Senin, 26 Oktober 2026-1D-B.I

Minggu, 25 Oktober 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : B.Indonesia

3. Hari/Tanggal     : Senin, 26  Oktober 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

6. Pertemuan ke     : 

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲


Senin, 26 Oktober 2026-1D-MTK

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Matematika

3. Hari/Tanggal     : Senin, 26  Oktober 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Soal Cerita Pengurangan

6. Pertemuan ke     : 3

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan semangat belajar.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menyimak dan memahami cerita sederhana yang dibacakan atau disampaikan secara lisan. Peserta didik dapat menemukan informasi penting dalam cerita, memahami perubahan jumlah benda yang berkurang, serta menjawab pertanyaan berdasarkan isi cerita dengan bahasa yang sederhana.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

Menyimak cerita sederhana dengan baik.

Menemukan informasi tentang jumlah benda dalam cerita.

Memahami kejadian ketika jumlah benda berkurang.

Menjawab pertanyaan berdasarkan isi cerita.

Menceritakan kembali isi cerita dengan kalimat sederhana.

Belajar bersyukur dan berbagi dengan sesama.

1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan mendengarkan cerita dengan baik.

Saat mendengarkan cerita, kita perlu memperhatikan beberapa hal.

✏️ Siapa yang ada dalam cerita?


✏️ Benda apa yang dimiliki tokoh?


✏️ Berapa jumlah benda pada awal cerita?


✏️ Apa yang terjadi dengan benda tersebut?


✏️ Berapa jumlah benda yang tersisa?


Ayo, simak cerita berikut!

Cerita 1: Apel Rani 🍎


Rani memiliki 5 buah apel.


Ibu mengambil 2 apel untuk adik.


Berapa apel yang masih ada?


Ayo, kita pahami ceritanya!


Siapa yang memiliki apel? Rani.


Berapa apel Rani semula? 5 apel.


Berapa apel yang diambil ibu? 2 apel.


Berapa apel yang tersisa? 3 apel.


Jadi, apel Rani yang tersisa ada 3 buah.


Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menyimak dengan saksama, memahami isi cerita, dan menjawab pertanyaan sesuai informasi yang didengar.


2. Meaningful (Bermakna)

Cerita sederhana dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.


Misalnya, saat membagikan makanan, memberikan mainan kepada adik, atau menggunakan alat tulis.


Dengan menyimak cerita, kita dapat mengetahui apa yang terjadi dan menjawab pertanyaan dengan tepat.

Cerita 2: Kue Beni 🍪


Beni memiliki 7 kue.


Ia memberikan 3 kue kepada adiknya.


Berapa kue yang masih dimiliki Beni?


Jawaban: 7 − 3 = 4.


Jadi, Beni masih memiliki 4 kue



Cerita 3: Pensil Siti ✏️


Siti memiliki 8 pensil.


Ia memberikan 2 pensil kepada temannya.


Berapa pensil yang masih dimiliki Siti?


Jawaban: 8 − 2 = 6.


Jadi, Siti masih memiliki 6 pensil.


Dari cerita tersebut, kita belajar memahami informasi, menjawab pertanyaan, serta membiasakan diri berbagi dan menyayangi sesama.

3. Mengenal Isi Cerita

Isi cerita adalah informasi yang kita peroleh setelah mendengarkan atau membaca cerita.


Ketika menyimak cerita, kita dapat mencari informasi dengan bantuan kata tanya berikut.


Kata Tanya


Kegunaan


Siapa?


Menanyakan orang dalam cerita.


Apa?


Menanyakan benda atau kejadian.


Berapa?


Menanyakan jumlah benda.


Di mana?


Menanyakan tempat kejadian.


Bagaimana?


Menanyakan keadaan atau kejadian dalam cerita.


Contoh cerita:

Lala melihat 6 bunga di taman.


Sebanyak 2 bunga digunakan untuk menghias meja.


Lala menghitung bunga yang masih ada di taman.


Ayo, jawab pertanyaan berikut!


Siapa yang melihat bunga? Lala.


Di mana Lala melihat bunga? Di taman.


Berapa bunga yang dilihat Lala? 6 bunga.


Berapa bunga yang digunakan untuk menghias meja? 2 bunga.


Berapa bunga yang masih ada di taman? 4 bunga.


Jadi, bunga yang tersisa di taman ada 4 bunga.


4. Cara Memahami Cerita Pengurangan

Agar mudah memahami cerita, ikuti langkah-langkah berikut.


Langkah 1: Dengarkan cerita.


Dengarkan cerita dari guru sampai selesai.


Langkah 2: Cari informasi penting.


Perhatikan siapa tokohnya, benda yang dimiliki, dan jumlahnya.


Langkah 3: Pahami kejadian.


Cari tahu berapa benda yang diambil, diberikan, atau digunakan.


Langkah 4: Jawab pertanyaan.


Jawablah sesuai isi cerita dengan kalimat yang sederhana.


Contoh:


Dina memiliki 9 permen. Ia memberikan 4 permen kepada temannya.


Pertanyaan: Berapa permen Dina yang tersisa?


Cara menjawab:


Dina memiliki 9 permen.


Dina memberikan 4 permen.


Permen Dina tersisa 5 buah.


Kalimat jawaban: Permen Dina yang tersisa ada 5 buah.


💗 5. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah Swt.

Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan berbagai tumbuhan, hewan, dan alam yang bermanfaat bagi kehidupan kita.


Kita dapat menggunakan cerita tentang buah-buahan, bunga, dan hewan untuk belajar memahami informasi serta menjawab pertanyaan.


Melalui pembelajaran ini, kita belajar:


🌷 Bersyukur atas nikmat Allah Swt.


🌷 Mendengarkan orang lain dengan baik.


🌷 Berbagi kepada teman dan keluarga.


🌷 Menjaga tumbuhan dan lingkungan.


🌷 Menggunakan akal untuk belajar dan memahami cerita.


Mari kita selalu bersyukur kepada Allah Swt. atas kesempatan untuk belajar.


Alhamdulillah. 🤲💗


D. PENJELASAN SINGKAT

1.Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Al-Khaliq Maha Pencipta

Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta isinya.


Contoh cerita:


Di taman ada 7 kupu-kupu. Sebanyak 2 kupu-kupu terbang ke taman lain.


Pertanyaan: Berapa kupu-kupu yang masih ada di taman?


Jawaban: Kupu-kupu yang masih ada di taman berjumlah 5 ekor.


Melalui cerita ini, peserta didik belajar memahami kejadian dan menyayangi makhluk ciptaan Allah Swt.

2. Materi Ajar

Yuk, simak cerita yang dibacakan oleh guru!

Cerita 1: Balon Adi 🎈


Adi memiliki 6 balon. Sebanyak 2 balon terlepas dan terbang.


Pertanyaan:


Siapa yang memiliki balon?


Berapa balon Adi semula?


Berapa balon yang terlepas?


Berapa balon yang masih dipegang Adi?


Jawaban: Adi masih memegang 4 balon.


Cerita 2: Pensil Maya ✏️


Maya memiliki 10 pensil. Ia memberikan 3 pensil kepada temannya.


Pertanyaan:


Siapa yang memiliki pensil?


Berapa pensil Maya semula?


Berapa pensil yang diberikan?


Berapa pensil Maya yang tersisa?


Jawaban: Pensil Maya yang tersisa ada 7 buah.


Latihan Menjawab dengan Kalimat

Jawablah pertanyaan berikut secara lisan atau tertulis.


Ibu memiliki 6 apel. Ibu memberikan 2 apel kepada nenek. Berapa apel yang tersisa?


Ada 8 burung di pohon. Sebanyak 3 burung terbang. Berapa burung yang masih ada di pohon?


Fajar memiliki 9 roti. Ia memberikan 4 roti kepada teman. Berapa roti yang tersisa?


Gunakan kalimat sederhana, misalnya: “Apel yang tersisa ada 4 buah.”


LKPD




Jumat, 23 Oktober 2026-1D-Adab

Kamis, 22 Oktober 2026

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Adab

3. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Sikap Disiplin

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai kegiatan, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan adab berbagi dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi makanan, alat tulis, dan mainan dengan ikhlas, sopan, serta tidak mengharapkan imbalan.


Peserta didik menunjukkan sikap peduli, ikhlas, murah hati, sabar, dan saling menyayangi saat berbagi dengan teman.


💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:


Menjelaskan arti berbagi dengan teman.


Menyebutkan contoh sikap berbagi dalam kehidupan sehari-hari.


Membedakan perilaku mau berbagi dan tidak mau berbagi.


Menunjukkan sikap peduli dan ikhlas saat berbagi.


Mempraktikkan cara berbagi dengan sopan.


Membiasakan diri berbagi dan menyayangi teman.


🌷 MINDFUL (BERKESADARAN)

Peserta didik diajak menyadari bahwa berbagi merupakan perbuatan baik yang dapat membuat diri sendiri dan orang lain merasa senang.


Peserta didik memperhatikan:


Mau berbagi dengan teman.


Berbagi dengan ikhlas.


Tidak pelit kepada teman.


Tidak memaksa teman untuk berbagi.


Mengucapkan terima kasih saat menerima pemberian.


Tidak mengejek teman yang belum bisa berbagi.


Berbagi dengan penuh kasih sayang.


Kalimat penguatan:


" Aku senang berbagi. Aku ikhlas berbagi dan menyayangi teman."


🌷 MEANINGFUL (BERMAKNA)

Berbagi dengan teman merupakan salah satu perbuatan baik yang dapat dilakukan setiap hari.


Contoh dalam kehidupan sehari-hari:


Berbagi bekal makanan dengan teman.


Meminjamkan pensil kepada teman.


Berbagi mainan saat bermain.


Memberikan bantuan kepada teman yang membutuhkan.


Berbagi buku saat belajar bersama.


Memberikan sebagian makanan kepada teman dengan ikhlas.


Peserta didik memahami bahwa berbagi dapat membuat teman merasa senang, mempererat persahabatan, dan menumbuhkan rasa saling menyayangi.


🌷 JOYFUL (MENYENANGKAN)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan:


🎲 "Mau Berbagi atau Tidak?"


Peserta didik mengamati gambar dan menentukan perilaku yang menunjukkan sikap mau berbagi.


🎭 "Ayo Bermain Peran!"


Peserta didik mempraktikkan cara meminjamkan alat tulis dan berbagi mainan dengan teman.


🤝 "Berbagi Itu Indah"


Peserta didik menyebutkan kebaikan yang dapat dilakukan dengan berbagi.


🎁 "Ayo Berbagi!"


Peserta didik belajar berbagi benda secara bergantian dan ikhlas.

D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Peserta didik mengenal arti berbagi dengan teman.


Peserta didik mengenal manfaat berbagi.


Peserta didik mengenal contoh sikap berbagi dalam kehidupan sehari-hari.


Peserta didik mengenal adab berbagi dengan teman.


Peserta didik mengenal sikap ikhlas saat berbagi.


Peserta didik mengenal sikap peduli terhadap teman.

APERSEPSI

Guru menunjukkan gambar dua anak yang sedang berbagi makanan.


Guru bertanya:


"Anak-anak, apakah kalian pernah berbagi makanan dengan teman?"


"Bagaimana perasaanmu ketika teman mau berbagi?"


"Apa yang kamu lakukan jika teman tidak membawa pensil?"


"Apakah berbagi harus mengharapkan hadiah?"


Guru kemudian berkata:


"Anak-anak, berbagi adalah perbuatan baik. Kita harus mau berbagi dengan teman secara ikhlas, sopan, dan tidak mengharapkan imbalan."


Guru mengajak peserta didik mengucapkan:


💗 Aku Senang Berbagi! 💗

Aku berbagi dengan ikhlas dan menyayangi teman.

F.PENJELASAN SINGKAT

 1.KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT

Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat baik kepada sesama.


Berbagi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan berbagi, kita dapat membantu dan membahagiakan orang lain.

2.MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa arti berbagi dengan teman?

Berbagi dengan teman adalah memberikan atau meminjamkan sesuatu kepada teman dengan ikhlas dan senang hati.

Berbagi merupakan perbuatan baik yang membuat teman merasa senang.

2. Contoh sikap berbagi

Contoh perbuatan baik yang dapat dilakukan:

Berbagi makanan dengan teman.

Berbagi alat tulis

Meminjamkan pensil kepada teman yang membutuhkan.

Berbagi mainan

Bermain bersama dan menggunakan mainan secara bergantian.

Berbagi bantuan

Membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.

Berbagi makanan dengan teman.

3. Adab berbagi dengan teman

Saat berbagi dengan teman, kita harus:


✅ Berbagi dengan ikhlas.


✅ Berbagi dengan sopan.


✅ Tidak mengharapkan imbalan.


✅ Tidak menyombongkan diri.


✅ Tidak membeda-bedakan teman.


✅ Mengucapkan terima kasih saat menerima pemberian.


✅ Menjaga barang yang dipinjam.


4. Contoh perilaku tidak baik saat berbagi

❌ Tidak mau berbagi ketika mampu dan ada kesempatan.


❌ Mengejek teman yang membutuhkan bantuan.


❌ Memaksa teman memberikan barangnya.


❌ Meminta imbalan setiap kali berbagi.


❌ Merebut barang milik teman.


❌ Menyombongkan diri karena sudah berbagi.


5. Manfaat berbagi dengan teman

Berbagi memiliki banyak manfaat, antara lain:


💗 Membuat teman merasa senang.


💗 Menumbuhkan rasa peduli.


💗 Mempererat persahabatan.


💗 Membiasakan sikap ikhlas.


💗 Membuat kita saling menyayangi.


💗 Mendapat pahala dari Allah SWT jika dilakukan dengan ikhlas.




  • .

Jumat, 23 Oktober 2026-1D-PAK

  

 A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : PAK

3. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase A / Kelas I

5. Materi : Sikap Disiplin

Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai kegiatan, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal perilaku disiplin sebagai salah satu nilai dalam pendidikan antikorupsi serta mampu menunjukkan kebiasaan menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti disiplin dengan bahasa sederhana.

  2. Menyebutkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  3. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.

  4. Menjelaskan manfaat membiasakan perilaku disiplin.

  5. Mempraktikkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

🌱 MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar menyadari pentingnya mematuhi aturan, menghargai waktu, dan melaksanakan tugas dengan tertib.

💡 MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan perilaku disiplin dengan kebiasaan sehari-hari, seperti datang ke sekolah tepat waktu, mengantre, mengerjakan tugas, dan merapikan barang setelah digunakan.

😊 JOYFUL (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui cerita sederhana, tanya jawab, mengamati contoh perilaku, permainan memilih tindakan yang benar, dan bermain peran.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian perilaku disiplin.

  2. Mengidentifikasi contoh perilaku disiplin dan tidak disiplin.

  3. Menjelaskan manfaat menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Membiasakan perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

E.APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengingat kebiasaan yang dilakukan sebelum berangkat ke sekolah.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang bangun pagi hari ini?

  2. Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu?

  3. Apa yang kalian lakukan setelah selesai bermain?

  4. Mengapa kita harus menaati aturan di sekolah?

Guru kemudian menyampaikan cerita singkat berikut.

Cerita: Rani Anak yang Disiplin

Setiap pagi, Rani bangun tepat waktu. Ia mandi, memakai seragam, sarapan, dan bersiap pergi ke sekolah. Rani berangkat tepat waktu agar tidak terlambat mengikuti pelajaran.

Di sekolah, Rani mendengarkan guru, mengerjakan tugas, mengantre dengan tertib, dan merapikan alat tulis setelah digunakan.

Rani senang membiasakan perilaku disiplin karena ia ingin menjadi anak yang bertanggung jawab.

Pertanyaan setelah mendengarkan cerita:

  • Apakah Rani datang ke sekolah tepat waktu?

  • Apa yang dilakukan Rani setelah menggunakan alat tulis?

  • Menurut kalian, apakah Rani termasuk anak yang disiplin?

Melalui cerita tersebut, peserta didik diajak menemukan arti disiplin dan contoh penerapannya.


F. PENJELASAN SINGKAT

1. INTEGRASI NILAI KEISLAMAN

Disiplin sebagai Kebiasaan Baik

Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajarkan untuk melakukan hal-hal baik, menaati aturan yang benar, menepati waktu, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.

Kebiasaan disiplin dapat kita tunjukkan melalui tindakan sederhana, seperti melaksanakan ibadah tepat waktu, belajar dengan tertib, menjaga kebersihan, dan menghargai waktu orang lain.

📖 QS. Al-'Asr: 1–3

Surah Al-'Asr mengingatkan kita tentang pentingnya waktu dan melakukan amal saleh.

Kita dapat belajar untuk menggunakan waktu dengan baik, tidak menunda-nunda tugas, dan membiasakan diri melakukan perbuatan yang bermanfaat.

Pesan untuk anak-anak:

Yuk, gunakan waktu dengan baik, patuhi aturan yang benar, dan lakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. 🌷


2.MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Anak yang disiplin berusaha menjalankan kewajibannya dengan baik dan tidak sengaja melanggar aturan.

Contohnya, datang ke sekolah tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, mengerjakan tugas, dan mengantre ketika membeli makanan.

Disiplin harus dibiasakan setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah.

2. Contoh Perilaku Disiplin di Rumah

Anak-anak dapat menunjukkan perilaku disiplin di rumah dengan cara:

  • Bangun pagi tepat waktu.

  • Merapikan tempat tidur.

  • Mandi dan memakai pakaian dengan rapi.

  • Belajar sesuai jadwal.

  • Merapikan mainan setelah bermain.

  • Menyimpan barang pada tempatnya.

  • Membantu orang tua sesuai kemampuan.

Dengan membiasakan perilaku tersebut, kita belajar menjadi anak yang tertib dan bertanggung jawab.

3. Contoh Perilaku Disiplin di Sekolah

Di sekolah, perilaku disiplin dapat dilakukan dengan cara:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.

  • Memakai seragam sesuai aturan.

  • Berdoa sebelum belajar.

  • Mendengarkan guru ketika menjelaskan.

  • Mengangkat tangan sebelum berbicara.

  • Mengantre dengan tertib.

  • Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Menjaga alat belajar.

  • Mengembalikan barang yang telah digunakan ke tempatnya.

Anak yang disiplin membantu menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, dan menyenangkan.

4. Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perhatikan perbedaan perilaku berikut!

Perilaku Disiplin ✅Perilaku Tidak Disiplin ❌
Datang ke sekolah tepat waktu.Sengaja datang terlambat tanpa alasan yang tepat.
Mengantre dengan tertib.Menyerobot antrean.
Mengerjakan tugas sesuai waktu yang ditentukan.Sengaja mengabaikan tugas.
Mendengarkan guru ketika menjelaskan.Mengganggu teman yang sedang belajar.
Merapikan mainan setelah bermain.Membiarkan mainan berserakan.
Mematuhi aturan kelas.Sengaja melanggar aturan kelas.

Ingat, anak-anak! Disiplin bukan berarti kita tidak pernah melakukan kesalahan. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, memperbaikinya, dan berusaha tidak mengulanginya.

5. Apa Manfaat Berperilaku Disiplin?

Berperilaku disiplin memiliki banyak manfaat, antara lain:

🌟 Kegiatan menjadi tertib. Semua orang dapat menjalankan kegiatan dengan baik.

⏰ Waktu digunakan dengan baik. Kita dapat menyelesaikan kegiatan sesuai jadwal.

📚 Belajar menjadi nyaman. Kelas yang tertib membantu kita berkonsentrasi.

🤝 Orang lain merasa dihargai. Kita belajar mengantre, mengikuti aturan, dan tidak mengganggu teman.

💗 Menjadi anak yang bertanggung jawab. Kita terbiasa menyelesaikan tugas dan menjaga barang yang digunakan.

6. Apa Hubungan Disiplin dengan Pendidikan Antikorupsi?

Pendidikan antikorupsi mengajarkan kita membiasakan nilai-nilai baik sejak kecil. Salah satunya adalah disiplin.

Sikap disiplin membantu kita menaati aturan, menghargai waktu, dan menjalankan kewajiban dengan bertanggung jawab.

Contohnya, ketika diberi tugas oleh guru, kita mengerjakannya dengan jujur dan sesuai waktu yang ditentukan. Ketika mengantre, kita menunggu giliran dan tidak mengambil hak orang lain.

Kebiasaan sederhana tersebut membantu kita tumbuh menjadi pribadi yang tertib, jujur, dan bertanggung jawab.

3. VIDEO PEMBELAJARAN

Yuk, simak video pembelajaran tentang percakapan sederhana berikut!


Setelah menonton video, perhatikan siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan bagaimana mereka saling memberikan tanggapan.


KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 — Ayo Pilih Perilaku yang Benar!

Guru membacakan beberapa situasi. Peserta didik menyebutkan apakah tindakan tersebut termasuk disiplin atau tidak disiplin.

  1. Dita datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Beni mengembalikan pensil ke tempatnya setelah digunakan.

  3. Riko menyerobot antrean teman.

  4. Siti mengerjakan tugas sesuai petunjuk guru.

  5. Dani membiarkan sampah berserakan di kelas.

Peserta didik memberikan alasan sederhana atas pilihan mereka.


YUK BERLATIH!

Anak-anak shalih dan shalihah, bacalah pertanyaan berikut dengan teliti. Jawablah menggunakan kalimat sederhana.

1. Apa yang dimaksud dengan disiplin?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

2. Sebutkan satu contoh perilaku disiplin di rumah!

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

3. Sebutkan satu contoh perilaku disiplin di sekolah!

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

4. Apa yang harus kita lakukan setelah selesai bermain?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................

5. Mengapa kita harus menaati aturan?

Jawab: ....................................................................................

....................................................................................................


REFLEKSI PEMBELAJARAN

Mari kita ingat kembali pelajaran hari ini.

Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut.

  1. Apa yang kalian pelajari hari ini?

  2. Apakah kalian sudah datang ke sekolah tepat waktu?

  3. Apakah kalian sudah merapikan barang setelah digunakan?

  4. Kebiasaan disiplin apa yang akan kalian lakukan mulai hari ini?

Peserta didik diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman dan kebiasaan baik yang ingin mereka tingkatkan.


🌱 KESIMPULAN DAN REFLEKSI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Kesimpulan Materi:


Refleksi Pembelajaran Murid:


Tindak Lanjut Guru:




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS