Rabu, 23 September 2026-1D-Seni Rupa

Selasa, 22 September 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

3. Hari/Tanggal     : Rabu, 23 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

6. Pertemuan ke     : 

Good morning my beloved students 1D! 

How are you today? I hope you always happy and healthy.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan muroja'ah bersama. 

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, mengamati, memilih, dan menggunakan unsur-unsur rupa dalam membuat karya seni sederhana. Peserta didik mampu membuat gambar kreatif berdasarkan objek yang ada di lingkungan sekitar dengan memperhatikan unsur rupa berupa garis, warna, bentuk, dan tekstur, serta mampu menentukan dan menuliskan unsur rupa yang terdapat pada gambar dengan tepat.

C.TUJUAN PEMBELAJARAN

Murid dapat mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)

Anak-anak membuat karya dengan tenang, teliti, dan memperhatikan setiap langkah.

Sebelum membuat karya, coba perhatikan:

  • Apa yang ingin kita buat?
  • Warna apa yang akan digunakan?
  • Bentuk apa yang akan dibuat?
  • Alat dan bahan apa yang diperlukan?

Kita juga harus menggunakan alat dengan hati-hati dan menjaga kebersihan tempat belajar.

Meaningful (Bermakna)

Membuat karya seni dapat membantu kita menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasi.

Kita dapat membuat karya dari benda dan bentuk yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti rumah, bunga, pohon, matahari, hewan, dan lingkungan sekitar.

Setiap karya dapat berbeda karena setiap anak memiliki ide dan kreativitas yang berbeda.

Joyful (Menyenangkan)

Kita belajar membuat karya seni dengan kegiatan yang menyenangkan, seperti menggambar, mewarnai, menggunting, menempel, dan menghias karya.

Anak-anak bebas berkreasi dengan memilih warna dan bentuk sesuai dengan kreativitas masing-masing.


E.APERSEPSI

Anak-anak, apakah kalian pernah menggambar atau mewarnai? 🎨

Pernahkah kalian membuat gambar rumah, bunga, pohon, hewan, atau pemandangan?

Saat menggambar, kita menggunakan garis untuk membuat bentuk.

Setelah itu, kita dapat memberikan warna agar gambar menjadi lebih indah.

Kita juga dapat menggunakan berbagai bahan untuk membuat karya, seperti kertas, pensil warna, krayon, kertas warna, daun, atau bahan lain yang aman.

Nah, ternyata dengan alat dan bahan sederhana, kita dapat membuat sebuah karya seni yang menarik. 🎨

Hari ini kita akan belajar membuat karya seni rupa sederhana dengan menggunakan garis, bentuk, dan warna.


F.PEMBAHASAN SINGKAT

1.KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA

🌷 Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta.

Allah menciptakan alam dengan berbagai bentuk dan warna yang indah.

Ada bunga yang berwarna-warni, pohon yang hijau, langit yang biru, dan berbagai hewan dengan bentuk yang berbeda-beda.

Kita dapat terinspirasi dari ciptaan Allah untuk membuat karya seni.

Dengan membuat karya seni, kita belajar bersyukur atas keindahan ciptaan Allah SWT

2. PENJABARAN MATERI

 

1. Mengenal Karya Seni Rupa

Karya seni rupa adalah karya yang dapat kita lihat dan memiliki keindahan.

Karya seni rupa dapat dibuat dengan berbagai cara, misalnya:

🎨 Menggambar

🖍️ Mewarnai

✂️ Menggunting

📄 Menempel

🖌️ Melukis

Kita dapat membuat karya seni menggunakan berbagai alat dan bahan yang sederhana.


2. Alat dan Bahan Membuat Karya Seni

Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni rupa adalah:

✏️ Pensil

🖍️ Krayon

🖌️ Pensil warna

📄 Kertas gambar

✂️ Gunting

🧴 Lem

🌈 Kertas warna

🍃 Bahan alam yang aman

Gunakan alat dan bahan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk Ibu Guru.


3. Unsur dalam Karya Seni Rupa

Saat membuat karya seni rupa, kita dapat menggunakan beberapa unsur rupa.

➰ Garis

Garis digunakan untuk membuat gambar dan membentuk suatu objek.

Contohnya:

Garis lurus ─────

Garis lengkung 〰️

Garis zig-zag ///

Garis bergelombang ~~~~~

🎨 Warna

Warna membuat karya menjadi lebih menarik.

Contohnya:

🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru
🟢 Hijau
🟠 Jingga
🟣 Ungu

🔵 Bentuk

Bentuk digunakan untuk membuat berbagai objek.

Contohnya:

⭕ Bulat

⬛ Persegi

🔺 Segitiga

▭ Persegi panjang

🌿 Bentuk tidak beraturan

✋ Tekstur

Tekstur merupakan sifat permukaan suatu benda.

Contohnya:

Halus → kertas

Kasar → daun kering

Lembut → kapas

Keras → biji-bijian atau batu

Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau kertas hingga menjadi sebuah karya yang indah.

Contohnya, kolase dapat dibuat dari kertas origami, daun, biji-bijian, atau kain.

Langkah Membuat Kolase dari Kertas Origami

  1. Siapkan kertas origami, gunting, lem, pensil, dan kertas gambar.

  2. Tentukan gambar atau tema kolase yang ingin dibuat.

  3. Gambar pola sederhana pada kertas gambar.

  4. Gunting atau sobek kertas origami menjadi berbagai bentuk dan ukuran.

  5. Susun potongan kertas sesuai pola.

  6. Tempelkan potongan kertas dengan lem hingga membentuk gambar.

  7. Rapikan bagian yang kurang rapi dan biarkan lem mengering.

3. Video Pembelajaran

4. MEDIA

Kertas origami, lem, pola gambar, video, laptop, tv.

5. POST TEST

Buatlah kolase dari kertas origami dengan gambar berikut!

G. KESIMPULAN & REFLEKSI

1. Kesimpulan 

Hari ini kita belajar membuat karya seni rupa sederhana dengan menggunakan unsur-unsur rupa seperti garis, warna, bentuk, dan tekstur. Kita juga belajar bahwa karya seni dapat dibuat menggunakan berbagai alat dan bahan, seperti pensil, krayon, dan kertas origami. Setiap karya memiliki keunikan karena dibuat berdasarkan kreativitas masing-masing.

2. Refleksi 

 

 

 

Selasa, 22 September 2026-1D-Seni Rupa

Senin, 21 September 2026

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

3. Hari/Tanggal     : Selasa, 22 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

6. Pertemuan ke     : 

Good morning my beloved students 1D! 

How are you today? I hope you always happy and healthy.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan muroja'ah bersama. 

 B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, mengamati, dan merefleksikan karya seni rupa yang telah dibuat dengan memperhatikan unsur rupa seperti titik, garis, warna, bentuk, dan tekstur. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman sederhana tentang karya yang dibuat serta menunjukkan sikap menghargai karya sendiri dan karya teman.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengamati dan menceritakan kembali karya seni rupa yang telah dibuat dengan menyebutkan unsur rupa yang digunakan, seperti titik, garis, warna, bentuk, dan tekstur melalui kegiatan mengamati karya, menjawab pertanyaan sederhana, bercerita, dan melakukan refleksi.


Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat mengamati karya sendiri dengan teliti dan menyadari unsur rupa yang telah digunakan dalam karya.


Peserta didik memperhatikan:


🎨 Warna yang digunakan.


〰️ Garis yang dibuat.


🔵 Bentuk yang digunakan.


🖐️ Tekstur yang terdapat pada karya.


Contoh:


“Saya menggunakan warna hijau dan garis lengkung pada karya saya.”


Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa setiap karya memiliki unsur rupa yang dapat diamati dan diceritakan.


Peserta didik menghubungkan kegiatan merefleksikan karya dengan pengalaman sehari-hari, seperti melihat warna daun, bentuk bunga, garis pada jalan, atau tekstur benda di sekitar.


Peserta didik juga belajar menghargai hasil karya sendiri dan karya teman.


 Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar merefleksikan karya melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:


Mengamati karya sendiri.


Bermain “Cari Unsur Rupaku”.


Menunjukkan warna pada karya.


Menunjukkan garis dan bentuk pada karya.


Meraba tekstur karya.


Bercerita tentang karya.


Bermain “Aku Suka Karyaku”.


Memberikan apresiasi kepada karya teman.

D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengamati kembali karya seni rupa yang telah dibuat.


Mengenali titik, garis, warna, bentuk, dan tekstur pada karya.


Menyebutkan warna yang digunakan dalam karya.


Menunjukkan garis yang terdapat pada karya.


Mengenali bentuk yang digunakan dalam karya.


Mengidentifikasi tekstur sederhana pada karya.


Menceritakan bagian karya yang paling disukai.


Menyebutkan pengalaman saat membuat karya.


Menyampaikan perasaan setelah menyelesaikan karya.


Menunjukkan sikap percaya diri dan menghargai karya sendiri serta karya teman.


Bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan untuk membuat karya seni.

E.APERSEPSI

Anak-anak, coba keluarkan karya yang sudah kalian buat.


Ayo kita lihat bersama! 🎨


Coba perhatikan karya kalian.


Ibu bertanya:


“Apa yang kamu buat?”


“Warna apa yang kamu gunakan?”


“Apakah ada garis pada karyamu?”


“Bentuk apa yang kamu gunakan?”


“Bagaimana tekstur karyamu?”


Setiap karya tentu bisa berbeda.


Ada yang menggunakan warna merah, kuning, biru, hijau, dan warna lainnya.


Ada garis lurus dan garis lengkung.


Ada bentuk lingkaran, segitiga, persegi, dan bentuk lainnya.


Hari ini kita akan belajar:


💗 Merefleksikan Karya Unsur Rupa yang Telah Dibuat


Kita akan melihat kembali karya kita dan menceritakan apa yang ada di dalam karya tersebut.


F. PEMBAHASAN SINGKAT

1.KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT

Sholih dan sholihah, Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai macam warna, bentuk, garis, dan tekstur.


Kita dapat melihat:


🌿 Daun berwarna hijau.


🌸 Bunga memiliki berbagai warna.


☀️ Matahari berbentuk bulat.


🌳 Batang pohon memiliki tekstur tertentu.


Semua keindahan tersebut adalah ciptaan Allah SWT.


Ketika kita membuat karya seni, kita belajar mengamati keindahan ciptaan Allah dan menuangkannya dalam sebuah karya.


Mari kita bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan melihat, merasakan, berpikir, dan berkarya.


Alhamdulillah. 🤲💗

2.PENJABARAN MATERI

💗 1. Mengamati Kembali Karya

Setelah selesai membuat karya, kita dapat melihat kembali karya tersebut.


Perhatikan:


🎨 Warna


〰️ Garis


🔵 Bentuk


🖐️ Tekstur


💗 2. Mengenali Unsur Rupa pada Karya

Unsur rupa yang dapat kita lihat pada karya antara lain:


Titik → tanda kecil pada karya.


Garis → lurus atau lengkung.


Warna → merah, kuning, biru, hijau, dan lainnya.


Bentuk → lingkaran, segitiga, persegi, dan lainnya.


Tekstur → terasa halus, kasar, lembut, atau keras.


💗 3. Menceritakan Karya

Kita dapat menceritakan karya dengan kalimat sederhana.


Contoh:


“Saya membuat gambar pohon.”


“Saya menggunakan warna hijau.”


“Saya menggunakan garis lurus dan lengkung.”


“Saya suka karya saya.”


💗 4. Mengungkapkan Perasaan

Setelah membuat karya, kita dapat mengungkapkan perasaan.


😊 Saya senang.


🥰 Saya bangga.


🤩 Saya gembira.


😟 Saya masih mengalami kesulitan.


Tidak apa-apa jika karya kita berbeda.


Setiap karya adalah hasil usaha kita.


💗 5. Menghargai Karya

Kita harus menghargai karya sendiri dan karya teman.


Contohnya:


🌷 Tidak mengejek karya teman.


🌷 Memberikan pujian dengan sopan.


🌷 Menjaga karya agar tidak rusak.


🌷 Bangga terhadap hasil karya sendiri.


3. Video Pembelajaran


4. Media

Karya seni rupa peserta didik

Buku cetak

Kartu unsur rupa

Gambar titik, garis, warna, bentuk, dan tekstur

5. Post test

G.KESIMPULAN & REFLEKSI

KESIMPULAN

Peserta didik menyimpulkan:

“Aku dapat mengamati dan menceritakan karya yang telah kubuat. Aku menggunakan unsur titik, garis, warna, bentuk, dan tekstur. Aku bangga terhadap karyaku dan menghargai karya teman.”

REFLEKSI

Guru mengajak peserta didik menjawab:


🌷 Apa karya yang kamu buat?


🌷 Warna apa yang kamu gunakan?


🌷 Garis apa yang terdapat pada karyamu?


🌷 Bentuk apa yang kamu gunakan?


🌷 Bagaimana tekstur karyamu?


🌷 Bagaimana perasaanmu setelah membuat karya?


🌷 Asmaul Husna apa yang berarti Maha Pencipta?



Selasa, 22 September 2026-1D-Matematika

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : Matematika

3. Hari/Tanggal     : Selasa, 22 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : 

6. Pertemuan ke     : 4

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 1D! 🌟

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah bersama. 🤲

---

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menunjukkan pemahaman bilangan cacah dan mampu melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20 serta menerjemahkan kejadian bertambahnya benda dalam kehidupan sehari-hari ke dalam soal cerita dan gambar sederhana secara mandiri. 

---

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sederhana dalam bentuk soal cerita penjumlahan dan menggambarkan benda sebagai bukti hasil penjumlahannya.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik secara sadar membaca soal cerita dengan teliti, menemukan angka yang terdapat dalam cerita, kemudian menghitungnya dengan benar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti memiliki benda kemudian mendapatkan atau membeli benda lagi.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar menyelesaikan soal cerita melalui permainan **“Detektif Angka”**, menggambar benda, dan menemukan jawaban penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

---

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengingat kembali konsep penjumlahan sampai 20.

Mengenali kata-kata yang menunjukkan penjumlahan.

Menemukan angka dalam soal cerita.

Menentukan operasi penjumlahan menggunakan tanda (+)

Menghitung hasil penjumlahan.

Mnggambar benda sesuai dengan cerita.

Menyelesaikan soal cerita penjumlahan secara mandiri.

Menyampaikan hasil pekerjaan kepada guru atau teman.

---

E. APERSEPSI

Anak-anak, siapa yang masih ingat kata-kata yang menunjukkan bahwa benda harus kita tambah? 🌷

Misalnya:

✨ **diberi lagi**


✨ **membeli lagi**


✨ **memetik lagi**


✨ **datang lagi**


Sekarang perhatikan cerita berikut.


**Rani memiliki 3 pensil. Ibu memberikan 2 pensil lagi.**


Apakah pensil Rani bertambah atau berkurang?


Tentu **bertambah**. 😊


Maka kita hitung:


### **3 + 2 = 5**


Jadi, Rani memiliki **5 pensil**.


Hari ini kita akan belajar bagaimana menyelesaikan **soal cerita penjumlahan** dan membuktikan jawabannya dengan gambar. 🎨

*F. PEMBAHASAN SINGKAT**


## **1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT**


Allah SWT mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan.


Ketika kita mendapatkan sesuatu, kita harus mengingat bahwa semua itu adalah rezeki dari Allah SWT.


Allah SWT berfirman:


> **“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai...”**


**(QS. Al-Baqarah: 261)**


Mari kita belajar berhitung dengan teliti dan menggunakan ilmu kita untuk melakukan kebaikan. 🌷


---


2. PENJABARAN MATERI

💗 1. Soal Cerita Penjumlahan

Soal cerita penjumlahan adalah cerita sederhana yang berisi kegiatan menambahkan atau mendapatkan benda lagi. 

Contoh:

Budi memiliki 4 buku. Ayah membelikan 3 buku lagi.

Buku Budi menjadi lebih banyak.

Maka:

4 + 3 = 7

Jadi, Budi memiliki 7 buku. 

---

 💗 2. Mengenal Kata Kunci Penjumlahan

Dalam soal cerita, kita dapat menemukan kata-kata yang menunjukkan penjumlahan.

🌷 Diberi lagi

🌷 Membeli lagi

🌷 Mendapat lagi

🌷  Datang lagi

🌷 Memetik lagi

Jika benda **bertambah**, kita dapat menggunakan tanda: ( + ) 


---

💗 3. Menemukan Angka dalam Cerita

Perhatikan cerita:

Siti mempunyai 5 apel. Ibu memberikan 2 apel lagi.

Ada dua angka dalam cerita:

🍎 Siti mempunyai **5** apel.

🍎 Ibu memberikan **2** apel lagi.

Maka:

5 + 2 = 7

Jadi, jumlah apel Siti adalah **7 apel**.


---

💗 4. Menggambar untuk Membuktikan Jawaban

Menggambar benda dapat membantu kita menghitung dengan lebih mudah.

Contoh: 3 + 2 = 5

Gambarlah:

🍎 🍎 🍎 + 🍎 🍎

Kemudian hitung semuanya.

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎

Jadi:

3 + 2 = 5


---

💗 5. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita

🌷 Langkah 1: Baca cerita dengan teliti.

🌷 Langkah 2:Cari angka yang ada dalam cerita.

🌷 Langkah 3:Cari kata yang menunjukkan penjumlahan.

🌷 Langkah 4: Tulis kalimat matematika menggunakan tanda **(+)**.

🌷 Langkah 5:Hitung hasilnya.

🌷 **Langkah 6:** Gambar benda sebagai bukti jawaban.

-

3. CONTOH SOAL CERITA📖

 🍭 Contoh 1

Ali memiliki 5 permen.

Kemudian, ia diberi 3 permen lagi.

Berapa jumlah permen Ali sekarang?

Kalimat matematika:

5 + 3 = 8

Jadi, Ali memiliki 8 permen.


---

 ✏️ Contoh 2


Rani memiliki 6 pensil.

Ibu membelikan 2 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Rani sekarang?

Kalimat matematika:

6 + 2 = 8

Jadi, Rani memiliki 8 pensil. 


---


# **4. PERTANYAAN PENALARAN KRITIS** 💭


💭 Apa yang harus kita lakukan sebelum menjawab soal cerita?


💭 Berapa angka yang terdapat dalam cerita?


💭 Kata apa yang menunjukkan bahwa benda bertambah?


💭 Mengapa kita menggunakan tanda **(+)**?


💭 Apakah menggambar benda dapat membantu kita menghitung?


---


# **5. GAMES: “DETEKTIF ANGKA”** 🔎🎮


Guru membacakan sebuah cerita.


**“Aku mempunyai 2 pensil. Ibu membelikan 3 pensil lagi.”**


Anak-anak menjadi **Detektif Angka**! 🔎


Tugas anak-anak:


🔎 Cari angka pertama.


🔎 Cari angka kedua.


🔎 Cari kata yang menunjukkan penjumlahan.


🔎 Tulis kalimat matematika.


🔎 Tunjukkan jawabannya dengan jari.


### **2 + 3 = 5**


👏 Hebat!

*6. VIDEO PEMBELAJARAN** 🎬


Peserta didik menyimak video pembelajaran tentang **soal cerita penjumlahan sederhana** dengan tertib.


Perhatikan:


👀 Angka dalam cerita.


👀 Benda yang bertambah.


👀 Tanda **(+)**.


👀 Hasil penjumlahan.


# **7. POST TEST / TUGAS** ✏️







# **8. KESIMPULAN & REFLEKSI**


1. Kesimpulan


Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa:


🌷 Soal cerita penjumlahan berisi kejadian ketika jumlah benda bertambah.

🌷 Kata diberi lagi, membeli lagi, mendapat lagi, datang lagi,  dan memetik lagi dapat menunjukkan penjumlahan.

🌷 Kita dapat menuliskan penjumlahan menggunakan tanda **(+)**.

🌷 Membaca soal dengan teliti membantu kita menemukan angka yang harus dijumlahkan.

🌷 Menggambar benda dapat membantu membuktikan hasil penjumlahan.


**Contoh:**


**4 + 3 = 7**


**5 + 2 = 7**


---


## **2. Refleksi**


Refleksi Guru

Hal yang sudah berjalan baik:

Kendala yang ditemukan:

Respons/keterlibatan peserta didik: 

Tindak lanjut pembelajaran:



Selasa, 22 September 2026-1D-B.Indonesia

  


A. IDENTITAS

1. Nama Guru : Winda Galuh Asmara, S.Pd. dan Liyana Qayyimah, S.Pd.

2. Mata Pelajaran : B.Indonesia

3. Hari/Tanggal     : Selasa, 22 September 2026

4. Fase/Kelas          : Fase A / Kelas I

5. Materi                 : Membuat kartu nama

6. Pertemuan ke     : 

Good morning my beloved students 1D! 

How are you today? I hope you always happy and healthy.

Sebelum belajar, mari kita awali kegiatan dengan berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan muroja'ah bersama. 

B.CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, membaca, dan menulis huruf, suku kata, serta kata sederhana dengan benar dan rapi. Peserta didik mampu menyalin huruf, suku kata, dan nama sendiri di atas kertas dengan memperhatikan bentuk huruf, ukuran tulisan, arah penulisan, serta kerapian.


C.TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menulis huruf, suku kata, dan nama sendiri dengan rapi di atas kertas melalui kegiatan mengenal huruf, menebalkan huruf, menyalin suku kata, menulis nama sendiri, serta memperbaiki tulisan agar lebih rapi dan mudah dibaca.


 Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk memperhatikan kegiatan menulis dengan tenang dan teliti.

Peserta didik memperhatikan:

Bentuk huruf.

Arah penulisan huruf.

Ukuran huruf.

Jarak antarkata.

Posisi tulisan pada garis.

Peserta didik belajar memegang pensil dengan benar dan menulis secara perlahan agar tulisan menjadi rapi.

Peserta didik memahami bahwa tulisan yang rapi membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan latihan.


Meaningful (Bermakna)

Menulis merupakan kegiatan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik dapat menulis:

Nama sendiri.

Nama anggota keluarga.

Nama benda di kelas.

Nama teman.

Kata-kata sederhana di lingkungan sekitar.

Peserta didik memahami bahwa kemampuan menulis membantu mereka menyampaikan nama, kata, dan pesan kepada orang lain.

Peserta didik juga belajar mensyukuri kemampuan yang diberikan Allah Swt. untuk melihat, berpikir, dan menggunakan tangan dalam belajar menulis.

Dengan demikian, kegiatan menulis menjadi pengalaman yang bermakna untuk belajar teliti, sabar, mandiri, dan percaya diri.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan yang menyenangkan seperti Tebak Huruf, Menebalkan Huruf, Susun Suku Kata, Menulis Nama Sendiri, Berburu Kata, dan menunjukkan tulisan kepada teman.

Peserta didik diberi kesempatan untuk berlatih menulis dengan menggunakan kata-kata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Setiap tulisan dihargai sebagai hasil usaha peserta didik. 


D.ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal huruf vokal dan konsonan.

Menulis dan menyalin huruf dengan benar.

Mengenal dan menulis suku kata sederhana.

Menyalin kata sederhana dengan rapi.

Mengenal dan menulis nama sendiri.

Menulis huruf, suku kata, dan nama sendiri dengan rapi.

E.APERSEPSI

Hari ini kita akan belajar menulis huruf, suku kata, dan nama sendiri. ✏️

Coba perhatikan nama kalian.

Siapa yang tahu cara menulis namanya sendiri?

Nama kita terdiri dari beberapa huruf.

Contohnya:

BUDI

B – U – D – I

Jika beberapa huruf digabung, kita dapat membentuk suku kata dan kata.

Contohnya:

BU – KU = BUKU

Hari ini kita akan belajar menulis huruf, suku kata, dan nama sendiri dengan rapi dan mudah dibaca.

Siap belajar menulis? 🥰✏️

F.PEMBAHASAN SINGKAT

1. KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.

Allah Swt. memberikan kita mata untuk melihat, tangan untuk menulis, dan akal untuk berpikir.

Dengan mata, kita dapat melihat bentuk huruf.

Dengan tangan, kita dapat memegang pensil dan menulis.

Dengan akal, kita dapat belajar mengenal dan menyusun huruf menjadi kata.

Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah Swt. dengan rajin belajar dan menggunakan kemampuan kita dengan baik. 

2. PENJABARAN MATERI

💗 1. Mengenal Huruf

Huruf adalah bagian yang digunakan untuk membentuk kata.

Ada huruf vokal:

a – i – u – e – o

Ada juga huruf konsonan, misalnya:

b – c – d – k – m – n – p – r – s – t

Contoh:

b + u = bu

m + a = ma

k + a = ka

Kita harus menulis huruf dengan bentuk yang benar dan rapi.

2. Menulis Huruf

Saat menulis huruf, kita perlu memperhatikan:

Bentuk huruf.

🌷 Ukuran huruf.

🌷 Arah menulis.

🌷 Posisi huruf pada garis.

🌷 Jarak tulisan.

Contoh:

a a a a a

i i i i i

m m m m m

b b b b b

Tulislah dengan perlahan agar tulisan menjadi rapi.

3. Mengenal Suku Kata

Suku kata adalah bagian dari kata.

Contoh:

bu – ku

i – bu

me – ja

ru – mah

ta – man

Perhatikan contoh berikut:

BU + KU = BUKU

ME + JA = MEJA

RU + MAH = RUMAH

💗 4. Menulis Suku Kata

Kita dapat menyalin suku kata dengan rapi.

Contoh:

ba – bi – bu – be – bo

ma – mi – mu – me – mo

ka – ki – ku – ke – ko


Kemudian tuliskan kembali pada buku atau lembar latihan.


Contoh:


ba → ba → ba


bu → bu → bu


ma → ma → ma


ku → ku → ku


💗 5. Menulis Kata Sederhana

Suku kata dapat digabung menjadi kata.


Contoh:


🌷 bu + ku = buku


🌷 i + bu = ibu


🌷 a + yah = ayah


🌷 me + ja = meja


🌷 ru + mah = rumah


🌷 ta + man = taman 

 6. Menulis Nama Sendiri

Nama adalah identitas diri kita.


Setiap anak memiliki nama yang berbeda.


Contoh:


SITI


BUDI


RANI


FAJAR


Kita dapat menulis nama sendiri dengan huruf yang jelas dan rapi.


Contoh:


Nama saya BUDI.


Nama saya SITI.


Tulislah nama dengan memperhatikan huruf besar pada awal nama.


Contoh:


✅ Winda


❌ winda


💗 7. Langkah Menulis Nama Sendiri

Ikuti langkah berikut:

Siapkan pensil dan kertas.

Ingat nama sendiri.

Sebutkan huruf-huruf dalam nama.

Tuliskan nama dengan perlahan.

Perhatikan posisi tulisan pada garis.

Periksa kembali tulisan.

Rapikan jika ada huruf yang kurang tepat.

Contoh:

Nama saya: Winda

W-i-n-d-a

Winda

8. Tips Menulis dengan Rapi

Agar tulisan menjadi rapi, lakukan hal berikut:

✏️ Pegang pensil dengan benar.

👀 Lihat contoh tulisan dengan teliti.

📏 Ikuti garis pada buku.

🐢 Tulislah perlahan, tidak perlu terburu-buru.

↔️ Beri jarak yang cukup antara kata.

🔎 Periksa kembali tulisan setelah selesai.

💗 Jangan takut salah. Teruslah berlatih!

🌷 Tuliskan Namamu!

Nama saya:

Tulislah nama sendiri dengan rapi dan jelas. 

3.Video Pembelajaran

Mari kita simak video berikut :

4. Media

Kartu huruf

Kartu suku kata

Kartu kata

Kartu nama

Papan tulis

Pensil

Penghapus

Buku tulis

LKPD

Lembar latihan menulis

Gambar benda sederhana

 5. Post test/tugas

Tulislah namamu dalam sebuah kartu nama, hias sesuai kreativitasmu!

G.Kesimpulan & refleksi

 KESIMPULAN

Hari ini kita belajar bahwa:

✏️ Huruf dapat disusun menjadi suku kata.

🌷 Suku kata dapat disusun menjadi kata.

💗 Kita dapat menulis nama sendiri.

📖 Tulisan harus dibuat dengan memperhatikan bentuk huruf, ukuran, posisi pada garis, dan kerapian.

🥰 Menulis membutuhkan kesabaran dan latihan.

🙏 Kita harus bersyukur kepada Allah Swt. atas kemampuan melihat, berpikir, dan menggunakan tangan untuk menulis.





 

 

 

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS