Jumat, 02 Oktober 2026-1D-Adab

Kamis, 01 Oktober 2026

   

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Adab

3. Hari/Tanggal : Jumat, 02 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Bermain bersama Teman

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai kegiatan, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal dan membiasakan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika bermain bersama teman.

Peserta didik mampu mengenali perilaku yang menunjukkan sikap rukun, saling menghargai, berbagi, bergantian, dan menyayangi teman saat bermain bersama.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid dapat mengenali dan menerapkan adab bermain bersama dengan rukun.

Mindful (Berkesadaran)
Anak-anak bermain bersama dengan tenang, memperhatikan teman, dan menjaga sikap agar tidak menyakiti teman.

Sebelum bermain bersama, coba perhatikan:

Apakah kita sudah siap bermain dengan teman?

Apakah kita mau berbagi?

Apakah kita mau bergantian?

Apakah kita berbicara dengan sopan?

Apakah kita dapat bermain tanpa bertengkar?

Kita juga harus menjaga mainan dan mengikuti aturan permainan.

Meaningful (Bermakna)
Bermain bersama merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Saat bermain bersama teman, kita belajar untuk berbagi, bergantian, saling membantu, menghargai, dan menyayangi.

Jika kita bermain dengan rukun, semua teman dapat merasa senang dan nyaman.

Joyful (Menyenangkan)
Kita belajar tentang adab bermain melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti mengamati gambar, menonton video, bermain peran, berdiskusi, dan bermain games.

Anak-anak dapat belajar sambil bermain bersama teman dengan sikap yang baik dan menyenangkan.

E. APERSEPSI

Anak-anak, apakah kalian suka bermain bersama teman? 😊

Permainan apa yang kalian sukai?

Pernahkah kalian bermain bersama teman menggunakan satu mainan?

Saat bermain bersama, kita harus saling berbagi dan bergantian.

Kita juga tidak boleh merebut mainan teman, mendorong, memukul, atau bertengkar.

Nah, agar bermain menjadi menyenangkan, kita harus mengetahui adab bermain bersama dengan rukun. 🤝

Hari ini kita akan belajar bagaimana cara bermain bersama teman dengan rukun, sopan, dan saling menyayangi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

🌷 Al-Wadud (Maha Mencintai)

Allah Swt. memiliki nama Al-Wadud, yaitu Allah Maha Mencintai.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk saling menyayangi dan berbuat baik kepada sesama.

Saat bermain bersama teman, kita dapat menunjukkan kasih sayang dengan cara:

🤝 Bermain bersama dengan rukun.

❤️ Menyayangi teman.

😊 Tidak menyakiti teman.

🧸 Mau berbagi mainan.

🙋‍♀️ Membantu teman yang membutuhkan.

Dengan bermain bersama dengan rukun, kita belajar menunjukkan sikap saling menyayangi.


2. PENJABARAN MATERI

Mengenal Adab Bermain Bersama



Adab bermain adalah sikap dan perilaku baik yang dilakukan ketika bermain.

Saat bermain bersama teman, kita harus menjaga sikap agar permainan menjadi menyenangkan.

Adab bermain bersama antara lain:

🤝 Bermain dengan rukun.

🧸 Mau berbagi.

🔄 Mau bergantian.

🗣️ Berbicara dengan sopan.

❤️ Tidak bertengkar.

😊 Menolong teman


Contoh Adab Bermain Bersama

🤝 Bermain dengan Rukun

Kita bermain bersama teman dengan tenang dan tidak bertengkar.

Contoh: Bermain bersama dan mengikuti aturan permainan.


🧸 Mau Berbagi

Kita mau berbagi mainan dengan teman.

Contoh: Memberikan kesempatan teman menggunakan mainan.


🔄 Mau Bergantian

Jika teman sedang bermain, kita menunggu giliran.

Contoh: Menunggu giliran bermain ayunan.


🗣️ Berbicara dengan Sopan

Kita menggunakan kata-kata yang baik ketika berbicara dengan teman.

Contoh: “Boleh aku ikut bermain?”


❤️ Tidak Bertengkar

Kita tidak boleh memukul, mendorong, merebut, atau mengejek teman.

Jika terjadi masalah, kita menyelesaikannya dengan berbicara dengan baik.


😊 Mau Menolong Teman

Kita membantu teman yang mengalami kesulitan.

Contoh: Membantu teman mengambil mainan yang jatuh.


Sikap yang Tidak Baik Saat Bermain

Ada beberapa sikap yang tidak boleh kita lakukan saat bermain.

❌ Merebut mainan teman.

❌ Mendorong teman.

❌ Memukul teman.

❌ Mengejek teman.

❌ Tidak mau berbagi.

❌ Tidak mau bergantian.

❌ Bertengkar saat bermain.

Jika kita melakukan hal tersebut, teman dapat merasa sedih dan tidak nyaman.


Bermain Bersama dengan Rukun

Agar bermain bersama menyenangkan, mari kita ingat:

🌟 BERBAGI

🌟 BERGANTIAN

🌟 BERBICARA SOPAN

🌟 SALING MENOLONG

🌟 TIDAK BERTENGKAR

🌟 SALING MENYAYANGI

Dengan begitu, kita dapat bermain bersama dengan rukun dan bahagia. 😊

3. Video Pembelajaran


4. Alat peraga

  • Gambar kegiatan bermain

  • Kartu gambar

  • Video pembelajaran

  • Mainan sederhana

  • Laptop

  • TV

  • Papan tulis

  • Spidol

  • LKPD


5. POST TEST

Amatilah gambar yang diberikan oleh Ibu Guru!

Berilah tanda 👍 jika gambar menunjukkan sikap bermain dengan rukun dan tanda 👎 jika gambar menunjukkan sikap tidak bermain dengan rukun.

Contoh kegiatan:

  1. Anak berbagi mainan dengan teman.

  2. Anak merebut mainan teman.

  3. Anak bergantian bermain.

  4. Anak mendorong teman.

  5. Anak mengajak teman bermain bersama.


G. KESIMPULAN & REFLEKSI

1. Kesimpulan

Hari ini kita belajar tentang adab bermain bersama dengan rukun.

Saat bermain bersama teman, kita harus:

🤝 bermain dengan rukun;

🧸 mau berbagi;

🔄 mau bergantian;

🗣️ berbicara dengan sopan;

❤️ tidak bertengkar;

😊 saling menolong dan menyayangi.

Kita tidak boleh merebut, mendorong, memukul, atau mengejek teman.

Dengan bermain bersama dengan rukun, semua teman dapat merasa senang, aman, dan nyaman.

🌷 Mari menjadi anak yang suka berbagi, menyayangi teman, dan bermain dengan rukun.

2. Refleksi

3. CAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Jumlah peserta didik tuntas : ........ peserta didik

Jumlah peserta didik belum tuntas : ........ peserta didik

Tindak Lanjut

 

Jumat, 02 Oktober 2026-1D-PAK

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : PAK

3. Hari/Tanggal : Jumat, 02 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Sikap Peduli

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai kegiatan, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN


Peserta didik mengenal dan membiasakan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti peduli, bertanggung jawab, jujur, dan membantu orang lain, khususnya teman.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN


Peserta didik dapat:

1. Mengenal arti peduli terhadap teman.

2. Menyebutkan contoh sikap peduli terhadap teman.

3. Membedakan sikap peduli dan tidak peduli terhadap teman.

4. Membiasakan sikap peduli terhadap teman dalam kehidupan sehari-hari.


Mindful Learning

Peserta didik secara sadar memperhatikan keadaan teman dan menyadari bahwa membantu teman merupakan perbuatan baik.


Meaningful Learning

Peserta didik memahami bahwa sikap peduli kepada teman dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Joyful Learning

Peserta didik belajar melalui gambar, cerita, permainan, dan kegiatan sederhana yang menyenangkan.


E. APERSEPSI

- Siapa saja teman yang sering bermain bersama kalian?

- Apakah kalian pernah membantu teman?

- Apa yang kalian lakukan jika melihat teman kesulitan?

- Bagaimana perasaan teman ketika kita membantunya?

- Apakah kita harus peduli kepada teman?.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT

2. PENJABARAN MATERI



A. Apa Itu Peduli terhadap Teman?

Peduli terhadap teman adalah memperhatikan, menyayangi, dan membantu teman ketika membutuhkan bantuan.

Peduli tidak harus dilakukan dengan sesuatu yang besar.

Hal kecil yang kita lakukan dengan ikhlas juga merupakan bentuk kepedulian.


B. Contoh Sikap Peduli terhadap Teman

1. Membantu teman yang kesulitan.

2. Menolong teman yang terjatuh.

3. Meminjamkan alat tulis kepada teman.

4. Berbagi makanan dengan teman.

5. Menghibur teman yang sedang sedih.

6. Mengajak teman bermain bersama.

7. Mendengarkan ketika teman berbicara.

8. Membantu teman merapikan alat belajar.

9. Menjaga barang milik teman.

10. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.


C. Contoh Sikap Tidak Peduli

- Membiarkan teman yang sedang kesulitan.

- Tidak mau membantu teman.

- Mengejek teman yang terjatuh.

- Merebut barang milik teman.

- Tidak mau berbagi.

- Mengabaikan teman yang membutuhkan bantuan.

- Membiarkan teman sendirian ketika membutuhkan pertolongan.


D. Aku Anak yang Peduli

Anak yang peduli akan:

Melihat - Memperhatikan - Membantu

Contoh:

Melihat teman kesulitan membawa buku.

Memperhatikan bahwa teman membutuhkan bantuan.

Membantu membawa sebagian buku.

3. VIDEO PEMBELAJARAN

4. ALAT PERAGA

Gambar/animasi sikap peduli terhadap teman.

- PPT pembelajaran.

- Video pembelajaran.

- LKPD.

- Kartu gambar Peduli atau Tidak Peduli.

- Games sederhana.

5. POST TEST

Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Ketika teman kesulitan mengambil bukunya, sebaiknya kita ....

a. Membantu

b. Mengejek

c. Membiarkan

2. Jika teman terjatuh, kita sebaiknya ....

a. Menertawakan

b. Menolong

c. Meninggalkan

3. Jika teman tidak memiliki pensil, kita dapat ....

a. Meminjamkan pensil

b. Mengejek

c. Merebut pensilnya

4. Menghibur teman yang sedang sedih merupakan sikap ....

a. Peduli

b. Malas

c. Tidak peduli

5. Ketika teman membutuhkan bantuan, kita sebaiknya ....

a. Membantu

b. Bersembunyi

c. Mengabaikan

G. KESIMPULAN DAN REFLEKSI


Kesimpulan


Refleksi


CAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


Tindak Lanjut

Kamis, 01 Oktober 2026-1D-P.Pancasila

Rabu, 30 September 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : P.Pancasila

3. Hari/Tanggal     : Kamis, 01 Oktober 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai aturan. 

6. Pertemuan ke     : 5

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan sederhana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan serta membiasakan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan, santun, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak cerita, menjawab pertanyaan, bermain peran, dan memberikan contoh perilaku menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, terutama aturan yang mereka temui di lingkungan keluarga. Peserta didik diajak menyadari bahwa aturan dibuat untuk menciptakan kehidupan yang tertib, aman, nyaman, dan harmonis.

Melalui gambar dan cerita tentang perilaku di rumah, peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman mereka, seperti merapikan mainan setelah bermain, membantu orang tua, meminta izin sebelum pergi, menjaga kebersihan, dan mengikuti waktu belajar atau istirahat.

Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari perilaku yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan memahami bahwa setiap tindakan memiliki akibat.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, interaktif, dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga bergerak, berbicara, mengamati, dan mempraktikkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mengenal aturan sederhana yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga

2. Peserta didik mengidentifikasi berbagai perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan berdasarkan gambar dan cerita sederhana.

3. Peserta didik dapat membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan.

4. Peserta didik menjelaskan secara sederhana alasan perilaku tertentu sesuai atau tidak sesuai dengan aturan.

5. Peserta didik menjelaskan secara sederhana alasan perilaku tertentu sesuai atau tidak sesuai dengan aturan.

E.APERSEPSI

F. PENJELASAN SINGKAT

1. Keterkaitan dengan kebesaran Allah

Allah Menyukai Ketaatan dan Kebaikan

Allah menciptakan manusia dengan berbagai aturan dan petunjuk agar manusia dapat hidup dengan baik.

Allah berfirman:

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya.”

(QS. Taha: 132)

Ayat ini mengajarkan kita untuk mengajak keluarga melaksanakan ibadah dan bersabar dalam menjalankannya.

2. PENJABARAN MATERI


Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus kita ikuti agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Di rumah juga ada aturan.

Contohnya:

Bangun dan tidur tepat waktu.
Merapikan tempat tidur.
Membantu orang tua.
Meminta izin sebelum pergi.
Menjaga kebersihan rumah.
Beribadah sesuai tuntunan agama.

Aturan dibuat untuk kebaikan bersama.

Perilaku Patuh Aturan

Patuh aturan artinya melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang telah disepakati.

Contoh perilaku patuh di rumah:

🛏️ 1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.
Kamar menjadi rapi dan nyaman.

🧸 2. Merapikan mainan setelah bermain.
Rumah menjadi lebih bersih dan tidak berantakan.

👩 3. Membantu orang tua.
Misalnya membantu menyapu, merapikan meja, atau membawa piring.

🚪 4. Meminta izin kepada orang tua sebelum pergi.
Hal ini menunjukkan sikap hormat dan bertanggung jawab.

🍚 5. Makan sesuai waktu yang ditentukan.
Tubuh menjadi lebih sehat dan teratur.

🗑️ 6. Membuang sampah pada tempatnya.
Rumah menjadi bersih dan nyaman.

🕌 7. Melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama.
Sebagai anak Muslim, kita belajar melaksanakan salat dan berdoa.

Perilaku Tidak Patuh Aturan

Tidak patuh aturan artinya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan aturan yang telah dibuat.

Contohnya:

❌ Tidak merapikan tempat tidur setelah bangun.

❌ Membiarkan mainan berserakan.

❌ Tidak mau membantu orang tua.

❌ Pergi keluar rumah tanpa meminta izin.

❌ Bermain terus ketika sudah waktunya belajar.

❌ Membuang sampah sembarangan.

❌ Tidak melaksanakan ibadah yang telah menjadi kewajiban.

Perilaku tersebut dapat membuat rumah menjadi tidak tertib, tidak nyaman, dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Mengapa Kita Harus Patuh Aturan?

Kita harus patuh aturan karena:

🌷 Rumah menjadi lebih tertib.

🏡 Rumah menjadi lebih nyaman.

❤️ Hubungan dengan keluarga menjadi lebih baik.

🤝 Kita belajar bertanggung jawab.

😊 Kita belajar menjadi anak yang disiplin dan mandiri.

🌙 Kita juga belajar menjadi anak yang taat kepada Allah.

3. VIDEO PEMBELAJARAN

4. ALAT PERAGA

Gambar, video, LKPD, miniatur rumah.

5. POST TEST

Kerjakanlah soal di modul cerdas gemilang halaman 14!

G. KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan : Peserta didik telah belajar mengenal dan membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan di lingkungan keluarga.

Refleksi : Peserta didik diajak mengingat kembali perilaku yang sudah dilakukan di rumah. Peserta didik dapat membedakan contoh perilaku yang sesuai aturan dan perilaku yang tidak sesuai aturan. 

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga.

Tindak Lanjut : Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan penguatan untuk menerapkan aturan di rumah secara konsisten. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan melalui contoh gambar dan situasi sederhana tentang perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan.

Peserta Didik Tuntas : 27

Peserta Didik Tidak Tuntas : 2

Peserta Didik Hadir : 27

Peserta Didik Tidak Hadir : 2


Rabu, 30 September 2026-1D-SR

Selasa, 29 September 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.
2. Mata Pelajaran : Seni Rupa
3. Hari/Tanggal : Rabu, 30 September 2026
4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I
5. Materi : Mengidentifikasi dan Mengelompokkan Benda atau Gambar Berdasarkan Warna Merah, Kuning, dan Biru
6. Pertemuan ke : 2

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 1D! 🌈✨

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

Hari ini kita akan belajar tentang warna primer, yaitu warna merah, kuning, dan biru. Kita juga akan belajar mengamati dan mengelompokkan benda berdasarkan warnanya.


B. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi unsur rupa berupa warna melalui kegiatan mengamati benda atau gambar di lingkungan sekitar serta mengelompokkan benda berdasarkan warna yang sesuai.

C. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mengelompokkan gambar atau benda berdasarkan warna merah, kuning, dan biru melalui kegiatan permainan atau lembar kerja.

Mindful (Berkesadaran):
Peserta didik menyadari bahwa setiap benda memiliki warna yang dapat diamati dengan teliti. Peserta didik belajar memperhatikan warna benda di sekitar dengan penuh kesadaran.

Meaningful (Bermakna):
Peserta didik menghubungkan pembelajaran warna dengan benda-benda yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti apel, pisang, balon, buku, pensil, dan benda lainnya.

Joyful (Menyenangkan):
Peserta didik belajar melalui pengamatan benda, permainan Rumah Warna, kegiatan mengelompokkan gambar, diskusi kelompok, dan kegiatan mencocokkan warna.


D. Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kembali warna primer.

  2. Menyebutkan warna merah, kuning, dan biru.

  3. Mengidentifikasi warna pada benda atau gambar.

  4. Menentukan kelompok benda berdasarkan warna.

  5. Mengelompokkan benda atau gambar ke dalam kelompok merah, kuning, dan biru.

  6. Menyebutkan nama benda sesuai dengan kelompok warnanya.

  7. Menjelaskan alasan sederhana dalam mengelompokkan benda berdasarkan warna.

  8. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, dan bekerja sama selama kegiatan.


E. Apersepsi

Pada pembelajaran sebelumnya, kita sudah mengenal warna primer.

Anak-anak, siapa yang masih ingat?

Apa saja warna primer?

Ya, warna primer terdiri dari:

🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru

Sekarang coba lihat benda-benda yang ada di sekitar kelas.

Apakah ada benda yang berwarna merah?

Apakah ada benda yang berwarna kuning?

Apakah ada benda yang berwarna biru?

Hari ini kita akan belajar mencari, mengenali, dan mengelompokkan benda berdasarkan warnanya.

sederhana seperti:

“Benar.”

“Kurang tepat.”

atau menjelaskan alasan jika memiliki jawaban yang berbeda.

🍎 Apel
🍌 Pisang
🎈 Balon

Amati warna masing-masing gambar.

Kemudian kelompokkan:

🍎 Apel → Merah

🍌 Pisang → Kuning

🎈 Balon → Biru

Jadi, benda yang memiliki warna sama dapat dikelompokkan bersama.

2. Penjabaran Materi

🌈 A. Mengenal Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar.

Warna primer yang kita pelajari hari ini ada tiga, yaitu:

🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru

Ketiga warna tersebut dapat kita temukan pada berbagai benda di sekitar kita.



🍎 B. Warna Merah

Warna merah dapat ditemukan pada beberapa benda, misalnya:

🍎 Apel
🌶️ Cabai
🎈 Balon merah
✏️ Pensil merah
🌹 Bunga merah

Jika sebuah benda berwarna merah, maka benda tersebut dapat dimasukkan ke dalam Kelompok Merah.

Contoh:

Apel → warna merah → Kelompok Merah


🍌 C. Warna Kuning

Warna kuning dapat ditemukan pada beberapa benda, misalnya:

🍌 Pisang
☀️ Matahari
🌻 Bunga matahari
🎈 Balon kuning
✏️ Pensil kuning

Jika sebuah benda berwarna kuning, maka benda tersebut dapat dimasukkan ke dalam Kelompok Kuning.

Contoh:

Pisang → warna kuning → Kelompok Kuning


🎈 D. Warna Biru

Warna biru dapat ditemukan pada beberapa benda, misalnya:

🎈 Balon biru
🐟 Ikan biru
🎒 Tas biru
📘 Buku biru
🖍️ Krayon biru

Jika sebuah benda berwarna biru, maka benda tersebut dapat dimasukkan ke dalam Kelompok Biru.

Contoh:

Balon → warna biru → Kelompok Biru


🏠 E. Ayo Mengenal Rumah Warna

Sekarang kita akan bermain Rumah Warna.

Ada tiga rumah:

🔴 RUMAH MERAH
🟡 RUMAH KUNING
🔵 RUMAH BIRU

Setiap benda harus masuk ke rumah yang sesuai dengan warnanya.

Contoh:

🍎 Apel merah → 🏠 Rumah Merah

🍌 Pisang kuning → 🏠 Rumah Kuning

🎈 Balon biru → 🏠 Rumah Biru


🔎 F. Ayo Mengamati Benda di Sekitar

Sekarang, mari kita melihat benda-benda yang ada di dalam kelas.

Perhatikan warnanya dengan teliti.

Contohnya:

No.Nama BendaWarnaKelompok
1PensilMerahMerah
2BukuKuningKuning
3TasBiruBiru

Setelah mengamati, peserta didik bersama kelompoknya dapat mendiskusikan hasil pengamatan.


🎯 G. Ayo Mengelompokkan Benda

Sekarang perhatikan beberapa gambar benda.

Misalnya:

🍎 Apel
🍌 Pisang
🎈 Balon

Amati warna masing-masing gambar.

Kemudian kelompokkan:

🍎 Apel → Merah

🍌 Pisang → Kuning

🎈 Balon → Biru

Jadi, benda yang memiliki warna sama dapat dikelompokkan bersama.


🎲 H. Ayo Bermain dan Menemukan!

Guru menunjukkan beberapa kartu gambar kepada peserta didik.

Peserta didik mengamati gambar kemudian menentukan kelompoknya.

Jika gambar berwarna merah:

👉 Masukkan ke Rumah Merah.

Jika gambar berwarna kuning:

👉 Masukkan ke Rumah Kuning.

Jika gambar berwarna biru:

👉 Masukkan ke Rumah Biru.

Peserta didik bekerja secara berkelompok dan saling membantu.


🤝 I. Ayo Bekerja Sama

Setiap kelompok mendapatkan beberapa gambar benda.

Tugas kelompok:

  1. Mengamati gambar.

  2. Menentukan warna gambar.

  3. Mengelompokkan gambar.

  4. Mendiskusikan hasilnya.

  5. Menyampaikan hasil kelompok di depan kelas.

Kelompok lain dapat memberikan tanggapan sederhana seperti:

“Benar.”

“Kurang tepat.”

atau menjelaskan alasan jika memiliki jawaban yang berbeda.


🎤 J. Ayo Presentasi

Setiap kelompok menyampaikan hasil pengelompokan warna.

Contoh:

“Kami menemukan apel berwarna merah. Apel masuk ke kelompok merah.”

“Kami menemukan pisang berwarna kuning. Pisang masuk ke kelompok kuning.”

“Kami menemukan balon berwarna biru. Balon masuk ke kelompok biru.”

Guru memberikan penguatan dan apresiasi kepada peserta didik. 🌟


3. Video Pembelajaran

Simak video pembelajaran tentang warna primer merah, kuning, dan biru.

Peserta didik memperhatikan video dengan tertib dan menyebutkan warna yang ditemukan dalam video.


4. Media Pembelajaran

  • Kartu gambar benda

  • Gambar Rumah Merah, Rumah Kuning, dan Rumah Biru

  • Benda-benda di sekitar kelas

  • LKPD

  • Pensil warna/crayon

  • Video pembelajaran

  • Laptop

  • Speaker

  • Proyektor


5. Post Test/Tugas



G. KESIMPULAN/REFLEKSI

1. Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa:

  • Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru.

  • Warna dapat ditemukan pada berbagai benda di sekitar kita.

  • Kita dapat mengetahui warna benda dengan cara mengamatinya dengan teliti.

  • Benda yang memiliki warna sama dapat dikelompokkan bersama.

  • Benda dapat dikelompokkan ke dalam kelompok merah, kuning, dan biru.

  • Keberagaman warna merupakan salah satu keindahan ciptaan Allah SWT yang harus kita syukuri. 🌈🤲

 


2. Refleksi : Berdasarkan pembelajaran hari jni diketahui bahwa peserta didik mampu mengelompokkan gambar atau benda berdasarkan warna merah, kuning, dan biru.

3. Tindak Lanjut Guru : Pada pertemuan berikutnya guru akan memberikan latihan yang lebih menguji tingkat pemahaman terkait warna primer.

Peserta didik hadir : 26

Peserta didik tidak hadir : 3

Peserta didik paham : 26

Peserta didik belum paham : 0






Rabu, 30 September 2026-1D-P.Pancasila

 


 


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : P.Pancasila

3. Hari/Tanggal     : Rabu, 30 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Mengenal Aturan Menjaga Kebersihan & Kerapihan Rumah

6. Pertemuan ke     : 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN


Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan sederhana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. Peserta didik mampu mengenali pentingnya menjaga kebersihan rumah serta menunjukkan sikap peduli, bertanggung jawab, disiplin, dan bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan keluarga.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat mengenal dan memahami cara menjaga kebersihan rumah melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak cerita, menjawab pertanyaan, berdiskusi, mempraktikkan kegiatan sederhana, dan merefleksikan kebiasaan menjaga kebersihan rumah dalam kehidupan sehari-hari.

🌷 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik menyadari bahwa rumah yang bersih membuat keluarga merasa nyaman dan sehat.

Peserta didik mengamati:

✏️ Cara membuang sampah pada tempatnya.

✏️ Cara merapikan mainan setelah bermain.

✏️ Cara merapikan tempat tidur.

✏️ Cara menyapu lantai.

✏️ Cara membersihkan meja setelah digunakan.

✏️ Cara menjaga kebersihan kamar dan ruang keluarga.

Contoh:

Setelah bermain, mainan berserakan.

❌ Membiarkan mainan berserakan.

✅ Merapikan mainan kembali ke tempatnya.

Peserta didik belajar bahwa menjaga kebersihan rumah dapat dilakukan dengan tindakan sederhana setiap hari.

🌷 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik memahami bahwa menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab bersama.

Rumah yang bersih membuat kita:

🌷 Nyaman bermain dan belajar.

🌷 Terhindar dari banyak kuman.

🌷 Merasa senang dan tenang.

🌷 Memiliki lingkungan yang rapi.

Peserta didik dapat menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, seperti:

🌷 Membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Merapikan mainan.

🌷 Menyapu lantai.

🌷 Merapikan tempat tidur.

🌷 Membersihkan meja setelah makan.

🌷 Menaruh sepatu dan tas pada tempatnya.

🌷 Membantu Ayah dan Ibu membersihkan rumah.

🌷 Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik belajar cara menjaga kebersihan rumah melalui kegiatan menyenangkan, seperti:

🎮 Bermain “Bersih atau Kotor?”

🖼️ Mengamati gambar kegiatan di rumah.

🧹 Bermain peran membersihkan rumah.

🗑️ Bermain “Masukkan Sampah pada Tempatnya”.

🧸 Bermain “Ayo Rapikan Mainan”.

💗 Menyebutkan kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah.


🎯 Bermain “Aku Anak Peduli Kebersihan”.

D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal kebersihan rumah.

Mengenal ciri-ciri rumah yang bersih.

Mengenal cara menjaga kebersihan rumah.

Mengenal manfaat rumah yang bersih.

Membedakan rumah bersih dan rumah kotor.

Membedakan perilaku bersih dan tidak bersih.

Mempraktikkan cara menjaga kebersihan rumah.

Merefleksikan kebiasaan menjaga kebersihan rumah.

E.APERSEPSI
Anak-anak, coba perhatikan rumah kalian.

Guru bertanya:

🌷 “Apakah kalian suka rumah yang bersih?”

🌷 “Ke mana kita membuang sampah?”

🌷 “Apa yang kalian lakukan setelah bermain?”

Contoh:

Setelah bermain, mainan berserakan.

👧 Anak merapikan mainannya.

Apakah perbuatan tersebut baik?

Ya. ✅

Hari ini kita akan belajar tentang cara menjaga kebersihan rumah. 💗

F. PENJELASAN SINGKAT
1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT
Allah SWT menciptakan rumah, manusia, tumbuhan, dan lingkungan.

Kita harus bersyukur kepada Allah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Contohnya:

🌷 Membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Merapikan mainan.

🌷 Menjaga kebersihan rumah.

🌷 Membantu orang tua.

Alhamdulillah. 🤲💗

2.  PENJABARAN MATERI

💗 1. Rumah yang Bersih

Rumah yang bersih adalah rumah yang rapi dan tidak banyak sampah.


Ciri rumah bersih:


✅ Lantai bersih.


✅ Tidak ada sampah berserakan.


✅ Mainan rapi.


✅ Meja bersih.


💗 2. Cara Menjaga Kebersihan Rumah

Kita dapat menjaga kebersihan rumah dengan cara:


🗑️ Membuang sampah pada tempatnya.


🧸 Merapikan mainan.


🛏️ Merapikan tempat tidur.


🧹 Membantu menyapu.


🧽 Membersihkan meja.


💗 3. Manfaat Rumah Bersih

Rumah yang bersih membuat kita:


🌷 Nyaman.


🌷 Senang.


🌷 Mudah belajar.


🌷 Mudah bermain.


🌷 Terhindar dari kotoran.


💗 4. Sikap Peduli Kebersihan

Contoh sikap peduli kebersihan:


✅ Membuang sampah pada tempatnya.


✅ Merapikan mainan.


✅ Membantu orang tua.


❌ Membuang sampah sembarangan.


❌ Membiarkan mainan berserakan.


🌷 KEGIATAN PEMBELAJARAN

💗 Kegiatan 1 — “Bersih atau Kotor?”

Guru menunjukkan gambar rumah.


Guru bertanya:


“Apakah rumah ini bersih?”


Peserta didik menjawab:


Bersih. ✅


Guru menunjukkan gambar rumah yang banyak sampah.


Peserta didik menjawab:


Kotor. ❌


💗 Kegiatan 2 — “Baik atau Tidak?”

Aku membuang sampah pada tempatnya.


✅ Baik.


Aku membuang sampah di lantai.


❌ Tidak baik.


Aku merapikan mainan setelah bermain.


✅ Baik.


💗 Kegiatan 3 — “Aku Peduli Kebersihan”

Peserta didik menyebutkan kegiatan yang dapat dilakukan di rumah.


Contoh:


🌷 “Saya membuang sampah.”


🌷 “Saya merapikan mainan.”


🌷 “Saya membantu menyapu.”


🌷 “Saya merapikan tempat tidur.”

 3. VIDEO PEMBELAJARAN

 Yuk simak video berikut!

4. ALAT  PERAGA

 Gambar rumah bersih dan kotor

🗑️ Tempat sampah
🧸 Mainan
📄 LKPD

5. POST TEST

G. KESIMPULAN & REFLEKSI

1. Kesimpulan : Rumah yang bersih adalah rumah yang rapi dan tidak banyak sampah.

2. Refleksi : Seluruh peserta didik telah mengetahui cara menjaga kebersihan rumah.

3. Capaian pembelajaran

Peserta didik hadir : 26

Peserta didik tidak hadir : 3

Peserta didik paham: 26

Peserta didik belum paham :  0

 




 

 

 

 

 




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS