

Joy (Menyenangkan):

  • Melakukan kegiatan membandingkan jumlah benda melalui aktivitas berpasangan menggunakan benda konkret dengan suasana belajar yang menyenangkan.


D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati dua kelompok benda di lingkungan sekitar.

  2. Peserta didik menghitung jumlah benda pada masing-masing kelompok.

  3. Peserta didik membandingkan jumlah kedua kelompok benda.

  4. Peserta didik mengenal istilah lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak.

  5. Peserta didik menyampaikan hasil perbandingan secara lisan.

  6. Peserta didik mengerjakan latihan membandingkan jumlah benda melalui LKPD.


E. APERSEPSI SINGKAT

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda yang ada di dalam kelas, seperti buku, pensil, penghapus, dan jumlah teman yang duduk di beberapa kelompok.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Di meja guru ada 5 pensil, sedangkan di meja siswa ada 3 pensil. Mana yang lebih banyak?”

  • “Bagaimana kita mengetahui benda yang jumlahnya lebih sedikit?”

  • “Apakah dua kelompok benda dapat memiliki jumlah yang sama?”

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah

Mengenal Allah sebagai Al-Khaliq

Allah SWT memiliki nama Al-Khaliq (الخَالِقُ) yang berarti Allah Maha Pencipta. Allah SWT menciptakan tubuh manusia dengan bentuk yang sempurna dan teratur.

Coba perhatikan tubuh kita. Kita memiliki jari tangan dan mata. Jumlahnya berbeda, tetapi semuanya memiliki fungsi yang sangat penting.

🖐️ Jari tangan = 5

👀 Mata = 2

Jadi, jumlah jari tangan lebih banyak daripada jumlah mata.

5 lebih besar daripada 2.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

(QS. At-Tin: 4)

Melalui kegiatan membandingkan jumlah jari tangan dan mata, kita belajar bahwa Allah SWT adalah Al-Khaliq, Allah Maha Pencipta. Kita juga belajar menghitung dan membandingkan dengan teliti.

Pertanyaan Penalaran Kritis:

  • Berapa jumlah jari pada kedua tanganmu?

  • Berapa jumlah matamu?

  • Mana yang lebih banyak, jari tangan atau mata?

  • Mengapa kita harus bersyukur atas anggota tubuh yang Allah ciptakan?

Membandingkan Bilangan

Membandingkan bilangan adalah kegiatan untuk mengetahui apakah suatu jumlah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dibandingkan dengan jumlah lainnya.

A. Lebih Banyak

Jika jumlah benda pada kelompok pertama lebih banyak daripada kelompok kedua, maka disebut lebih banyak.

Contoh:

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎

🍊 🍊 🍊

Jumlah apel lebih banyak daripada jumlah jeruk.

5 lebih banyak daripada 3.


B. Lebih Sedikit

Jika jumlah benda pada suatu kelompok lebih sedikit daripada kelompok lainnya, maka disebut lebih sedikit.

Contoh:

✏️ ✏️

📚 📚 📚 📚

Jumlah pensil lebih sedikit daripada jumlah buku.

2 lebih sedikit daripada 4.


C. Sama Banyak

Jika dua kelompok memiliki jumlah benda yang sama, maka disebut sama banyak.

Contoh:

⭐ ⭐ ⭐ ⭐

🌸 🌸 🌸 🌸

Jumlah bintang sama banyak dengan jumlah bunga.

4 sama dengan 4.


Cara Membandingkan Jumlah Benda

Agar tidak salah dalam membandingkan jumlah benda, kita dapat:

Guru mengajak peserta didik menghitung benda bersama-sama untuk menemukan jawabannya.

  1. Membandingkan kedua jumlah tersebut.

  2. Menentukan apakah jumlahnya lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

  3. Menghitung jumlah benda pada kelompok kedua.

  4. Membandingkan kedua jumlah tersebut.

  5. Menentukan apakah jumlahnya lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Contoh:

🐟 🐟 🐟 🐟 🐟

🐠 🐠 🐠

Kelompok pertama berjumlah 5.

Kelompok kedua berjumlah 3.

Jadi, 5 lebih banyak daripada 3.


Kegiatan Motivasi

Guru menunjukkan dua kelompok benda konkret, misalnya pensil atau kelereng.

  1. Peserta didik memperkirakan kelompok mana yang jumlahnya lebih banyak.

  2. Peserta didik menghitung jumlah benda pada setiap kelompok.

  3. Peserta didik membandingkan hasil perhitungan.

  4. Guru memperkenalkan istilah lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak.

  5. Peserta didik menyampaikan jawabannya secara lisan.

3. Video Pembelajaran

Video pembelajaran dapat digunakan sebagai penguatan materi tentang membandingkan bilangan.




4. Media/Alat Peraga

Media dan alat peraga yang digunakan:

  • Benda konkret seperti pensil, buku, atau kelereng

  • LKPD

  • Papan tulis


5. Post Test

Peserta didik mengerjakan soal sederhana untuk mengetahui pemahaman setelah pembelajaran.

Contoh:

1. 🍎 🍎 🍎 🍎
2. 🍊 🍊

Kelompok mana yang lebih banyak?

Jawab: ______________________

2. ⭐ ⭐ ⭐
🌸 🌸 🌸

Apakah jumlahnya lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak?

Jawab: ______________________

3. 🐟 🐟
🐠 🐠 🐠 🐠

Jumlah ikan pertama lebih __________ daripada kelompok kedua.

4. 🍎 🍎 🍎
🍊 🍊 🍊

Kedua kelompok memiliki jumlah yang __________.

5. Tuliskan satu contoh benda di rumah yang dapat kamu bandingkan jumlahnya!

Jawab: ______________________________


G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa:

  • Jumlah benda dapat dibandingkan.

  • Ada jumlah yang lebih banyak.

  • Ada jumlah yang lebih sedikit.

  • Ada jumlah yang sama banyak.

  • Untuk membandingkan jumlah benda, kita harus menghitung dengan teliti.

  • Membandingkan jumlah benda dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari.


2. Refleksi

Hal yang sudah berjalan baik:

.

Kendala yang ditemukan:


Respons/keterlibatan peserta didik:


Tindak lanjut pembelajaran:



3. Capaian Tujuan Pembelajaran

Jumlah peserta didik tuntas: ______ peserta didik

Jumlah peserta didik belum tuntas: ______ peserta didik

Tindak lanjut:


Senin, 31 Agustus 2026-1D-B.Indonesia

  

A. IDENTITAS

Nama Guru            : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

Mata Pelajaran      : B.Indonesia

Hari / Tanggal        : Senin, 31 Agustus 2026


Fase / Kelas           : A / 1

Materi                    : Instruksi sederhana

Pertemuan ke      : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks non sastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa instruksi sederhana yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Memahami arti instruksi sederhana.
  • Menyimak instruksi dengan penuh perhatian.
  • Melaksanakan instruksi sederhana dengan tepat.
  • Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
Mindful (Penuh Perhatian)
Peserta didik mampu menyimak instruksi sederhana dengan penuh perhatian, menunjukkan sikap tenang, fokus, dan tidak memotong pembicaraan saat instruksi disampaikan.

 Meaningful (Bermakna) Peserta didik mampu memahami arti instruksi sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti duduk dengan rapi, membuka buku, mengangkat tangan, dan merapikan alat belajar, serta memahami manfaat mengikuti instruksi dengan baik.


Joyful (Menyenangkan) 
Peserta didik mampu melaksanakan instruksi sederhana dengan tepat melalui kegiatan permainan atau aktivitas yang menyenangkan dengan percaya diri dan antusias.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu memahami arti instruksi sederhana yang disampaikan secara lisan dengan menggunakan kosakata yang familiar dalam kehidupan sehari-hari.

2Peserta didik mampu menyimak instruksi sederhana dengan penuh perhatian dan mengenali informasi penting yang terdapat dalam instruksi.

3. Peserta didik mampu melaksanakan instruksi sederhana dengan tepat sesuai dengan informasi yang didengar.

4. Peserta didik mampu menjawab pertanyaan sederhana berdasarkan informasi yang didengar dengan tepat.

5. Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman terhadap informasi yang didengar melalui tindakan dan jawaban sederhana secara tepat.

E. APERSEPSI SINGKAT

Anak-anak...

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan instruksi? Instruksi adalah perintah atau petunjuk yang diberikan kepada seseorang agar melakukan sesuatu.

Setiap hari kita sering mendapatkan instruksi.Misalnya: 👩 Ibu berkata: "Tolong rapikan mainanmu."Maka kita harus merapikan mainan.👨‍🏫 Guru berkata:"Bukalah buku Bahasa Indonesia."Maka kita membuka buku Bahasa Indonesia.

👨 Ayah berkata:"Letakkan sepatu di rak." Maka kita meletakkan sepatu di rak. Mudah, bukan? 😊

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah

Materi pelajaran kita hari ini berhubungan dengan : 

QS. Al-Mujadilah Ayat 11

فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ

Artinya:
"Maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu."
(QS. Al-Mujadilah: 11)

 “Anak sholih dan sholihah selalu mendengarkan dengan baik, memahami arahan, lalu melakukannya dengan senang hati.”

2. Penjabaran Materi

 🌳 F. Instruksi di Lingkungan Sekitar

Kita juga harus mengikuti instruksi yang baik ketika berada di lingkungan sekitar.

Contohnya:

"Buanglah sampah pada tempatnya." 🗑️

"Jagalah kebersihan lingkungan." 🌱

"Berjalanlah dengan tertib."

"Jangan merusak tanaman." 🌿

Dengan mengikuti instruksi yang baik, lingkungan menjadi bersih, aman, dan nyaman.


🎮 G. Ayo Bermain "Dengarkan Instruksiku!"

Sekarang kita bermain bersama. 😊

Guru akan memberikan beberapa instruksi.

Dengarkan dengan baik sebelum melakukannya.

Instruksi 1:
"Pegang kepala kalian!"

Instruksi 2:
"Tepuk tangan dua kali!"

👏 👏

Instruksi 3:
"Angkat tangan kiri!"

Instruksi 4:
"Sentuh meja!"

Instruksi 5:
"Berikan senyum terbaikmu!" 😊

Hebat sekali!

Kalian sudah mampu mendengarkan dan mengikuti instruksi sederhana.


📖 H. Ayo Simak Percakapan!

Dengarkan percakapan berikut!

Lani: "Beni, tolong ambilkan pensil di atas meja."

Beni: "Baik, Lani."

Lani: "Terima kasih, Beni."

Beni: "Sama-sama."

💡 Informasi Penting

  • Lani memberikan instruksi kepada Beni.
  • Beni diminta mengambil pensil.
  • Beni melaksanakan instruksi Lani.
  • Lani mengucapkan terima kasih.

  Ayo Jawab!

1. Siapa yang memberikan instruksi?

👉 Lani.

2. Apa yang diminta Lani kepada Beni?

👉 Mengambilkan pensil di atas meja.

3. Apa yang dikatakan Lani setelah dibantu?

👉 "Terima kasih."

3.  Video Pembelajaran

4. Media/Alat Peraga

  • Video pembelajaran
  • Gambar
  • Buku
  • Alat peraga nyata
  • Speaker/Laptop

 5. Post Test

 Ayo Berlatih!

Dengarkan instruksi berikut, kemudian jawablah pertanyaannya.

Soal 1

Guru berkata:

"Bukalah buku kalian."

Apa yang harus dilakukan?

👉 ______________________________

Soal 2

Ibu berkata:

"Tolong rapikan mainanmu."

Apa yang harus dilakukan?

👉 ______________________________

Soal 3

Ayah berkata:

"Letakkan sepatu di rak."

Di mana sepatu harus diletakkan?

👉 ______________________________

Soal 4

Guru berkata:

"Angkat tanganmu sebelum menjawab."

Apa yang harus dilakukan sebelum menjawab?

👉 ______________________________

 G. KESIMPULAN/REFLEKSI

1. Kesimpulan :

2. Refleksi           :  

3. Capaian Tujuan Pembelajaran :

 Jumlah peserta didik tuntas ...

Jumlah peserta didik belum tuntas ... 

 Tindak lanjut ...

 



Jum'at, 28 Agustus 2026-1D-Adab & PAK

Kamis, 27 Agustus 2026

    

IDENTITAS

Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
Hari / Tanggal : Jum'at, 28 Agustus 2026
Fase / Kelas : A / 1
Mata Pelajaran : Adab
Materi : Mengenal Pentingnya Menghormati Orang Tua

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semangat belajar.

Anak-anak, siapa yang pagi ini sudah membantu Ayah atau Ibu di rumah? Misalnya merapikan tempat tidur, membereskan mainan, atau membantu Ibu?

Allah SWT adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan kita dan memberikan kita Ayah dan Ibu yang menyayangi serta merawat kita.

Allah juga Al-Malik, artinya Allah Maha Memelihara. Allah menjaga kita melalui kasih sayang orang tua.

Allah adalah Ar-Razzaq, artinya Allah Maha Pemberi Rezeki. Salah satu rezeki yang Allah berikan kepada kita melalui usaha Ayah dan Ibu dalam memenuhi kebutuhan kita.

Karena itu, menghormati orang tua merupakan salah satu cara kita bersyukur kepada Allah SWT.

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mengenal dan membiasakan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap menghormati dan menyayangi orang tua.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menjelaskan secara sederhana arti menghormati orang tua.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Peserta didik mengamati gambar/video tentang anak yang menghormati orang tua.

  • Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang kegiatan yang dilakukan anak pada gambar.

  • Peserta didik mengenal pengertian menghormati orang tua.

  • Peserta didik mengenal contoh sikap menghormati orang tua.

  • Peserta didik membedakan perilaku yang baik dan tidak baik kepada orang tua.

  • Peserta didik menceritakan pengalaman membantu atau menghormati orang tua di rumah.

Metode

Metode: Tanya Jawab, Pengamatan, dan Penugasan.

PENJABARAN MATERI

1. Video Pembelajaran

Guru menampilkan video pembelajaran tentang menghormati dan menyayangi orang tua.



Setelah menonton video, guru memberikan pertanyaan sederhana:

  • Siapa yang ada di dalam video?

  • Apa yang dilakukan anak kepada orang tuanya?

  • Apakah sikap anak tersebut baik?

  • Bagaimana cara kita menghormati Ayah dan Ibu?

2. Materi

🌼 Apa Artinya Menghormati Orang Tua?

Menghormati orang tua adalah bersikap sopan, menyayangi, mendengarkan, dan berbuat baik kepada Ayah dan Ibu.

Orang tua telah merawat, menjaga, menyayangi, dan memenuhi kebutuhan kita.

Oleh karena itu, kita harus selalu menghormati dan menyayangi mereka.

🌼 Contoh Sikap Menghormati Orang Tua

Kita dapat menghormati orang tua dengan cara:

  1. Berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu.

  2. Mendengarkan nasihat orang tua.

  3. Membantu pekerjaan sederhana di rumah.

  4. Meminta izin sebelum melakukan sesuatu.

  5. Mengucapkan salam ketika datang dan pergi.

  6. Mengucapkan terima kasih ketika diberi sesuatu.

  7. Tidak membentak atau berkata kasar.

  8. Menyayangi dan mendoakan orang tua.

🌼 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Saat Ibu sedang menyapu:
➡️ Kita dapat membantu Ibu.

Saat Ayah memberikan nasihat:
➡️ Kita mendengarkan dengan baik.

Saat ingin bermain:
➡️ Kita meminta izin kepada orang tua.

Saat orang tua memberikan sesuatu:
➡️ Kita mengucapkan terima kasih.

Saat orang tua sedang berbicara:
➡️ Kita tidak memotong pembicaraan.

🌼 Perilaku yang Tidak Baik

Kita tidak boleh:

  • Membentak Ayah dan Ibu.

  • Berkata kasar.

  • Melawan ketika dinasihati.

  • Mengabaikan orang tua.

  • Mengganggu orang tua ketika sedang bekerja.

  • Bersikap tidak sopan.

Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua?

Menghormati orang tua membuat keluarga menjadi rukun, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Menghormati orang tua juga merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas kasih sayang dan rezeki yang diberikan melalui orang tua.

3. Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Kepada orang tua kita harus bersikap ....
A. kasar
B. sopan
C. marah

2. Jika Ibu sedang menyapu, sebaiknya kita ....
A. mengganggu Ibu
B. membantu Ibu
C. pergi tanpa izin

3. Ketika Ayah sedang berbicara, kita sebaiknya ....
A. mendengarkan
B. berteriak
C. bermain

4. Sebelum pergi bermain, kita sebaiknya ....
A. meminta izin
B. berlari keluar
C. diam-diam pergi

5. Menghormati orang tua merupakan bentuk .... kepada Allah SWT.
A. kemarahan
B. kesombongan
C. rasa syukur

B. Isian

6. Kita harus berbicara kepada orang tua dengan bahasa yang ....

7. Jika diberi sesuatu oleh orang tua, kita mengucapkan ....

8. Kita harus menyayangi dan menghormati ....

C. Esai

9. Sebutkan dua contoh sikap menghormati orang tua!

10. Mengapa kita harus menghormati orang tua?

KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan Materi



2. Refleksi Pembelajaran

Kendala:



Tindak Lanjut:


Capaian:



Jumlah siswa yang paham: 23 siswa

Jumlah siswa yang belum paham: 2 siswa


2. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mengenal dan membiasakan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari nilai antikorupsi.

3. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti tanggung jawab dengan bahasa sederhana.

4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid mengamati gambar atau video tentang perilaku tanggung jawab dan tidak tanggung jawab.

  • Guru mengajukan pertanyaan sederhana berdasarkan gambar.

  • Murid mengenal pengertian tanggung jawab

  • Murid menyebutkan contoh perilaku disiplin.

  • Murid membedakan perilaku tanggung jawab dan tidak tanggung jawab.

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya tanggung jawab.

5. Metode

Metode: Tanya Jawab, Pengamatan, Demonstrasi, Games, Bermain Peran, dan Penugasan.

6. MATERI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI


Tanggung jawab adalah sikap berani melakukan tugas atau kewajiban dengan baik dan siap menerima akibat dari hal yang kita lakukan.
 Tanggung jawab berarti melakukan hal-hal sederhana yang menjadi tugasnya tanpa harus selalu diingatkan. 
Contoh Tanggung Jawab Anak Kelas 1 SD
Di Rumah:
Merapikan mainan setelah selesai bermain.
Menyiapkan buku pelajaran sesuai jadwal sekolah.
Merapikan tempat tidur sendiri. 
Di Sekolah:
Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
Menjaga kebersihan kelas dengan membuang sampah pada tempatnya.
Mengerjakan tugas dari guru.

H. Latihan / Asesmen Formatif


Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

 tanggung jawab berarti melakukan hal-hal sederhana yang menjadi tugasnya tanpa harus selalu diingatkan.

Contoh Tanggung Jawab Di Rumah:

Merapikan mainan setelah selesai bermain, Menyiapkan buku pelajaran sesuai jadwal sekolah, Merapikan tempat tidur sendiri.

Di Sekolah:

Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.Menjaga kebersihan kelas dengan membuang sampah pada tempatnya.Mengerjakan tugas dari guru.

Refleksi Pembelajaran

Kendala:

Tindak Lanjut:

Capaian:







Kamis 27 Agustus 2026-1D-P.Pancasila & Imlak

Rabu, 26 Agustus 2026

   

IDENTITAS

Hari/Tanggal : Kamis 27 Agustus 2026

Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd & Liyana Qayyimah, S.Pd

Fase/Kelas : Fase A / Kelas 1D

Mapel : P.Pancasila & Imlak

Pendidikan Pancasila


Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita bersyukur kepada Allah SWT. Allah adalah Maha Khaliq, yaitu Allah yang menciptakan kita dan keluarga kita. Allah mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua dan menyayangi saudara. Salah satu cara menunjukkan rasa syukur kepada Allah adalah dengan melakukan kebaikan di dalam keluarga.

Coba anak-anak ingat:

  • Apakah pagi tadi kalian berdoa sebelum makan?

  • Apakah kalian berpamitan kepada ayah atau ibu sebelum berangkat sekolah?

  • Apakah kalian pernah membantu ibu atau ayah di rumah?

  • Apa yang kalian lakukan ketika adik atau kakak membutuhkan bantuan?

Hari ini kita akan belajar bahwa perbuatan baik di dalam keluarga merupakan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila.


Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mengenal nilai-nilai Pancasila dan menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga.


Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengenal nilai-nilai Pancasila melalui contoh kegiatan sehari-hari di lingkungan keluarga.


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengamati gambar kegiatan keluarga.

  2. Peserta didik menjawab pertanyaan tentang perilaku yang dilakukan dalam gambar.

  3. Peserta didik mengenal contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

  4. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan perilaku baik.

  5. Peserta didik mengelompokkan perilaku sesuai dengan sila Pancasila.

  6. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

  7. Peserta didik mengerjakan latihan untuk mengetahui pemahamannya.

  8. Peserta didik melakukan refleksi dan menentukan satu aksi kebaikan yang akan dilakukan di rumah.

 Metode

Metode:
Tanya jawab, pengamatan gambar, diskusi kelompok, demonstrasi, permainan, penugasan, dan latihan.

  • Mendengarkan pendapat orang lain.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Bermusyawarah untuk menentukan keputusan.

PENJABARAN MATERI

1. Video Pembelajaran

Video: Mengenal Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Guru dapat menayangkan video pembelajaran yang sesuai dengan materi tentang contoh perilaku Pancasila di lingkungan keluarga.

Setelah menonton video, guru memberikan pertanyaan:

  • Apa yang dilakukan anak dalam video?

  • Perbuatan baik apa yang kamu lihat?

  • Apakah kamu pernah melakukan perbuatan tersebut di rumah?

  • Perbuatan tersebut sesuai dengan sila Pancasila yang mana?


2. Materi Pembelajaran

Mengenal Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga

Anak-anak, Pancasila memiliki lima sila.

Nilai-nilai Pancasila dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di rumah bersama keluarga.

Video Pembelajaran 


Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh perilaku di rumah:

  • Berdoa sebelum makan.

  • Beribadah kepada Tuhan.

  • Berdoa sebelum tidur.

  • Bersyukur kepada Allah SWT.

Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh perilaku di rumah:

  • Menyayangi kakak dan adik.

  • Menolong anggota keluarga.

  • Membantu ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan.

  • Tidak mengejek saudara.

Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Contoh perilaku di rumah:

  • Hidup rukun dengan keluarga.

  • Bermain bersama saudara dengan damai.

  • Tidak bertengkar.

  • Saling menyayangi anggota keluarga.

Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh perilaku di rumah:

  • Berdiskusi bersama keluarga.

  • Mendengarkan pendapat orang lain.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Bermusyawarah untuk menentukan keputusan.

Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh perilaku di rumah:

  • Berbagi makanan dengan saudara.

  • Membagi tugas rumah dengan adil.

  • Membantu anggota keluarga.

  • Tidak pilih kasih.

Ayo Ingat!

Nilai Pancasila dapat kita lakukan setiap hari di rumah.

Berdoa → Sila ke-1

Menyayangi dan menolong → Sila ke-2

Hidup rukun → Sila ke-3

Bermusyawarah → Sila ke-4

Berbagi dan berlaku adil → Sila ke-5


Ayo Bermain: "Tepuk Pancasila"

Guru menyebutkan suatu perilaku.

Jika perilaku tersebut baik, peserta didik bertepuk tangan.

Contoh:

👏 Membantu ibu menyapu.

👏 Berdoa sebelum tidur.

👏 Berbagi makanan dengan saudara.

👏 Bermusyawarah bersama keluarga.

❌ Bertengkar dengan kakak.

❌ Mengejek adik.

❌ Berebut makanan dengan saudara.


3. Latihan / Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Sebelum makan, kita sebaiknya ....
A. berdoa
B. bermain
C. tidur

2. Jika ibu sedang menyapu, kita dapat ....
A. membantu ibu
B. mengganggu ibu
C. pergi bermain

3. Jika adik membutuhkan bantuan, kita harus ....
A. mengejek
B. menolong
C. meninggalkan

4. Bermain bersama kakak sebaiknya dengan ....
A. bertengkar
B. rukun
C. berebut

5. Jika memiliki makanan, kita sebaiknya .... dengan saudara.
A. berbagi
B. berebut
C. menyembunyikan

Soal Imlak :

ibu baca buku

budi makan nasi

siti minum susu

ayah bawa tas

dina cuci tangan

Refleksi :

Berdasarkan pembelajaran hari ini diketahui bahwa sebagian besar peserta didik masih kesulitan dalam menentukan pengamalan nilai-nilai Pancasila untuk itu materi ini akan kembali dijelaskan pada pertemuan berikutnya.











 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS